



Harga saham perusahaan game asal Korea Selatan, Pearl Abyss, mengalami penurunan tajam pada 19 Maret 2026. Penurunan ini terjadi tak lama setelah ulasan awal untuk game terbaru mereka, Crimson Desert, mulai bermunculan.
Para investor sebelumnya menaruh harapan besar terhadap game ini, mengingat proses pengembangannya memakan waktu hingga tujuh tahun dengan biaya produksi yang sangat tinggi. Namun, meskipun mendapatkan skor yang cukup baik, hasil tersebut dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi tinggi pasar.

Dalam waktu singkat, harga saham Pearl Abyss anjlok hampir 30 persen, tepatnya sekitar 29,88 persen saat perdagangan berlangsung di KOSDAQ. Penurunan ini menyebabkan nilai pasar perusahaan menyusut lebih dari satu miliar dolar AS, dengan harga saham turun ke level 46.000 KRW.
Sejumlah analis menilai reaksi negatif pasar dipicu oleh skor ulasan yang hanya mencapai angka 78 di Metacritic. Padahal, investor sebelumnya memperkirakan game ini bisa meraih nilai di kisaran pertengahan hingga akhir 80-an, mengingat skala proyek yang besar dan ambisius.
Baca ini juga :» Hideki Kamiya Dan Yoko Taro Akui Teknologi Game Korea Ungguli Jepang
» CEO Pearl Abyss Akui Cerita Crimson Abyss "Kurang Matang", Rencana Ekspansi, Hingga Kabar Game DokeV Mereka
» Saham Pearl Abyss Kembali Naik Setelah Turun Parah. Epic Comeback, Kah?
» Review Crimson Desert: Visual Indah, Gameplay Asyik. Tapi Yaudah, Gitu Aja
» Ketahuan Pakai AI Gen, Crimson Desert Minta Maaf Dan Akan Lakukan Audit
» Pearl Abyss Resmi Rilis Crimson Desert Secara Global!
» Dev Crimson Desert Pastikan Tidak Ada VO AI, Semuanya Manusia!
» Developer dari Black Desert Donasikan Rp 1,1 Miliar untuk Korban Perang di Ukraina!
Dari sisi kualitas, beberapa kritikus menyebut gameplay Crimson Desert terasa terlalu padat dan kurang terarah. Walaupun game ini unggul dalam aspek visual yang memukau, banyak fitur yang terasa tidak saling terhubung dengan baik. Selain itu, karakter utama dinilai kurang memiliki daya tarik dan mudah dilupakan sepanjang cerita. Alur naratifnya juga tergolong sederhana dan lebih berfungsi sebagai pelengkap dibandingkan inovasi teknis yang ditawarkan.