space
CEO XBOX, ASHA SHARMA DIKABARKAN INGIN MEMBUAT TIER BARU XBOX GAME PASS LEBIH MURAH
PC
Rabu, 25 Mar 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Microsoft lagi serius mikirin cara bikin Xbox Game Pass makin ramah kantong buat banyak orang. Di bawah komando CEO baru Microsoft Gaming, Asha Sharma, layanan langganan andalan Xbox ini kabarnya bakal dapat beberapa perubahan besar, mulai dari opsi harga lebih murah sampai kemungkinan paket bundling dengan Netflix. Fokus utamanya jelas: gimana caranya bikin ekosistem Xbox (baik hardware maupun layanan, lebih menarik buat pasar yang lebih luas) apalagi setelah beberapa kali kenaikan harga belakangan ini.

Sejak menggantikan Phil Spencer pada Februari lalu, Sharma disebut-sebut langsung tancap gas dengan mengevaluasi model bisnis Game Pass dari atas sampai bawah. Salah satu ide yang lagi dipertimbangkan adalah menurunkan biaya masuk dengan menghadirkan tier baru yang lebih murah, bahkan mungkin dengan dukungan iklan. Konsepnya mirip layanan streaming film dan series: kamu bisa tetap akses konten, tapi sebagai gantinya harus nonton iklan di sela-sela pengalaman bermain. Buat gamer yang dompetnya mulai menjerit lihat harga langganan sekarang, ini jelas terdengar cukup menggiurkan.

Kalau dilihat ke belakang, kekhawatiran soal harga bukannya tanpa alasan. Pada Oktober 2025, harga Game Pass Ultimate naik jadi 30 dolar per bulan, yang berarti lonjakan sekitar 50% dibanding sebelumnya. Di luar itu, masih ada beberapa level lain: Game Pass Premium di 15 dolar, Game Pass Essential di 10 dolar, dan PC Game Pass di sekitar 16,5 dolar per bulan. Dengan struktur harga seperti ini, wajar kalau Microsoft merasa perlu nyari formula baru supaya Game Pass nggak pelan-pelan jadi eksklusif hanya untuk yang punya budget lebih.

Hal menarik lainnya dari laporan yang sama adalah kabar bahwa Microsoft dan Netflix sudah sempat ngobrol soal kemungkinan bikin paket langganan bersama. Co-CEO Netflix, Greg Peters, bilang kalau ia dan Sharma sudah “lempar-lempar ide” soal kerja sama ini, walaupun belum ada keputusan final.

Baca ini juga :

» Pantau Palestina Pakai Cloud Microsoft, Bos Microsoft Israel Resmi Mundur
» Tidak Disangka, Mobil MBG Kok Hadir Di Forza Horizon 6!?
» Pemain Yang Spoiler Game Forza Horizon 6 Dibanned 8.000 Tahun
» Seminggu Sebelum Rilis, Forza Horizon 6 Bocor Dan Sudah Ada Versi Bajakannya. Kenapa Bisa?
» Stranger Than Heaven, Game Baru Bertabur Bintang dari RGG Studio!
» Xbox buang label "Microsoft Gaming", Apa yang beda?
» Kabar Gembira Bagi Gamer, Harga Xbox Gamepass Akhirnya Resmi Turun!
» Writer Clair Obscur: Expedition 33 Menolak Pakai AI Untuk Tulisannya, Kenapa?

Intinya, mereka harus nemu bentuk paket yang enak buat konsumen dan tetap masuk akal buat kedua perusahaan. Netflix sendiri sekarang sudah punya paket dengan iklan seharga sekitar 8 dolar per bulan, jauh lebih murah dari paket standarnya yang 18 dolar, jadi pola pikir ke arah bundling plus iklan ini sebenarnya sudah terbentuk di dunia streaming. Kalau Microsoft bisa ngikutin jejak Netflix dengan menawarkan opsi yang lebih terjangkau, sambil tetap menjaga kualitas dan nilai Game Pass, ini bisa jadi win-win solution buat semua pihak. Gamer dapat akses ke lebih banyak game dengan harga yang lebih bersahabat, sementara Microsoft bisa memperluas jangkauan layanannya tanpa harus ngorbanin pendapatan secara drastis.

Dari sisi Netflix, Peters cukup optimistis dengan cara berpikir Sharma. Ia menyebut suka dengan pendekatan sang CEO Xbox yang fokus pada “gimana caranya kita bisa ngelakuin lebih banyak.” Menurutnya, cara Sharma melihat peluang kolaborasi ini bikin masa depan potensi bundling terasa cukup menjanjikan, meski masih tahap wacana. Kalau sampai kejadian, bayangin satu paket langganan yang menggabungkan akses ke library game dan tontonan film/series, itu bisa jadi salah satu bundling paling menarik buat gamer dan penikmat hiburan digital.

Di balik layar, Sharma juga kabarnya sudah mulai beres-beres identitas brand Xbox. Salah satu langkah yang disebut dalam laporan adalah penghentian kampanye marketing “This Is An Xbox,” yang dilaporkan dihapus dari situs resmi tak lama setelah ia menjabat. Ini bisa dibaca sebagai sinyal kalau Microsoft ingin menyegarkan cara mereka memposisikan Xbox di mata publik, mungkin lebih fleksibel dan nggak sekadar berfokus pada konsol semata. Apalagi, dengan gosip seputar masa depan Xbox yang makin erat dengan PC dan layanan cloud, rebranding halus seperti ini terasa masuk akal.

Bagi gamer, semua manuver ini pada akhirnya bakal diukur dari satu hal: value yang didapat dari setiap rupiah atau dolar yang dikeluarkan. Tier Game Pass yang lebih murah dengan iklan bisa jadi tiket masuk bagus buat pemain kasual atau mereka yang cuma mau coba-coba beberapa game tanpa komitmen biaya besar.

Sementara itu, potensi bundling dengan Netflix bakal menggabungkan dua aktivitas favorit banyak orang: main game dan nonton. Kalau Microsoft berhasil nemuin titik manis antara harga, kenyamanan, dan isi katalog, Game Pass bisa makin menguat sebagai layanan langganan yang jadi standar baru di industri game, bukan cuma sekadar opsi tambahan.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close