space
DOMINASI TIM INDONESIA DI APAC PREDATOR LEAGUE 2026: BOOM ESPORTS & REKONIX SABET GELAR RUNNER-UP!
Pop
Kamis, 29 Jan 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Panggung megah Bharat Mandapam Convention Centre baru saja menjadi saksi bisu berakhirnya turnamen bergengsi Asia Pacific (APAC) Predator League 2026. Setelah dua hari penuh aksi intens dan hiburan kelas atas, turnamen yang mempertemukan talenta terbaik dari 14 wilayah Asia Pasifik ini resmi ditutup dengan catatan manis bagi perwakilan Indonesia.

Dua tim kebanggaan Tanah Air, BOOM Esports (Valorant) dan REKONIX (DOTA 2), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menembus babak Grand Final. Keduanya sukses mengamankan posisi runner-up dan membawa pulang total hadiah masing-masing sebesar USD 20.000 (sekitar Rp315 juta).


Perjalanan Epik BOOM Esports di Divisi Valorant

BOOM Esports memulai langkah mereka di kategori Valorant dengan performa yang sangat dominan. Sejak fase grup, "The Hungry Beast" tampil tak terbendung dengan melibas Team NKT, GGEZ, dan LIT Esports. Dominasi mereka berlanjut di semifinal setelah menumbangkan XIPTO untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Di babak final, BOOM Esports harus berhadapan dengan lawan tangguh asal Vietnam, Fancy United Esports. Pertarungan berlangsung sengit di dua map, di mana kedua tim saling jual beli serangan. Namun, solidnya strategi tim Vietnam memaksa BOOM Esports puas di posisi kedua. Meski begitu, performa BOOM Esports di ajang ini membuktikan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kekuatan utama Valorant di Asia Tenggara.


Baca ini juga :
» BTR dan RRQ Dikabarkan Tertarik Masuk MPL Malaysia, Siapa Menyusul?
» Predator Helios 16 AI: Laptop "Monster" Terbaru untuk Kreator & Gamer di Indonesia
» Siap-siap Nyicip! Game Masak 'KuloNiku: Bowl Up!' Besutan Gambir Studio Meluncur 7 April di PC
» SaintDeLucaz Resmi Tinggalkan TLID, Kini Jadi Assistant Coach Team Rey di MPL MY
» Klasemen PMPL ID Spring 2026 Week 2: Team Pandum Puncaki Papan, RRQ Mulai Bangkit
» Reuni Max dan Chloe: Babak Terakhir Saga Life is Strange Siap Rilis Maret 2026!
» Sasa Resmi Jadi Head Coach RRQ Tora untuk MPL Malaysia Season 17
» Alter Ego Umumkan Roster MPL ID Season 17, Tambah Jungler Baru

REKONIX Tunjukkan Taji di DOTA 2

Tak mau kalah, REKONIX juga tampil disiplin di kategori DOTA 2. Berjuang melalui jalur Upper Bracket, tim ini menunjukkan kematangan strategi dan kerja sama yang luar biasa. Ketangguhan mereka membawa REKONIX melaju mulus hingga babak final.

Lawan terakhir yang harus mereka hadapi adalah Myth Avenue Gaming, juara bertahan asal Malaysia. Duel klasik ini berlangsung dengan tensi tinggi. Walaupun harus mengakui keunggulan pengalaman Myth Avenue Gaming, posisi runner-up yang diraih REKONIX menjadi bukti nyata bahwa regenerasi dan kapasitas tim DOTA 2 Indonesia masih sangat diperhitungkan di kancah internasional.

Seiring dengan berakhirnya perhelatan di India, estafet tuan rumah resmi diserahkan kepada Vietnam untuk APAC Predator League 2027. Hal ini tentu menjadi tantangan baru bagi para pro-player di kawasan Asia Pasifik.

Bagi tim-tim lokal yang ingin mengikuti jejak sukses BOOM Esports dan REKONIX, bersiaplah! Pendaftaran untuk Predator League Indonesia rencananya akan kembali dibuka pada Oktober 2026. Ini adalah kesempatan emas bagi bakat-bakat baru untuk mengharumkan nama bangsa di kancah esports dunia.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close