space
NIHON FALCOM UMUMKAN PROJECT DRAGON SLAYER TERBARU UNTUK ULANG TAHUN YANG KE-45 TAHUN!
PC
Selasa, 10 Mar 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Setelah lebih dari empat dekade sejak pertama kali diperkenalkan, franchise klasik Dragon Slayer akhirnya akan kembali. Pengembang legendaris Jepang Nihon Falcom mengumumkan bahwa mereka sedang menghidupkan kembali seri tersebut sebagai bagian dari perayaan ulang tahun perusahaan yang ke-45. Meski pengumuman ini langsung menarik perhatian para penggemar RPG, Falcom masih belum membagikan detail lebih lanjut mengenai jadwal rilis, platform, maupun arah gameplay dari proyek Dragon Slayer terbaru tersebut.

Nama Dragon Slayer sendiri memiliki tempat penting dalam sejarah genre RPG. Game pertamanya, Dragon Slayer, dirilis pada 1984 untuk komputer Jepang PC-8001 dan dikenal sebagai salah satu pelopor action RPG pada masanya. Ketika sebagian besar RPG saat itu masih didominasi oleh roguelike atau dungeon crawler berbasis perintah, Dragon Slayer menghadirkan pendekatan berbeda dengan gameplay aksi secara langsung. Walaupun game ini tidak pernah dirilis secara resmi di luar Jepang, desain dungeon yang penuh teka-teki serta perspektif top-down yang digunakannya kemudian memberikan pengaruh besar pada perkembangan genre, bahkan terhadap game ikonik seperti The Legend of Zelda.


Setelah kesuksesan awal Dragon Slayer, Falcom terus bereksperimen dengan konsep action RPG melalui sejumlah proyek lain seperti Xanadu dan Sorcerian. Meski tidak selalu memiliki hubungan cerita yang jelas, berbagai judul tersebut secara longgar dianggap bagian dari keluarga besar Dragon Slayer. Seiring waktu, franchise ini berkembang dan melahirkan spin-off penting yang kemudian menjadi seri tersendiri, yakni The Legend of Heroes. Seri tersebut pada akhirnya berevolusi menjadi franchise Trails yang kita kenal sekarang, termasuk judul populer seperti Trails in the Sky, yang menjadi salah satu pilar utama katalog Falcom bersama seri action RPG lain mereka, Ys.

Dalam beberapa dekade terakhir, Falcom memang lebih fokus mengembangkan dua seri utamanya tersebut. Sejak 2010-an, studio ini cenderung bergantian merilis game baru dari franchise Ys dan Trails, dengan hanya beberapa pengecualian seperti Tokyo Xanadu yang sempat memperluas katalog mereka. Strategi tersebut terbukti cukup efektif, terutama setelah game-game Falcom mulai dipasarkan secara global melalui berbagai mitra penerbit baru.


Beberapa tahun terakhir bahkan menjadi periode yang sangat positif bagi Falcom. Peluncuran global dari Trails in the Sky First Chapter misalnya, disebut memberikan lonjakan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan. Menurut laporan internal, pendapatan Falcom meningkat hingga sekitar 670 persen setelah ekspansi global tersebut. Game lain seperti Trails beyond the Horizon juga membantu memperluas basis penggemar seri ini di luar Jepang.

Meski demikian, presiden Falcom Toshihiro Kondo menegaskan bahwa perusahaan tetap berusaha menjaga ekspektasi secara realistis. Dalam wawancara sebelumnya, ia menyebut Falcom tidak berniat bersaing secara langsung dengan studio raksasa dari China atau Korea yang memiliki sumber daya jauh lebih besar. Alih-alih mengejar skala produksi besar, Falcom ingin tetap mempertahankan identitas kreatif yang menjadi ciri khas game-game mereka selama ini.

Kondo menjelaskan bahwa meskipun penting bagi perusahaan untuk bekerja secara terstruktur sebagai organisasi, karya yang lahir dari ide personal dan keinginan kreator untuk membuat sesuatu yang mereka sukai justru memiliki daya tarik unik. Filosofi ini membuat Falcom tetap menekankan individualitas dalam proses pengembangan game mereka.

Kebangkitan kembali Dragon Slayer juga masuk akal dari sudut pandang bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar keuntungan Falcom datang dari lisensi dan distribusi global game-game Trails dan Ys. Dengan menghidupkan kembali salah satu seri tertua dan paling berpengaruh dalam sejarah mereka, Falcom berpeluang memperkenalkan Dragon Slayer kepada generasi pemain baru yang sebelumnya tidak pernah memiliki kesempatan untuk merasakan franchise klasik tersebut.

Baca ini juga :
» Akhirnya Bethesda Kini Fokus Penuh Garap The Elder Scrolls 6
» Nihon Falcom Pastikan Mengakhiri Trails Series Di Tahun 2032
» Granblue Fantasy: Relink Dapat Ekspansi Endless Ragnarok, Rilis Juli 2026
» Orang Ini Lulu JLPT N3 Berkat Game Eroge!
» Review Code Vein II - Belajar Banyak Dari Yang Pertama, Tapi Masih Butuh Belajar Lagi
» RPG Open-World Bertema "Ocean-Fantasy" Baru dari NetEase, Sea of Remnants Unjuk Trailer Gameplay Baru!
» Persona Rayakan 30th Anniversary dengan Artwork Spesial dan Video dari Kazuhisa Wada!
» [VIDEO] Game Anime 'Soulslike' Balik Lagi, Jadi Sequel yang Benar-Benar Baru! Preview Code Vein II

Untuk saat ini, detail mengenai proyek Dragon Slayer baru masih sangat terbatas. Namun bagi penggemar RPG klasik dan sejarah industri game Jepang, kembalinya franchise legendaris ini tentu menjadi perkembangan yang sangat menarik untuk ditunggu dalam beberapa tahun ke depan.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close