space
NVIDIA CAPLOK 4% SAHAM INTEL, KOLABORASI DEMI AI
PC
Minggu, 28 Sep 2025

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Pada 18 September 2025, NVIDIA dan Intel telah mengumumkan kerja sama yang menandai era baru dalam dunia teknologi AI. Kerja sama ini bukan hanya melibatkan pengembangan produk bersama, tapi juga investasi signifikan dari NVIDIA ke Intel. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem dunia AI, mulai dari pusat data hingga perangkat personal, di tengah persaingan ketat di industri semikonduktor.

Pengumuman ini datang di saat Intel sedang berjuang untuk bangkit dari tantangan pasar, sementara NVIDIA terus mendominasi pasar GPU AI. Dengan integrasi teknologi canggih, kedua perusahaan ini bertujuan menciptakan platform yang lebih efisien dan inovatif untuk era AI mendatang.

Tim Hijau dan Biru Bersatu

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan multi-generasi produk pusat data dan PC berbasis AI. Nvidia akan berinvestasi sebesar $5 miliar dalam saham biasa Intel, dengan harga pembelian $23,28 per saham, yang menjadikan NVIDIA sebagai salah satu pemegang saham terbesar Intel dengan sekitar 4% kepemilikan setelah penerbitan saham baru.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulasi, ditambah Intel juga menerima suntikan dana dari pihak lain, seperti $2 miliar dari SoftBank dan $5,7 miliar dari pemerintah AS, yang mengambil 10% saham.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebutkan kolaborasi ini sebagai "fusi dua platform kelas dunia" yang menggabungkan stack AI NVIDIA dengan CPU Intel x86 dan ekosistemnya yang luas. Sementara itu, CEO Intel, Lip-Bu Tan, kembali menekankan bagaimana kemampuan manufaktur dan packaging Intel akan melengkapi kepemimpinan NVIDIA di komputasi akselerasi AI.

Secara spesifik, Intel akan memproduksi CPU x86 kustom untuk NVIDIA, yang diintegrasikan ke platform AI NVIDIA untuk pusat data. Untuk segmen PC, Intel akan mengembangkan system-on-chip (SoC) x86 yang menyertakan chiplet GPU NVIDIA RTX, memungkinkan PC berkinerja tinggi dengan grafis terintegrasi yang lebih kuat.

Pengumuman ini disiarkan melalui webcast bersama kedua CEO pada pukul 10 pagi waktu setempat, menyoroti komitmen jangka panjang tanpa melibatkan manufaktur kontrak langsung untuk chip NVIDIA. Investasi ini juga dilihat sebagai langkah NVIDIA untuk mendukung Intel, yang sahamnya naik hingga 25% setelah kedua perusahaan mengumumkan hal tersebut.

Baca ini juga :

» Writer Clair Obscur: Expedition 33 Menolak Pakai AI Untuk Tulisannya, Kenapa?
» Bos Nvidia & Bethesda Kompak Balas Kritik Pedas Terkait DLSS 5
» Predator Helios 16 AI: Laptop "Monster" Terbaru untuk Kreator & Gamer di Indonesia
» Inovasi AI Lenovo di MWC 2026: Masa Depan Kerja Hybrid yang Cerdas dan Modular
» ASUS NUC 16 Pro: Mini PC Copilot+ Bertenaga AI untuk Profesional Masa Kini
» AMD Luncurkan Ryzen AI Embedded P100 Series: Revolusi "Physical AI" dan Robotika Masa Depan
» Cara Lenovo Aura Edition Transformasi Hambatan Jadi Peluang Bisnis Lewat AI
» Permintaan CPU AMD Meledak Berkat 'Agentic AI', Lisa Su Beri Peringatan Stok Mulai Menipis

Langkah Selamatkan Intel yang Sekarat?

Kolaborasi ini memiliki implikasi luas bagi industri teknologi. Di sisi teknologi, integrasi NVLink NVIDIA dengan arsitektur Intel x86 diharapkan menciptakan komunikasi chip-ke-chip yang lebih cepat, mengatasi hambatan dalam komputasi hyperscale dan enterprise AI. Ini bisa merevolusi PC dengan iGPU RTX terintegrasi, membuat perangkat lebih efisien untuk tugas AI on-device, seperti editing video atau machine learning lokal. Partnership ini memperkuat posisi AS di tengah ketegangan geopolitik chip, dengan NVIDIA membantu Intel bersaing melawan TSMC dan AMD.

Dari segi bisnis, kesepakatan ini mengancam kompetitor seperti AMD, yang strategi AI-nya tetap kuat tapi kini menghadapi aliansi baru, serta TSMC sebagai pemasok utama NVIDIA. Analis Nancy Tengler dari Laffer Tengler Investments melihat ini sebagai potensi menuju akuisisi atau restrukturisasi Intel.

Menurut para analis, kolaborasi ini diharapkan mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, termasuk otomotif dan healthcare, sambil memperkuat dominasi NVIDIA dan Intel di sektor industri. Namun, tantangan seperti regulasi antitrust dan ketergantungan pada manufaktur AS tetap menjadi risiko.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close