



Game Crimson Desert tengah menjadi sorotan setelah ditemukan penggunaan aset berbasis kecerdasan buatan generatif (AI) yang ternyata lolos hingga versi final. Temuan ini pertama kali mencuat dari para pemain yang menyadari adanya elemen visual aneh dan tidak selaras dengan keseluruhan desain game.
Menanggapi hal tersebut, pengembang Pearl Abyss akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf. Mereka menjelaskan bahwa aset berbasis AI tersebut sebenarnya hanyalah material sementara (placeholder) yang digunakan pada tahap awal pengembangan dan seharusnya sudah diganti sebelum perilisan resmi.
We would like to address questions regarding the use of AI in Crimson Desert.
— Crimson Desert (@CrimsonDesert_) March 22, 2026
During development, some 2D visual props were created as part of early-stage iteration using experimental AI generative tools. These assets helped us rapidly explore tone and atmosphere in the earlier…
Dalam pernyataan resminya di media sosial, Pearl Abyss mengungkapkan bahwa teknologi AI generatif digunakan secara terbatas untuk mengeksplorasi nuansa visual dan atmosfer game. Namun, mereka mengakui kesalahan karena tidak menghapus seluruh aset tersebut sebelum rilis, sekaligus tidak memberikan transparansi kepada publik terkait penggunaannya.
Pihak developer juga menegaskan bahwa kurangnya keterbukaan ini tidak dapat dibenarkan, meskipun penggunaan AI terjadi di tahap produksi awal.
Sebagai langkah perbaikan, Pearl Abyss kini tengah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh aset dalam game. Mereka berkomitmen untuk mengganti semua konten yang terdampak dan merilis pembaruan melalui patch di waktu mendatang.
Regarding #CrimsonDesert support for Intel Arc:
— Crimson Desert (@CrimsonDesert_) March 23, 2026
We are currently working on compatibility and optimization support so that Crimson Desert can also be enjoyed on Intel Arc GPU systems. We are preparing to provide a smooth and stable gameplay experience, and we ask for your…
Selain itu, perusahaan juga berjanji akan memperbaiki proses internal agar komunikasi dengan pemain menjadi lebih transparan dan konsisten ke depannya.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi di industri game, terutama terkait penggunaan AI. Platform distribusi seperti Steam memang tidak melarang penggunaan konten AI, tetapi mewajibkan pengembang untuk mengungkapkan penggunaannya secara jelas kepada konsumen di halaman penjualan.
Baca ini juga :» Review Buruk Crimson Desert, Saham Pearl Abyss Ambruk 30%
» Pearl Abyss Resmi Rilis Crimson Desert Secara Global!
» Dev Crimson Desert Pastikan Tidak Ada VO AI, Semuanya Manusia!
» Crimson Desert Diumumkan! MMORPG Terbaru dari Pearl Abyss Sekaligus Prekuel Black Desert!
Kurangnya pengungkapan dari Pearl Abyss berpotensi menimbulkan masalah dengan kebijakan tersebut, meskipun kasus ini baru terungkap setelah rilis.
Selama ini, Crimson Desert dikenal karena kualitas grafis dan peningkatan gameplay yang signifikan. Namun, kontroversi terkait penggunaan AI generatif ini bisa menjadi catatan negatif yang memengaruhi persepsi pemain.
Meskipun demikian, langkah cepat Pearl Abyss dalam mengakui kesalahan dan melakukan perbaikan diharapkan dapat memulihkan kepercayaan komunitas gamer di masa depan.