Bayangkan Google memberi nama kode manis seperti Cinnamon Bun—ya, roti gulung kayu manis lezat. Itu bukan lelucon: secara internal, Android 17 memang disebut CinnamonBun. Nama ini bukan untuk keperluan marketing publik, tetapi menandai tradisi manis Google dalam menyematkan nama-nama makanan penutup ke setiap versi Android.
Tradisi nama kode bermula sejak Android 1.5 Cupcake, berlanjut ke Donut, KitKat, Marshmallow, dan seterusnya hingga Android 16 yang disebut Baklava. Setelah 2019, Google berhenti mempromosikan nama makanan penutup secara publik, tetapi tetap mempertahankannya di internal. Android 17 punya nomor API 37.0 dan secara resmi disebut Cinnamon Bun, menandai huruf “C” untuk tahun ini.
Perubahan codename ini terkait erat dengan perubahan sistem pengembangan Google yang beralih ke “trunk-based development”. Artinya, semua pengembangan berlangsung di satu kode utama, dan fitur baru disembunyikan di balik “feature flags” hingga siap untuk dirilis. Model ini menggantikan sistem cabang (branching) lama, dan sejak Android 14 QPR2 diterapkan, Google mulai menggunakan awalan build ID berdasarkan abjad tahunan. A untuk 2024, B untuk 2025, dan sekarang C untuk 2026.
Baca ini juga :
» Tips Jitu Main Game Anti Pegal dan Anti Mata Merah: Rahasia Gamers Sehat dengan POCO F7
» Realme Ubah Pengalaman Mobile dengan Teknologi Canggih: Baterai 15.000mAh dan Ponsel Berpendingin
» POCO Carnival 'Ride Bold Win Loud': Saatnya Gaspol dan Menang Banyak, Hadiah Spesial Menanti!
» Ternyata FBI Pernah Menghimbau Untuk Memutuskan Akses Internet Kepada 10 Juta Pengguna Android!
» Waktunya Upgrade! ROG Phone 9 Series Tawarkan Bonus Eksklusif untuk Kamu!
» POCO Hadirkan Performa Ekstrem dan Layanan Purna Jual Maksimal, Siap Bikin Pengguna Makin Nyaman!
» POCO M7 Pro 5G Hadirkan Warna Baru “Black” Maximum Play Kini Tampil Makin Berkarakter
» Google Kena Denda 5 Triliun Rupiah Karena Mengambil Data User Secara Diam-Diam Saat Kondisi Smartphone Idle
Bagi pengguna biasa, codename CinnamonBun mungkin terdengar seperti gimmick lucu, namun di balik nama manis ini terdapat pembaruan serius yang akan terasa dalam pengalaman sehari-hari. Developer Preview Android 17 diprediksi hadir lebih awal pada November 2025, memberi kesempatan bagi para pengembang dan penggemar teknologi untuk mencoba fitur-fitur baru sebelum peluncuran resmi pada Juni 2026. Meski di menu pengaturan ponsel kamu hanya akan melihat label “Android 17” tanpa embel-embel Cinnamon Bun, perubahan akan terlihat pada pembaruan antarmuka Material 3 Expressive yang lebih segar, mode desktop yang semakin matang, serta penambahan fitur keamanan seperti proteksi pabrik dan Intrusion Logging. Semua ini membuat Android 17 bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan upgrade yang bisa membuat ponselmu terasa seperti perangkat baru.
Mungkin kamu berpikir, “Ah, cuma ganti versi Android.” Tapi kenyataannya, Android 17 membawa manfaat nyata bagi semua pihak. Bagi developer, sistem build ID yang stabil dan konsisten memudahkan pembuatan aplikasi yang kompatibel dan bebas bug. Untuk produsen ponsel (OEM), siklus rilis yang lebih terprediksi membuat integrasi fitur berjalan lebih cepat, sehingga kamu bisa menikmati update tanpa menunggu berbulan-bulan. Sementara bagi pengguna umum, fitur-fitur seperti mode desktop yang makin optimal akan membuka cara baru untuk bekerja, belajar, dan berkreasi, terutama bagi yang menggunakan tablet atau ponsel dengan dukungan docking. Dengan kombinasi performa, keamanan, dan kenyamanan yang lebih baik, Android 17 memberi alasan kuat kenapa kamu nggak boleh melewatkan upgrade ini.
Cinnamon Bun mungkin sekilas terdengar seperti gimmick lucu, tapi sebenarnya ini simbol evolusi Android. Sistem pengembangan yang lebih solid, kulit antarmuka yang makin estetik, fungsionalitas desktop yang memudahkan pekerjaan, serta sistem keamanan yang makin ketat. Semuanya terbungkus rapi dalam Android 17, alias manisnya Cinnamon Bun.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.