Pemain veteran fighting game asal Tiongkok, Zeng Zhuojun atau lebih dikenal dengan nama Xiaohai, berhasil mempertahankan gelarnya di ajang Esports World Cup (EWC) 2025 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Minggu lalu (24/8). Dalam final penuh drama, Xiaohai mengalahkan remaja berbakat asal Chili, Derek Blaz, dengan skor tipis 5-4 di turnamen Street Fighter 6.
Pada usia 33 tahun, Xiaohai yang membela KuaiShou Gaming menunjukkan pengalaman serta ketenangannya menghadapi lawan muda berusia 15 tahun. Blaz sendiri tampil impresif dengan menyingkirkan beberapa pemain kelas dunia sebelum mencapai partai puncak.
Baca ini juga :» Back-to-Back, Ulsan Jadi Yang Terbaik Lagi di Tekken 8 EWC 2025!
» Sagat Siap Guncang Street Fighter 6 Sebagai Karakter Pertama di Year 3!
» Team Liquid PH Juara Dunia MSC 2025, Dominasi Filipina Masih Tak Tertandingi
» RRQ Hoshi Tersingkir Dramatis dari MSC 2025, Harapan Indonesia Kini Bertumpu pada ONIC
» Team Vitality Tersingkir dari KWC 2025 Usai Dibantai TT Global 0-4
» Evos Divine Juara Dunia! Indonesia Kuasai Grand Final Free Fire Esports World Cup 2025
» Virtus.pro Guncang Panggung Dunia: Si Underdog Lolos ke MSC dan Siap Hadapi Sang Juara di EWC 2025!
» Virtua Fighter 5 R.E.V.O dan Sonic Racing: Crossworlds Akan Hadir di EWC 2025
Di babak grand final, Xiaohai menggunakan M. Bison, sementara Blaz tampil dengan Ryu. Blaz sempat unggul cepat dengan tiga kemenangan, memaksa Xiaohai mengubah strategi. Sang juara bertahan kemudian beralih ke Mai Shiranui dan mulai memberi tekanan. Blaz mencoba merespons dengan mengganti karakter ke Ken, hingga kedudukan menjadi imbang.
Blaz sempat mencapai match point lebih dulu, namun Xiaohai dengan mental juara berhasil membalikkan keadaan. Pada ronde penentuan, meski sempat tertinggal dari segi HP, Xiaohai sukses mengeksekusi Critical Art combo yang memastikan kemenangan dramatis.
Dengan kemenangan ini, Xiaohai mengantongi hadiah sebesar $250.000 USD (sekitar Rp3,8 miliar) dan mencatatkan diri sebagai pemain ketiga dalam sejarah EWC yang berhasil meraih gelar juara dua kali berturut-turut.
Selain itu, hasil ini juga memberikan 1.000 Club Championship Points bagi KuaiShou Gaming. Ditambah dengan pencapaian runner-up Xiaohai di pertandingan lain dalam turnamen yang sama, klub tersebut berhasil finis di peringkat 9 besar dengan total hadiah $700.000 USD.
Kemenangan Xiaohai semakin menegaskan dominasi pemain Tiongkok di kancah esports internasional, khususnya dalam genre fighting game. Bagi Xiaohai sendiri, gelar ini menjadi bukti konsistensinya selama lebih dari satu dekade berkarier dan memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda Street Fighter di dunia.