space
NETEASE STOP PENDANAAN NAGOSHI GAMING STUDIO, GANG OF DRAGON TERANCAM BATAL
PS5
Minggu, 08 Mar 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Perusahaan teknologi dan game asal China, NetEase, dilaporkan akan menghentikan pendanaan untuk Nagoshi Studio, studio game yang dipimpin oleh kreator terkenal di balik franchise Yakuza, yaitu Toshihiro Nagoshi. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi investasi dalam pengembangan game secara global.

Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, para karyawan di Nagoshi Studio telah diberitahu mengenai keputusan ini pada hari Jumat. Juru bicara NetEase juga mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa perusahaan akan menghentikan pembiayaan studio tersebut mulai bulan Mei.

Langkah ini menandai potensi penutupan Nagoshi Studio yang baru berdiri beberapa tahun lalu, sekaligus mencerminkan tantangan besar yang sedang dihadapi industri game global.

Baca ini juga :
» Sword of Justice Update v1.2.0 Hadirkan School Baru, Gameplay Inovatif dan Konten yang Berlimpah
» RPG Open-World Bertema "Ocean-Fantasy" Baru dari NetEase, Sea of Remnants Unjuk Trailer Gameplay Baru!
» Naraka: Bladepoint Siap Sambut 2026 dengan Musim Baru, Hero Baru, dan Evolusi Wuxia!
» Where Winds Meet Siapkan Update Besar pada 9 Januari 2026, Hadirkan Goose Overlord!
» Sambut Tahun 2026, Sword of Justice Hadirkan Banyak Update dan Kolaborasi dengan Cosplayer Hakken!
» Skin Ini di Where Winds Meet Bisa Seharga Lebih Dari Rp666 juta Rupiah Jika Tidak Beruntung!
» Sword of Justice Punya AI NPC yang Bisa Ngobrol, Nginget Aib Pemain, sampai Bikin Drama Sendiri
» Capai Total 2 Juta Pemain, Where Winds Meet Laris Manis di Steam dan PlayStation Store!

Meskipun industri game kini menghasilkan pendapatan yang bahkan melampaui industri film Hollywood, dalam beberapa tahun terakhir sektor ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari berbagai bentuk hiburan lain, terutama media sosial dan platform digital.

Persaingan tersebut membuat sejumlah perusahaan game melakukan penyesuaian strategi, termasuk pengurangan investasi dan penutupan studio.

Nagoshi Studio didirikan pada tahun 2021 setelah Toshihiro Nagoshi memutuskan meninggalkan perusahaan game Jepang Sega Sammy Holdings untuk memulai proyek independennya sendiri.

Pada saat itu, dua raksasa teknologi China, yaitu NetEase dan Tencent, berlomba-lomba merekrut talenta game Jepang untuk memperkuat ekspansi mereka di pasar internasional. Nagoshi akhirnya bergabung dengan NetEase dan mendirikan studio barunya.

Dalam beberapa tahun terakhir, NetEase mulai memangkas investasi di sektor game sebagai bagian dari inisiatif yang dipimpin oleh pendiri sekaligus CEO perusahaan, William Ding.

Kebijakan ini telah menyebabkan berbagai pengurangan tenaga kerja serta penutupan studio di berbagai negara. Di Jepang sendiri, NetEase sebelumnya telah menutup Ouka Studio pada akhir 2024, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu tim pelopor ekspansi global perusahaan.

Berbeda dengan Ouka Studio, Nagoshi Studio sempat diberi kesempatan untuk menyelesaikan proyek game pertamanya yang sedang dikembangkan.

Pada bulan Desember lalu, Nagoshi Studio sempat merilis teaser untuk game pertamanya yang berjudul Gang of Dragon.

Namun, keputusan NetEase untuk menghentikan pendanaan terjadi sebelum game tersebut dirilis. Salah satu sumber menyebutkan bahwa perusahaan menemukan proyek tersebut masih membutuhkan tambahan dana setidaknya ¥7 miliar (sekitar US$44,4 juta) agar bisa diselesaikan.

Saat ini, Toshihiro Nagoshi dilaporkan sedang berusaha mencari investor atau sponsor baru untuk melanjutkan pengembangan game tersebut. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pihak studio juga tengah berdiskusi dengan NetEase mengenai nasib aset dan materi game yang telah dikembangkan sejauh ini.

Menurut sumber yang sama, NetEase menyatakan bahwa Nagoshi Studio tetap diperbolehkan melanjutkan proyeknya secara mandiri. Namun jika studio ingin mempertahankan aset atau merek yang telah dibuat, mereka harus menanggung seluruh biaya terkait.

NetEase juga disebut hanya bersedia melakukan negosiasi lebih lanjut jika studio mampu membayar biaya tersebut secara mandiri.

Meski telah mengonfirmasi penghentian pendanaan, juru bicara NetEase tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai persyaratan atau ketentuan pemutusan kerja sama dengan Nagoshi Studio.

Situasi ini membuat masa depan Nagoshi Studio dan proyek game Gang of Dragon masih belum jelas, sekaligus menambah daftar panjang restrukturisasi yang terjadi di industri game global.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close