space
DRM KEMBALI BERULAH, GAME PS5 LISENSINYA BISA HILANG KALO GAK ONLINE SEBULAN?
PC
Senin, 27 Apr 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Sony lagi kena hujat habis-habisan gara-gara laporan soal DRM baru di PS4 dan PS5 yang bikin gamer digital makin waswas. Intinya, beredar klaim kalau semua game digital yang baru dibeli sekarang butuh konek ke internet minimal tiap 30 hari sekali, kalau enggak lisensinya bisa sementara dicabut dan game lo jadi nggak bisa dimainin sampai konsolnya online lagi. Info ini pertama kali ramai setelah modder sekaligus content creator Lance McDonald ngeposting thread yang bilang DRM super keterlaluan ini sudah digelontorkan ke semua game digital di dua konsol tersebut.

Buat yang belum akrab, DRM di sini adalah sistem perlindungan digital yang ngecek apakah lo beneran punya lisensi game itu atau nggak. Biasanya hal kayak gini kerasa di game multiplayer atau judul yang memang dari awal punya proteksi online, tapi sekarang kabarnya merembet ke semua pembelian digital baru di PS4 dan PS5. Beberapa laporan menyebut kalau di bagian informasi lisensi, ada semacam hitungan hari sisa sebelum konsol harus connect lagi ke PlayStation Network supaya game tetap bisa dimainkan. Begitu lewat 30 hari tanpa koneksi, lisensinya dianggap kedaluwarsa sementara sampai lo online lagi.

Hal yang sedikit melegakan, laporan sejauh ini bilang kalau aturan 30 hari ini cuma ngaruh ke game digital yang baru dibeli, bukan koleksi lama lo. Jadi kalau lo sudah punya banyak game digital dari tahun-tahun sebelumnya, judul-judul itu tampaknya masih aman dan nggak ikut masuk ke sistem cek berkala ini. Selain itu, ini juga bukan soal share game via primary console seperti biasanya, karena klaim yang beredar menyebut opsi aktivasi sebagai konsol utama nggak bisa lagi dipakai buat mengakali batasan 30 hari tadi. Dengan kata lain, bahkan kalau konsol lo sudah diset sebagai perangkat utama, game digital barunya tetap minta jatah online rutin.

Hal yang bikin situasi ini panas bukan cuma soal teknisnya, tapi juga efek ke kebiasaan main banyak orang. Ada gamer yang tinggal di daerah dengan internet nggak stabil, ada yang sengaja nyimpen PS4 atau PS5 di rumah keluarga, kosan, atau tempat yang jarang ada Wi-Fi, dan mereka semua bisa kena imbas kalau beneran harus check in sebulan sekali. Bayangin lo beli game single-player full price, niatnya buat jadi koleksi jangka panjang, tapi kalau konsol lama kelamaan nggak pernah online, tiba-tiba game itu ngambek dan nolak jalan sampai lo colok lagi ke internet.

Baca ini juga :

» Mantan CEO Playstation, Shuhei Yoshida Santai dengan Masa Depan Game Tanpa Disc
» Dapat Feedback Negatif, PlayStation Pertimbangkan Reboot Horizon Hunters Gathering
» CEO Sony PlayStation Sebut Rencana Rilis PS6 Belum Bisa Ditentukan Karena Krisis Komponen
» Nggak Jelas Kenapa, Sony Putus Kerja Sama dengan Developer STONKS-9800
» Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Playstation Store
» Cantik Trus Vibenya PS2 Banget, Game Duskfade Rilis Bikin Nostalgia Lagi
» Ghost of Yōtei Complete Edition Resmi Hadir di PS5 pada 1 Oktober 2026
» PlayStation Unjuk Gigi! Konsol dan Aksesori PS5 Marvel's Wolverine Limited Edition Resmi Diumumkan

Di sisi komunitas, responnya jelas rame dan kebanyakan negatif. Banyak yang bilang langkah ini justru makin nunjukin rapuhnya kepemilikan digital, karena pada praktiknya lo cuma nyewa lisensi yang bisa ditarik sewaktu-waktu, bukan bener-bener punya game seperti versi fisik. Ada juga yang khawatir soal masa depan pelestarian game, soalnya kalau suatu hari server PlayStation Network bermasalah atau ditutup di generasi mendatang, nasib semua game digital yang terikat sistem check in ini bakal gimana. Nggak sedikit yang mulai ngomongin balik lagi ke disk fisik atau bahkan pindah platform kalau kebijakan kayak gini beneran permanen dan resmi.

Sampai sekarang, laporan ini masih banyak yang menyebutnya sebagai klaim yang belum dikonfirmasi langsung oleh pihak Sony. Beberapa media dan kreator konten sudah mengulas dan mengurai apa artinya DRM 30 hari ini buat gamer, tapi tetap menekankan kalau kita masih nunggu pernyataan resmi yang jelas dan transparan. Kalau pada akhirnya kebijakan ini ternyata benar dan diterapkan luas, Sony harus siap menjelaskan kenapa gamer yang sudah mau beli digital masih juga dipaksa rutin online hanya untuk membuktikan bahwa mereka memang nggak bajakan. Di tengah maraknya game live service dan kebijakan always-online, drama baru di PS4 dan PS5 ini makin menguatkan kekhawatiran banyak orang: era punya game selamanya pelan-pelan digeser jadi era lisensi sewa yang setiap saat bisa diputus sepihak.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close