



Turnamen bergengsi China–ASEAN Esports Competition 2025 (CAEC 2025) akan menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan pesat dunia Esports Tanah Air. Kompetisi ini digelar pada 17–19 September 2025 di Nanning, Tiongkok, dan mempertemukan tim-tim terbaik dari kawasan ASEAN serta China.
Baca ini juga :» Terima Kasih Sudah Berjuang! Timnas MLBB Indonesia Raih Medali Perak di Asian Games 2026
» Kyedae, Mantan Kekasih TenZ, Konfirmasi Comeback Live Streaming Setelah 18 Bulan Hiatus dari Twitch
» Group Stage MLBB Asian Games 2026: Indonesia Masuk Grup Neraka di Aichi-Nagoya
» Atasi Hasil Kurang Memuaskan di Leg 1, Faviannn Gabung RRQ Hoshi
» Komdigi Rilis Daftar Aplikasi Dan Web Beresiko Tinggi Untuk Anak
» VALORANT Umumkan Patch 13.06, Salah Satu Update Terbesar Tahun Ini Jelang Champions Shanghai
» Boaster Diizinkan Cari Opsi Tim Baru di Luar FNATIC, End of an Era?
» EVOS Umumkan Kyy Pensiun, Lanjut Kemana?
CAEC 2025 merupakan kompetisi yang diinisiasi oleh Asia Electronic Sports Federation (AESF). Dimulai sejak 2024, turnamen ini kini menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekosistem Esports di China, sekaligus menjadi langkah strategis mempererat hubungan diplomatik antara China dan negara-negara ASEAN melalui Esports dan pertukaran budaya.
Sebanyak 11 negara akan ambil bagian dalam CAEC 2025, yaitu Brunei Darussalam, Tiongkok, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. Kompetisi akan mempertandingkan dua cabang gim populer, yaitu Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Valorant.
Di nomor MLBB, tim Indonesia diperkuat oleh Zulfikar (Audycs), Kenley Nathaniel Zefanya (Vell), Kenneth Marcello (Super Kenn), Muhammad Nur Efandy Yusuf (Cr1te), dan Sultan Muhammad (Aeronndhikii), dengan Muhammad Farizudin sebagai pelatih. Mereka akan bersaing di Grup A bersama Timor-Leste, Myanmar, Malaysia, dan Thailand.
Sementara di cabang Valorant, Indonesia menurunkan Rayhan Filardhi Azhar (Zhar), Thomas Alfiantino (Cud), Lingardi Putra (Woody), Davin (Gotten), dan Alehandro Fabian (Nakya), dengan Baskoro Dwi Putra sebagai pelatih. Tim ini tergabung di Grup A bersama Kamboja, Thailand, dan Malaysia.
Keikutsertaan Indonesia di CAEC 2025 menjadi langkah penting bagi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI). Ajang ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan atlet, memperkaya pengalaman bertanding, dan memperkuat daya saing Indonesia di level Asia.
“Partisipasi Indonesia di CAEC 2025 akan membawa semangat positif dan menjadi kesempatan penting untuk menambah jam terbang, sekaligus membuktikan bahwa atlet Esports Indonesia siap bersaing di level regional dan global,” ujar Wakil Ketua Bidang Kompetisi PB ESI, Glorya Famiella.
Rasa percaya diri Indonesia bukan tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, Esports Tanah Air mencatat sederet prestasi di ajang internasional. Tim eFootball Mobile Indonesia sukses memborong tiga medali emas sekaligus menjadi juara umum di ASEAN Youth Esports Championship (AYESC) 2025.
Timnas MLBB Women’s Indonesia yang diperkuat oleh tim Vitality juga berhasil menyabet gelar juara di Esports World Cup (EWC) 2025. Di ajang yang sama, tim-tim asal Indonesia seperti EVOS, RRQ Kazu, Vitality, dan ONIC Esports turut mendominasi cabang Free Fire.
Bahkan, Timnas Free Fire INA 2 yang diperkuat ONIC Esports berhasil meraih gelar juara di Free Fire World Series (FFWS) SEA Spring 2025 setelah tampil luar biasa dan mengungguli tim-tim kuat dari Asia Tenggara.
PB ESI meyakini bahwa partisipasi di CAEC 2025 tidak hanya menjadi kesempatan berkompetisi, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan visi menjadikan Esports sebagai cabang olahraga prestasi yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan mampu mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Dengan bekal prestasi gemilang dan dukungan penuh dari PB ESI, Indonesia siap menampilkan performa terbaik dan membawa pulang hasil membanggakan di China–ASEAN Esports Competition 2025.