



Sebuah janji sederhana di media sosial berubah menjadi pekerjaan raksasa. Developer indie ConnectedShadowGames akhirnya menepati janjinya setelah sebuah unggahan di X tentang game horor kooperatif Twilight Moonflower meledak dan mengumpulkan 64.901 likes.
Janji itu terdengar simpel: siapa pun yang menyukai unggahan tersebut akan dimasukkan ke dalam credit ending game. Tapi ketika jumlah likes membengkak jauh di luar perkiraan, sang kreator—yang dikenal dengan nama TaT—tidak mundur. Ia justru memilih menepati kata-katanya, meski harus mengorbankan sekitar 300 jam kerja tambahan.
Baca ini juga :» Harga Game Asal Indonesia Ini Rp10 juta di Steam? Kok Bisa Harga Setinggi Itu?
» Lead Designer Marvel Rivals dan seluruh timnya di-PHK massal oleh NetEase Games
» Let Me Out, Game Horror Lokal Akan Rilis Sebentar Lagi!
» Humble Games Restrukturasi, Pecat Seluruh Karyawan Mereka!
» Telah Hadir di Steam! DreadHaunt, Game Horor PC Baru dari Pengembang DreadOut
» Yuk ke Bandung! Mainkan Game Buatan Developer Lokal Terpilih di Festival Gim Indonesia
» Game Blockchain Buatan Lokal Eizper Chain Masuki Tahap Beta, Lakukan Penjualan Publik NFT Pertama
» Mau Bikin Tahu Isi Toge? Perusahaan Game Toge Productions Akusisi Tahoe Games Senilai 4 Miliar
Menurut akun resmi X Twilight Moonflower, adegan credit penutup game ini kini berdurasi sekitar 30 menit. Selama credit berjalan, pemain akan ditemani sebuah lagu orisinal yang ditulis dan dikomposisi oleh YouTuber sekaligus kreator musik Creator KY, membuat penutup game terasa lebih emosional dan spesial.
ニートわい
— T a T【タット】 (@TaT12364250) January 25, 2026
少しでも自作のゲームを知ってもらう為、いいねした人全員をエンディングに載せる約束をした結果
約60000人が集まるも、300時間かけて気合いで全員載せ切った模様 https://t.co/sALczMgUBU
Dalam unggahan terjemahan yang dibagikan pengembang, TaT menjelaskan niat awalnya:
“Demi membuat game solo saya lebih dikenal, saya berjanji akan mencantumkan semua orang yang menyukai postingan X ke dalam ending credits.
Hasilnya?
Lebih dari 60.000 orang menyukainya, dan saya berhasil memasukkan semuanya setelah 300 jam perjuangan.”
Twilight Moonflower adalah game co-op horror yang mengikuti kisah Shota, seorang kreator game indie yang kembali ke kampung halamannya. Pencariannya terhadap kenangan masa kecil—terutama tentang seorang gadis lemah yang dulu sering bermain bersamanya—berujung pada pengalaman mengerikan ketika ia terjebak di versi kota yang telah terdistorsi secara supranatural.

Game ini bisa dimainkan sendirian atau bersama hingga tiga pemain lain. Tugas pemain adalah mengidentifikasi dan menyegel fenomena gaib sambil menghindari yokai yang berkeliaran. Twilight Moonflower juga menawarkan tiga ending berbeda, mode Time Attack, serta Custom Mode yang memungkinkan pemain mengatur parameter permainan, membuat replayability-nya cukup tinggi.
Sempat dijadwalkan rilis tahun lalu, Twilight Moonflower kini dipastikan akan meluncur pada 30 Januari untuk PC melalui Steam. Dengan kisah unik di balik proses pengembangannya—dan credit ending paling niat yang pernah ada—game ini sudah berhasil mencuri perhatian bahkan sebelum resmi dirilis.
Kadang, satu janji kecil di internet memang bisa berubah jadi legenda.