space
BIKIN FANS RE FULL SENYUM? CAPCOM DIKABARKAN INGIN RUTIN RILIS RESIDENT EVIL SETIAP TAHUN
PC
1 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Capcom ternyata punya strategi cerdas di balik deretan remake Resident Evil yang terus mereka rilis. Produser Masachika Kawata buka-bukaan soal alasan kenapa mereka begitu getol menggarap ulang game-game klasik franchise horor legendaris itu. Menurut Kawata, kalau cuma mengandalkan game baru original, nyaris nggak mungkin buat Capcom bisa rilis game Resident Evil tiap tahun. Produksi game baru yang benar-benar fresh itu butuh waktu, tenaga, dan biaya yang jauh lebih besar. Makanya, remake jadi solusi sempurna buat ngejaga ritme rilis tetap konsisten tanpa bikin tim development kelelahan.

Selain soal menjaga jadwal rilis, Kawata juga menjelaskan bahwa uang yang didapat dari penjualan remake-resmake sukses itu dialokasikan lagi buat mendanai proyek-proyek baru. Salah satu yang disebut adalah Pragmata, game baru Capcom yang lagi diantisipasi banyak orang. Dengan kata lain, remake bukan cuma soal nostalgia atau cari untung gampang, tapi juga jadi modal penting buat ngebangun IP baru yang lebih berisiko. Jadi ada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara remake dan game original.

Kawata bahkan menekankan bahwa remake itu nggak kalah penting dibanding game utama. Tim development tetap ditantang buat terus belajar dan mengasah skill mereka di setiap proyek remake. Buktinya bisa dilihat dari Resident Evil Requiem yang berhasil menggabungkan elemen horor first-person ala RE7 dan RE8 dengan aksi third-person yang jadi ciri khas remake-remake sebelumnya. Hasilnya, game itu diterima sangat baik oleh fans dan kritikus.

Baca ini juga :

» Resident Evil Rilis Trailer Film Baru Mereka, Penuh Easter Egg Menarik!
» Ekpansi Story Resident Evil Requiem Diperkirakan Hadir Setelah RE Veronica
» Detail Pragmata Ungkap Prediksi Kiamat Kaset Fisik Karena AI
» Jadwal Rilis Onimusha: Way Of The Sword Dimajukan Lebih Awal, Kabur Dari Hype GTA VI?
» BABYMETAL Kolaborasi dengan Resident Evil, Rayakan 30 Tahun Franchise Horor Legendaris Capcom
» Leaker Dusk Golem Sebut Capcom Belum Tertarik Remake Resident Evil 5
» Resident Evil Code: Veronica Remake Bakal Ubah Karakter Alfred Ashford?
» Resident Evil Disebut Mungkin Akan Berlatar Di Jepang

Tapi tentu saja, Capcom sadar bahwa stok game lama yang bisa di-remake suatu saat bakal habis. Mereka mungkin bisa aja remake ulang game pertama atau coba perbaiki RE5 dan RE6, tapi pada akhirnya mereka harus mulai produksi beberapa game original Resident Evil secara bersamaan kalau mau tetap mempertahankan ritme rilis tahunan. Data dari analis juga menunjukkan bahwa remake RE4 aja udah menghasilkan 560 juta dolar AS dan jadi remake terlaris di generasinya, jauh melampaui game-game remake lain seperti Oblivion Remastered atau Final Fantasy 7 Rebirth.

Intinya sih, strategi remake Capcom ini bukan sekadar eksploitasi nostalgia, tapi bagian dari siklus bisnis yang dipikirin matang-matang. Mereka pake remake buat ngejaga fans tetap engaged, ngehasilin pemasukan stabil, sambil tetep bisa eksplorasi ide-ide baru lewat IP segar seperti Pragmata. Buat kita sebagai pemain, ini win-win situation karena kita tetap dapet game berkualitas tiap tahun, baik itu remake atau game baru. Yang jelas, selama strateginya masih berhasil dan fans masih antusias, kemungkinan besar kita bakal terus liat lebih banyak remake Resident Evil di masa depan.

Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close