space
DIRECTOR FF14, YOSHI-P: FANS BARU JRPG SULIT BEREGENERASI KARENA HAL INI
PC
12 jam yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Naoki Yoshida alias Yoshi-P, sutradara Final Fantasy 14 dan salah satu nama penting di Square Enix, blak-blakan soal tantangan besar seri Final Fantasy di era sekarang. Menurutnya, jeda rilis antar judul utama yang semakin panjang bikin pemain muda sulit merasa “dekat” dengan franchise JRPG legendaris ini, beda dengan generasi yang tumbuh bareng rilisan-rilisan awalnya.

Yoshi-P sendiri sudah 53 tahun dan mengaku mengikuti Final Fantasy sejak seri pertama, jadi dia benar-benar merasakan perjalanan seri ini dari masa ke masa. Di sisi lain, generasi baru gamer tumbuh di lingkungan game action yang serba cepat dan kompetitif online, sehingga pendekatan Final Fantasy terbaru justru bisa terasa kurang menggigit buat mereka. Ia menilai, entah karena pola permainan atau jarak waktu antar rilis, “entri terbaru dalam seri ini mungkin lebih sulit untuk direspons” oleh pemain muda

Square Enix saat ini masih disibukkan dengan berbagai proyek Final Fantasy, mulai dari entry ketiga sekaligus penutup trilogi Final Fantasy 7 Remake hingga Final Fantasy 17 yang masih di tahap konsep awal. Masalahnya, Final Fantasy 16 sebagai seri utama terakhir sudah hampir tiga tahun meluncur dan sejauh ini belum ada tanda-tanda kelanjutan mainline berikutnya. Kalau dibandingkan dengan masa lalu, jeda antara Final Fantasy 7 dan 8 “hanya” sekitar dua tahun, dan ritme yang lebih rapat ini membantu pemain merasa selalu ditemani seri baru dalam waktu yang relatif singkat

Perbedaan ritme rilis inilah yang menurut Yoshi-P membuat seri Final Fantasy terasa lebih nempel di kalangan penggemar yang sudah lama mengikuti, ketimbang generasi yang baru masuk sekarang. Para pemain lama tumbuh bersama tiap judul baru yang datang dalam interval lebih pendek; sementara gamer muda sering kali cuma melihat Final Fantasy sebagai nama besar yang jarang mengeluarkan sesuatu yang benar-benar baru. Hasilnya, ada jarak emosional yang sulit dijembatani, apalagi di tengah banjirnya game baru dari berbagai genre.

Baca ini juga :

» Nihon Falcom Pastikan Mengakhiri Trails Series Di Tahun 2032
» Nihon Falcom Umumkan Project Dragon Slayer Terbaru Untuk Ulang Tahun yang Ke-45 Tahun!
» Akhirnya Rilis! Final Fantasy VII Remake Intergrade Hadir di Nintendo Switch 2 dan Xbox
» Persona Rayakan 30th Anniversary dengan Artwork Spesial dan Video dari Kazuhisa Wada!
» Desainer Karakter Final Fantasy IX, Toshiyuki Itahana, Resmi Tinggalkan Square Enix
» Belum Jelas Mengenai Remake Final Fantasy IX, Setidaknya Nanti Ada Animenya Tahun 2028
» Director Clair Obscur: Expedition 33 Terima Kasih Kepada Video Youtube dan Hironobu Sakaguchi untuk GOTY
» Clair Obscur: Expedition 33 dan Final Fantasy VII Remake Lakukan Joint Event Untuk Para Fans di Perancis!

Meski begitu, Yoshi-P tidak sekadar mengeluh soal kondisi ini, ia juga punya harapan dan visi yang cukup optimistis. Ia ingin proyek-proyek Final Fantasy ke depan, termasuk eksperimen format dan game barunya, bisa dinikmati sekaligus oleh fan lama maupun pemain baru yang selama ini hanya kenal karakter atau nama serinya saja. Ia berharap game-game ini bisa menjadi “tempat” bagi pemain untuk membangun komunitas, bersorak bareng, dan pada akhirnya menemukan dunia Final Fantasy yang lebih luas.

Buat pemain muda, Yoshi-P membayangkan Final Fantasy bisa menjadi gerbang awal sebelum mereka menyelam lebih dalam ke seri-seri lama maupun proyek lain di dalam IP yang sama. Kalau ruang komunitas ini berhasil tercipta, ia yakin itu akan jadi sesuatu yang luar biasa, baik untuk fans veteran yang sudah mengikuti dari era klasik, maupun pendatang baru yang baru pertama kali menyentuh seri ini. Dengan kata lain, tantangan jeda rilis dan pergeseran generasi justru ia lihat sebagai peluang untuk menciptakan bentuk pengalaman Final Fantasy yang terasa segar tapi tetap setia pada akar seri.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close