space
BOS NVIDIA & BETHESDA KOMPAK BALAS KRITIK PEDAS TERKAIT DLSS 5
PC
4 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

NVIDIA baru saja menggebrak dunia gaming lewat pengumuman DLSS 5 di ajang GTC 2026. Teknologi ini disebut-sebut sebagai lompatan terbesar sejak real-time ray tracing diluncurkan tahun 2018. CEO NVIDIA, Jensen Huang, bahkan menyebut DLSS 5 sebagai “GPT moment for graphics” perpaduan antara rendering tradisional buatan tangan dengan generative AI untuk menghasilkan visual yang jauh lebih realistis.

Tapi, respons komunitas? Banyak yang malah marah besar. Banyak gamer dan seniman di Reddit, X (Twitter), sampai YouTube bilang hasilnya terlihat seperti “AI slop” atau filter Instagram yang berlebihan — wajah karakter jadi terlalu halus, pencahayaan terasa overprocessed, dan kesan uncanny valley muncul di mana-mana. Komentar di video demo resmi NVIDIA bahkan hampir 100% negatif, dengan keluhan utama: ini bukan lagi upscaling biasa, tapi malah mengubah arah seni asli game.

Jensen Huang sendiri langsung angkat bicara membela teknologi ini. Menurut dia, para gamer yang mengkritik “completely wrong”. Ia menegaskan bahwa DLSS 5 tetap memberi kontrol penuh ke developer untuk atur intensitas, color grading, masking, dan elemen lain. Artis bisa memilih seberapa jauh AI diterapkan, bahkan mematikan fitur tertentu agar sesuai visi kreatif mereka. Huang bilang ini bukan menggantikan seniman, melainkan memberi alat baru supaya visual lebih mendekati realitas tanpa kehilangan kontrol artistik.

Di sisi lain, ada dukungan dari kalangan developer. Todd Howard dari Bethesda Game Studios (bukan Jason Todd ya, mungkin typo atau salah dengar dari nama terkenal di komunitas) ikut angkat suara positif. Ia bilang saat mencoba DLSS 5 di Starfield, hasilnya “amazing” dan “brought it to life”. Bethesda bahkan sudah konfirmasi akan pakai teknologi ini di Starfield serta game mendatang mereka. Beberapa developer lain seperti dari Capcom (untuk Resident Evil Requiem) dan Ubisoft juga terlihat antusias.

NVIDIA sendiri merespons kritik dengan statement resmi yang dipasang di bawah video demo mereka. Mereka ulangi lagi: DLSS 5 sepenuhnya opsional, developer punya kendali artistik total, dan teknologi ini tetap menggabungkan super resolution, frame generation, ray reconstruction, plus neural rendering baru yang infus pencahayaan fotorealistik dan material berbasis AI.

Kontroversi ini sebenarnya wajar. DLSS dari generasi ke generasi selalu menuai pro dan kontra — mulai dari DLSS 1.0 yang buruk, sampai DLSS 3 yang frame gen-nya bikin banyak orang excited. Kali ini, karena ada elemen generative AI yang lebih agresif (terutama di wajah dan pencahayaan), reaksi negatifnya lebih kencang. Banyak yang takut game indie atau bergaya stylized malah terpaksa ikut tren “photoreal” yang sebenarnya tidak cocok.

Baca ini juga :
» Akhirnya Bethesda Kini Fokus Penuh Garap The Elder Scrolls 6
» MSI GeForce RTX 5090 32G LIGHTNING Z: Kartu Grafis Terkencang untuk Overclocking Ekstrem
» Tahun Baru Saatnya Rakit PC Baru! Review MSI GeForce RTX™ 5070 12G VANGUARD
» ASUS Merilis Ascent GX10: Superkomputer AI Pribadi Bertenaga NVIDIA Blackwell yang Ringkas dan Revolusioner
» Nvidia Caplok 4% Saham Intel, Kolaborasi Demi AI
» Tanpa Kedua Pelanggan Ini, Nvidia Kemungkinan Besar Akan Cepat Bangkrut! Siapa Mereka?
» Pengumuman Terbesar NVIDIA di Gamescom 2025: DLSS 4 dan RTX Remaster
» Berbagai Peningkatan Nvidia Sebelum Hadir Dalam Acara Gamescom 2025!

Tapi NVIDIA dan developer pendukungnya bilang: ini cuma alat. Mau pakai full power untuk visual next-gen? Bisa. Mau minimalis supaya tetap setia pada art direction asli? Juga bisa. Bahkan total dimatikan pun oke.

Kita tunggu saja implementasi real-nya nanti di game-game besar. Apakah DLSS 5 bakal jadi game-changer seperti yang dijanjikan Jensen Huang, atau malah bikin gamer makin alergi sama AI di gaming? Yang jelas, diskusi ini bakal panas sampai musim gugur 2026 nanti.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close