



Nama Arknights kembali jadi sorotan setelah salah satu skin karakternya diduga menjiplak karya seniman independen. Kasus ini muncul dari laporan Anato Finnstark, ilustrator asal Prancis yang menyadari kemiripan mencolok antara fan art Bloodborne miliknya dan latar belakang pada skin “Explosive Blue Flame Blaze”.
Baca ini juga :» Anime WuWa is Real? Kuro Games Pamerin Adaptasi Serial Animasi Wuthering Waves: Elysium
» Valko Dibatalkan! Love and Deepspace Batalkan Karakter Baru Usai Tuai Kontroversi
» Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Langsung Lawan Brazil Kayak Tsubasa?
» MOONTON Makin Dekat dengan Komunitas Fighting Game, Kini Gandeng Street Fighter 6 untuk Kolaborasi Baru MLBB
» Resmi, Esports World Cup 2026 Pindah dari Riyadh ke Paris
» Genshin Impact Versi Nintendo Akhirnya Tidak Lagi "Ghoib"? Dataminer Temukan Indikasi Menuju Switch 2
» Produser Film Anime Your Name dan Suzume Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Eksploitasi Seksual Anak
» Serunya Event Lebarannya Para Wibu, Comifuro 22!
Dalam karyanya yang diunggah pada tahun 2020, Anato menggambar menara jam ikonik dari Bloodborne. Namun, bagian kaca besar berbentuk lingkaran di tengah ilustrasi itu tampak muncul kembali di skin Blaze lengkap dengan pola dan bentuk yang nyaris identik. Meski ada sedikit modifikasi, kemiripan tersebut terlalu spesifik untuk dianggap kebetulan.
Mmmm @ArknightsStaff ???
— Anato Finnstark/ NEW ACCOUNT (@AnatoFinnstark) November 4, 2025
Any word about this ? 🤨 pic.twitter.com/drbvKXfjia
Temuan ini awalnya ramai dibahas oleh komunitas lewat unggahan akun X (Twitter) @SUPAH_SUPAH, yang menyoroti perbandingan dua gambar tersebut. Postingan itu dengan cepat menyebar di kalangan pemain Arknights dan penggemar seni digital.
Skin bertema Halloween itu sebenarnya sudah dirilis sejak tahun lalu, namun baru kali ini indikasi plagiarisme terungkap setelah sang seniman menandai akun resmi Arknights di media sosial. Hingga saat artikel ini ditulis, Hypergryph selaku developer belum memberikan pernyataan resmi.
Menariknya, ini bukan pertama kali Arknights dikaitkan dengan isu serupa. Pada pertengahan tahun lalu, skin Ascalon juga sempat menjadi bahan perdebatan setelah ketahuan menggunakan pola dari monster Shagaru Magala di seri Monster Hunter. Kasus itu bahkan berujung pada pemecatan sang desainer oleh pihak studio.
Insiden terbaru ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan penggemar soal bagaimana tim desain Hypergryph mengelola aset visualnya. Banyak pemain berharap studio tersebut bisa lebih menghargai orisinalitas dan memberikan klarifikasi terbuka agar kepercayaan komunitas tidak semakin luntur.