



Nama Arknights kembali jadi sorotan setelah salah satu skin karakternya diduga menjiplak karya seniman independen. Kasus ini muncul dari laporan Anato Finnstark, ilustrator asal Prancis yang menyadari kemiripan mencolok antara fan art Bloodborne miliknya dan latar belakang pada skin “Explosive Blue Flame Blaze”.
Baca ini juga :» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» Dunia Anime Berduka: Kozo Shioya, Pengisi Suara Majin Buu, Meninggal Dunia
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Netflix Rilis Teaser One Piece Season 2, Penampilan Nico Robin Langsung Curi Perhatian
» Sudah Lengkap, Ini 8 Tim yang Akan Berlaga di Kings Invitational Season 4
» [VIDEO] Game Anime 'Soulslike' Balik Lagi, Jadi Sequel yang Benar-Benar Baru! Preview Code Vein II
» Game Anime "Soulslike" Balik Lagi, Jadi Sequel yang Benar-Benar Baru! Preview Code Vein II
» Pemenang Kotakgame Awards Kategori 2025 Mobile & Esports
Dalam karyanya yang diunggah pada tahun 2020, Anato menggambar menara jam ikonik dari Bloodborne. Namun, bagian kaca besar berbentuk lingkaran di tengah ilustrasi itu tampak muncul kembali di skin Blaze lengkap dengan pola dan bentuk yang nyaris identik. Meski ada sedikit modifikasi, kemiripan tersebut terlalu spesifik untuk dianggap kebetulan.
Mmmm @ArknightsStaff ???
— Anato Finnstark/ NEW ACCOUNT (@AnatoFinnstark) November 4, 2025
Any word about this ? 🤨 pic.twitter.com/drbvKXfjia
Temuan ini awalnya ramai dibahas oleh komunitas lewat unggahan akun X (Twitter) @SUPAH_SUPAH, yang menyoroti perbandingan dua gambar tersebut. Postingan itu dengan cepat menyebar di kalangan pemain Arknights dan penggemar seni digital.
Skin bertema Halloween itu sebenarnya sudah dirilis sejak tahun lalu, namun baru kali ini indikasi plagiarisme terungkap setelah sang seniman menandai akun resmi Arknights di media sosial. Hingga saat artikel ini ditulis, Hypergryph selaku developer belum memberikan pernyataan resmi.
Menariknya, ini bukan pertama kali Arknights dikaitkan dengan isu serupa. Pada pertengahan tahun lalu, skin Ascalon juga sempat menjadi bahan perdebatan setelah ketahuan menggunakan pola dari monster Shagaru Magala di seri Monster Hunter. Kasus itu bahkan berujung pada pemecatan sang desainer oleh pihak studio.
Insiden terbaru ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan penggemar soal bagaimana tim desain Hypergryph mengelola aset visualnya. Banyak pemain berharap studio tersebut bisa lebih menghargai orisinalitas dan memberikan klarifikasi terbuka agar kepercayaan komunitas tidak semakin luntur.