



Team Jade baru saja merilis trailer terbaru untuk FPS militer Delta Force, menandai dimulainya Season Asarah yang menghadirkan map baru untuk mode Warfare ala Battlefield serta event khusus untuk mode extraction Operations. Namun euforia tersebut langsung terganggu setelah sang developer dituduh menggunakan asset milik game lain.
Baca ini juga :» Resmi, Pelaku Ringing di PMNC ID Spring Kena Diskualifikasi dan Sanksi 3 Tahun
» Istri Download Roblox untuk Bongkar Dugaan Suami Selingkuh Virtual, 15 Tahun Pernikahan Terancam Hancur
» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» ASUS APAC Partner Summit 2026: Strategi "EVOLVE" Menuju Dominasi Pasar Laptop AI
» Resmi, M8 World Championship Digelar di Turki, Jadi M Series Pertama di Eropa
» Revolusi Siaran F1: Rahasia di Balik Teknologi Pendingin Cair Lenovo Neptune yang Super Efisien
» Asus Resmi Pamit? Tidak Ada Smartphone Baru di 2026, Fokus Beralih ke AI
» Revolusi AI di CES 2026: Lenovo Perkenalkan Ekosistem Yoga & IdeaPad Paling Cerdas
Tudingan ini datang langsung dari Alistair McFarlane, COO Facepunch Studios developer dari game survival populer Rust. Melalui akun X, McFarlane menuding bahwa trailer Delta Force menampilkan 3D model plastic explosive yang sangat mirip dengan asset buatan Facepunch.
“Hey Delta Force, terima kasih sudah jadi fans berat Rust. Tolong hapus asset kami,” tulis McFarlane. “Kalau mau kolaborasi, tinggal bilang.”
Ia kemudian membagikan tautan ArtStation dari sang pembuat asset, Thomas Butters (Pilgrim), yang merupakan lead weapon & prop artist di Facepunch. Model tersebut terlihat hampir identik dengan yang tampil di trailer Delta Force. Meski tidak ada bukti bahwa Team Jade mengambil file asli, kemiripan desain membuat tuduhan plagiarisme menguat.
Team Jade Minta Maaf, Masalah Selesai
Beberapa jam setelah unggahan itu viral, McFarlane mengonfirmasi bahwa tim Delta Force sudah menghubunginya secara langsung dan meminta maaf. Ia menyebut masalah tersebut telah tuntas secara internal dan memuji cinematic trailer yang memuat asset bermasalah itu.
“Semoga lain kali ada Rust Hazmat di season berikutnya,” canda McFarlane.
Hingga kini, baik Team Jade maupun TiMi Studio Group belum memberikan pernyataan resmi ke publik. Trailer Delta Force masih bisa ditonton di X tanpa perubahan.
Fenomena “Copy-Paste” Industri Game dari China?
Kasus ini bukan yang pertama. Pada Juli lalu, Sony menggugat Tencent terkait game Light of Motiram, yang dianggap sebagai “clone” dari seri Horizon. Meski sang developer sempat menghapus asset yang terlalu mirip, Sony tetap mengajukan gugatan lanjutan dan menuduh Tencent melakukan “shell game” untuk menghindari masalah hukum.
Insiden Delta Force ini mempertegas kekhawatiran soal praktik “meniru” yang masih sering terjadi di industri game, khususnya pada beberapa studio besar Tiongkok.