



Crimson Desert lagi jadi bahan omongan, tapi kali ini bukan cuma di kalangan gamer, para investor juga ikut “kena mental” setelah lihat performa terbarunya. Setelah sempat bikin saham perusahaan jeblok gara-gara review yang nggak terlalu kinclong, game open world garapan Pearl Abyss ini malah berhasil jadi mesin uang dan bikin harga saham mereka meroket.
Now, investors are having a "Whoopsie" moment and are currently sending the Pearl Abyss stock +27.76% up.
— Dr. Serkan Toto (@serkantoto) March 25, 2026
The studio yesterday announced 3M Crimson Desert copies sold.
Happens in Asian markets all the time with game stocks.
(It's 11:30am Wed in Korea, trading continues) https://t.co/HrKil6fL46 pic.twitter.com/7riIpYesDO
Crimson Desert resmi rilis pada 19 Maret dan langsung tancap gas dengan penjualan 2 juta kopi hanya dalam satu hari. Beberapa hari berikutnya, game ini nambah lagi sekitar 1 juta kopi, jadi total 3 juta penjualan cuma dalam kurun lima hari. Buat sebuah game action open world yang sempat dibanjiri kritik, angka ini jelas bukan hal sepele.
Padahal awalnya situasinya lumayan menegangkan. Crimson Desert sempat meledak di Steam dengan hampir 250 ribu pemain aktif bersamaan, tapi rating pengguna di sana hanya “mixed”. Banyak keluhan soal kontrol yang terasa kaku dan ribet, plus beberapa masalah performa baik di PC maupun konsol. Di PS5, misalnya, pemain sampai gotong royong nyari tahu kenapa visualnya kadang terlihat blur dan ternyata isu serupa juga terjadi di PC.
Sambil gamer ribut soal kontrol dan performa, para investor juga panik. Saham Pearl Abyss sempat anjlok hampir 30%, yang kabarnya jadi reaksi langsung terhadap skor review dari kritikus yang dianggap kurang menggembirakan. Sehari setelah peluncuran, harga saham bahkan turun lagi sekitar 9,78%, meski penjualan awalnya sudah besar.
Baca ini juga :
» Hideki Kamiya Dan Yoko Taro Akui Teknologi Game Korea Ungguli Jepang
» CEO Pearl Abyss Akui Cerita Crimson Abyss "Kurang Matang", Rencana Ekspansi, Hingga Kabar Game DokeV Mereka
» Review Crimson Desert: Visual Indah, Gameplay Asyik. Tapi Yaudah, Gitu Aja
» Ketahuan Pakai AI Gen, Crimson Desert Minta Maaf Dan Akan Lakukan Audit
» Review Buruk Crimson Desert, Saham Pearl Abyss Ambruk 30%
» Pearl Abyss Resmi Rilis Crimson Desert Secara Global!
» Dev Crimson Desert Pastikan Tidak Ada VO AI, Semuanya Manusia!
» Developer dari Black Desert Donasikan Rp 1,1 Miliar untuk Korban Perang di Ukraina!
Wajar kalau pasar begitu sensitif, karena Crimson Desert bukan proyek kecil. Laporan media bisnis Korea menyebutkan game ini digarap selama tujuh tahun dengan biaya pengembangan sekitar 200 miliar won, atau kurang lebih 133 juta dolar AS. Jadi dari kacamata investor, ini proyek yang “wajib sukses”, bukan sekadar eksperimen sampingan.
Pelan-pelan, keadaan mulai berbalik. Pearl Abyss rajin merilis update yang ternyata cukup berdampak besar. Review pengguna di Steam naik dari “mixed” jadi “mostly positive”, dan untuk review berbahasa Inggris bahkan sudah menyentuh level “very positive”. Di luar itu, skor Metacritic untuk Crimson Desert berada di angka 78, dengan user score 8,1 (bukan masterpiece, sih. tapi jelas jauh dari kategori gagal total).
Peningkatan ini ngasih sinyal ke pasar bahwa game ini punya kaki yang cukup kuat untuk berdiri jangka panjang, apalagi kalau update terus konsisten. Buat gamer, ini juga nunjukin kalau developer benar-benar dengerin feedback, bukan cuma rilis lalu ditinggal.
Dengan kombinasi penjualan 3 juta kopi dan review yang membaik, sentimen investor langsung berubah. Setelah sebelumnya turun 2,51% di hari sebelumnya, saham Pearl Abyss tiba-tiba lompat sekitar 23,34% dalam satu hari. Memang, posisi harga sahamnya masih belum sepenuhnya balik ke level sebelum rilis Crimson Desert, tapi arah pergerakannya sekarang jelas jauh lebih positif.
Seorang konsultan industri game asal Jepang, Dr. Serkan Toto dari Kantan Games, sampai menyebut momen ini sebagai saat para investor mengalami “Whoopsie”. Menurutnya, kejadian seperti ini sering terjadi di pasar Asia: saham game dihukum terlalu cepat berdasarkan kesan awal, lalu baru disadari potensinya setelah data penjualan dan respons jangka menengah mulai kelihatan.
Walau tren sekarang lagi naik, perjalanan Crimson Desert dan Pearl Abyss jelas belum berakhir. Masih ada patch dan update lain yang diharapkan bisa makin memoles gameplay, kontrol, dan performa di semua platform. Di sisi komunitas, pemain terus nemuin hal-hal unik di dunia game ini, dari permintaan supaya fitur naga dibuat lebih gampang diakses, sampai penemuan kecil yang nunjukin betapa detailnya perhatian developer terhadap dunia Pywel.
Buat gamer yang baru mau nyemplung, Crimson Desert sekarang sudah berada di titik yang jauh lebih nyaman dibanding saat hari pertama rilis, terutama dengan berbagai perbaikan dan rekomendasi build, senjata awal, dan skill yang banyak dibahas komunitas. Sedangkan buat investor, kasus ini jadi pengingat kalau industri game itu maraton, bukan sprint: kesan hari pertama bisa menipu, dan kadang butuh sedikit waktu sebelum sebuah game benar-benar menunjukkan potensinya.