



Cybercrime Investigation and Coordinating Center (CICC) Filipina merilis laporan terbaru dari Threat Monitoring Center (TMC) dan menyatakan ada 15 influencer media sosial yang masih terpantau mempromosikan situs judi online ilegal. Salah satu nama yang muncul dalam daftar tersebut adalah OhMyV33NUS, pemain profesional Mobile Legends yang dikenal sebagai sosok penting di skena esports Asia Tenggara.
Masuk Dalam Pengawasan Resmi
Baca ini juga :» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» MPL Malaysia Season 17 Resmi Franchise, RRQ dan Bigetron Siap Ramaikan Persaingan
» Standar Baru Esports 2026: ASUS ROG Resmi Jadi Mitra Perangkat Utama PGL Season 2026
» Brigida Menolak Beras? Lebih Pilih Balas Chat Pak AP Ketimbang Ko Delwyn?
» ByteDance Dalam Pembicaraan Untuk Jual Moonton Ke Perusahaan Arab, Strategi Exit Dari Gaming?
» Skandal AoV SEA Games 2025: Screen Sharing Berujung Penangkapan dan Ban Seumur Hidup
» Alter Ego Ares Umumkan Roster PMPL ID Spring 2026, Zuxxy Resmi Kembali!
» Isyarat Skin FMVP? Postingan Aurora Gaming MLBB Bikin Fans Curiga Franco Jadi Pilihan Light
Dalam dokumen resmi bertanggal 13 November 2025, CICC mencantumkan nama Johnmar “OhMyV33NUS” Villaluna sebagai salah satu influencer yang memiliki jejak konten promosi menuju situs judi ilegal. Beberapa influencer lain bahkan mencantumkan email atau kontak publik, namun V33NUS termasuk yang tidak memiliki informasi tersebut, sehingga proses klarifikasi dari TMC memerlukan langkah investigasi lanjutan.

Daftar ini memuat akun dengan pengaruh besar, mulai dari dua hingga sembilan juta pengikut. CICC menilai bahwa jangkauan sebesar ini membuat promosi judi ilegal lebih berbahaya, terutama karena dapat menarik masyarakat ke platform tanpa lisensi yang berpotensi merugikan.
Potensi Pelanggaran Cybercrime
Menurut CICC, promosi situs judi ilegal tidak hanya dianggap sebagai endorsement yang tidak etis, tetapi bisa masuk kategori cybercrime. Hal ini disebabkan oleh:
Dalam beberapa situasi, aktivitas ini juga dapat dikaitkan dengan tindakan penipuan (estafa) apabila ditemukan unsur merugikan publik.
Akun Influencer Lain Ada yang Menghilang
Di dalam laporan terbaru, CICC juga menyebut bahwa salah satu akun influencer dalam daftar telah menghilang dari platform media sosial. Tidak dijelaskan apakah itu tindakan dari pemilik akun atau penegakan kebijakan dari platform, namun hal tersebut menunjukkan bahwa proses penindakan mulai berjalan.
Dampak untuk Dunia Esports
Masuknya nama OhMyV33NUS dalam daftar pengawasan tentu menimbulkan respons besar. Sebagai salah satu ikon MLBB, reputasinya sangat kuat di ranah esports, sehingga keterlibatannya dalam kasus ini membuat perhatian publik semakin besar.
Kasus ini juga bisa menjadi contoh penting bagi influencer dan pemain esports lain untuk lebih berhati-hati dalam memilih kerja sama komersial. Jika penyelidikan berlanjut ke tahap hukum, dampaknya bisa sangat signifikan bagi industri.
Kesimpulan
Keberadaan OhMyV33NUS dalam daftar CICC menunjukkan bahwa pemerintah Filipina semakin serius menindak promosi judi ilegal yang dilakukan melalui media sosial. Saat ini kasus masih berada dalam tahap pemantauan dan klarifikasi internal, dan perkembangan berikutnya akan menentukan bagaimana isu ini memengaruhi nama-nama besar di daftar tersebut, termasuk dunia esports secara keseluruhan.