space
AKTOR BEN STAR: GAME TIDAK BUTUH ADAPTASI LIVE ACTION
PC
Selasa, 28 Apr 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Aktor Ben Starr, yang terlibat di proyek game Expedition 33, lagi jadi bahan obrolan gara gara pandangannya soal adaptasi live action. Dalam sesi tanya jawab, dia ditanya game apa yang menurutnya cocok dijadiin film atau serial, tapi jawabannya justru cukup nyentil: menurut dia, video game itu ga perlu diadaptasi ke live action sama sekali. Dari cara dia ngomong, kerasa kalau posisi dia cukup tegas, seolah mau ngingetin kalau game itu sendiri sudah jadi medium yang kuat tanpa harus pindah ke layar lebar.

Kalau dipikir pikir, yang dia maksud cukup masuk akal. Game zaman sekarang udah punya kualitas presentasi yang ga kalah dari film, baik dari segi visual, penyutradaraan adegan, sampai pendalaman karakter. Banyak judul besar yang udah terasa kayak film interaktif, dengan cutscene sinematik, dialog rapi, dan emosi yang dibangun pelan pelan sepanjang berjam jam permainan. Bedanya, di game pemain punya kontrol dan andil langsung, dan hal itu bikin pengalaman ceritanya kerasa lebih personal dan nempel.

Dari sudut pandang itu, wajar kalau ada kreator yang merasa adaptasi live action justru bisa ngereduksi apa yang bikin sebuah game spesial. Di game, momen klimaks sering kali terasa kuat bukan cuma karena adegannya, tapi karena proses panjang yang pemain lalui sendiri, mulai dari jatuh bangun di gameplay sampai pilihan pilihan sulit sepanjang jalan. Ketika itu diubah jadi film dua jam, banyak lapisan pengalaman yang otomatis hilang karena penonton cuma duduk dan menikmati tanpa interaksi. Jadi, rasa keterikatan emosional yang biasanya muncul dari kombinasi cerita dan gameplay bisa berkurang drastis.

Baca ini juga :

» Resident Evil Disebut Mungkin Akan Berlatar Di Jepang
» Director Resident Evil Requiem Sebut Leon Masih Bisa Beraksi Di Usia 70 Tahun
» Assassin's Creed: Invictus Terancam Batal Setelah Dianggap Jelek Player Playtest
» Ubisoft Terus Ngegas? Setelah Black Flag, Assassins Creed 1 Dirumorkan Juga Dapat Remake!?
» Remake AC: Black Flag Baru Mau Rilis, Ubisoft Udah Dirumorkan Bikin Remake AC lain?
» Film Live-Action ELDEN RING Resmi Diumumkan: Alex Garland Jadi Sutradara, Ini Daftar Pemainnya!
» Assassin's Creed: Resynced Dikabarkan Siap Rilis Pada 9 Juli 2026!
» Bocoran God of War Spin-off Terbaru Bisa Mainkan Tyr Selain Faye

Ucapan Ben juga seolah nunjukin kegelisahan soal tren industri hiburan sekarang. Dalam beberapa tahun terakhir, adaptasi game ke film dan serial lagi sering banget nongol, mulai dari judul yang udah klasik sampai IP baru yang langsung dilirik buat diperluas. Di satu sisi, ini tanda kalau video game sudah diakui sebagai sumber cerita yang besar dan potensial. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran kalau game cuma bakal diperlakukan sebagai gudang ide yang siap ditambang, bukan karya mandiri yang dihargai apa adanya.

Dengan bilang bahwa game ga butuh adaptasi live action, Ben secara ga langsung ngangkat lagi obrolan soal identitas medium ini. Apakah game harus terus ngejar validasi lewat film dan serial, atau cukup berdiri di jalurnya sendiri sebagai pengalaman interaktif unik yang ga bisa disamain sama media lain. Pendapat dia bisa dibilang mewakili sebagian pelaku industri yang pengen game dipandang sebagai tujuan akhir, bukan sekadar langkah awal sebelum dijadikan franchise lintas media. Apalagi, banyak penggemar yang merasa game favorit mereka sudah sempurna dalam bentuk aslinya dan ga perlu dibuktikan lagi lewat format lain.

Pernyataan singkat ini memang bukan jawaban teknis soal mana adaptasi yang sukses dan mana yang gagal, tapi lebih ke sikap. Dia mendorong orang buat mikir ulang, apakah setiap IP populer memang otomatis pantas dan perlu dibawa ke live action, atau justru lebih sehat kalau sebagian dibiarkan tetap eksklusif di ranah game. Di era ketika hampir semua hal berlomba buat jadi film atau serial, suara kayak gini terasa cukup segar, karena mengingatkan bahwa kekuatan utama game ada di interaktivitas dan keterlibatan pemain, sesuatu yang sulit banget digandakan di medium lain.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close