Bayangkan Anda bekerja di lembaga investasi BUMN terbesar baru dan tiba-tiba disambut oleh teknologi AI sebagai rekan kerja. Itulah realitas yang kini tengah disiapkan oleh Danantara, badan pengelola investasi untuk berbagai BUMN. Telkom akan memasok teknologi andal berupa BigBox AI sebagai ‘co-pilot’ digital yang membantu mengolah data kompleks dan mempercepat pengambilan keputusan. Meski terdengar canggih, tentu muncul pertanyaan penting. Yaitu apa nasib pegawai BUMN di tengah pergeseran menuju automasi ini?
Rumitnya situasi itu dijelaskan oleh Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi. Menurutnya, saat ini siapapun yang tidak memanfaatkan AI sebagai pendamping kerja pasti akan tertinggal. Ia menekankan bahwa dalam analogi seperti Microsoft, pilot utama tetap manusia, sementara AI hanya menjadi co-pilot. Artinya, manusia tetap memegang kendali selama mereka siap belajar dan beradaptasi dengan AI.
Implementasi konkrit AI ini juga menimbulkan gambaran baru soal struktur tenaga kerja di Danantara. Jika misalnya 100 pegawai BUMN pensiun, hanya sekitar 15 orang yang akan digantikan oleh tenaga manusia baru, sedangkan 80 persen sisanya diisi oleh teknologi AI. Jadi dalam kerangka tersebut, jumlah pegawai tidak berkurang prinsipnya, namun proporsi peran manusia beralih ke co-pilot digital yang tak terlihat.
Baca ini juga :
» Jaringan Telkom Putus, Jaringan Starlink Solusinya! “Kota Rusa” Merauke Mendadak Jadi “Kota Starlink”
» Imbas Demo 25 Agustus, Komdigi Memanggil Meta dan Tiktok Karena Sebar Konten “Mengganggu Demokrasi”
» 5G Di Indonesia Hanya Ramai Di Jawa! Kalah Jauh Dengan Persebaran 5G Di Negara Tetangga
» Menkomdigi Minta Roblox Buka Kantor di Indonesia, Kalau Tidak Bisa Diblokir?
» Ini Dia Film Buatan Generasi Emas Indonesia! Gak Nyangka Bisa Sebagus Ini Animasinya!
» Topup Paling Sultan Bakal Ketauan? Bos Pajak Akan Minta NIK Untuk Pantau Semua Transaksi Keuangan
» Dukung Timnas Indonesia, IShowSpeed Sebut Juara Piala Dunia 2030 Milik Indonesia
» Senangnya Jadi Warga Bandung! Kecepatan Internet 5G Di Paris Van Java Ternyata Mencapai 730 Mbps
Telkom akan menjadi satu-satunya penyedia solusi AI untuk Danantara, demi menciptakan laboratorium ekonomi mini bagi Indonesia dengan lebih dari seribu entitas bisnis lintas 12 sektor vertikal. Jika sukses, model implementasi AI ini diyakini bisa direplikasi di berbagai industri dalam negeri.
Pertama, ini bukan cerita soal pengurangan tenaga kerja. Melainkan transformasi peran yang mendesak. AI di sini berfungsi sebagai pendamping pintar, bukan pengganti. Hal ini berarti kamu yang mampu menguasai dan mengintegrasikan AI dalam pekerjaanmu bisa menjadi aset yang lebih bernilai. Pilihan ada di tangan kamu: tetap stagnan, atau beradaptasi dan tumbuh bersama teknologi.
Kedua, ini membuka jendela besar untuk inovasi. Dengan AI sebagai co-pilot, pengolahan data, pengambilan keputusan hingga analisis bisnis bisa lebih cepat dan akurat. Apalagi bila kamu terlibat dalam dunia pemerintahan atau BUMN, yang selama ini dikenal lambat bergerak, AI bisa menjadi pecut untuk menjadi lebih gesit.
Ketiga, implementasi di Danantara menjadi studi kasus penting. Jika berhasil, model AI BigBox Telkom akan menjadi blueprint bagi BUMN lainnya. Ini bukan sekadar soal efisiensi, tapi soal ketahanan, modernisasi, dan daya saing digital Indonesia di dunia global yang kian kompetitif.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.