



Take-Two kembali nunjukin kalau mereka masih pede banget sama masa depan bisnis game mereka, dan alasan utamanya jelas ada di deretan franchise besar yang masih jadi andalan. Dari GTA, Red Dead Redemption, NBA 2K, sampai portofolio mobile dari Zynga, perusahaan ini kelihatan sedang ngebangun fondasi buat jangka panjang, bukan cuma ngejar hasil cepat.
Take-Two confirms six remakes, remasters, and platform extensions are in development across its biggest franchises, set to release between 2028 and 2029
— Gaming Hall of Fame (@GamingH0F) May 24, 2026
Possible titles include a Red Dead Redemption 2 current-gen upgrade, Max Payne 3, and GTA 6 on PC, with none of the projects… pic.twitter.com/MEnV5bL3E8
Di presentasi terbaru yang dirilis Mei 2026, Take-Two menegaskan kalau mereka melihat industri game sebagai salah satu sektor hiburan paling kuat pertumbuhannya. Mereka menyebut pasar game global terus membesar, dengan proyeksi nilai pasar naik dari 2025 sampai 2029, sementara jumlah pemain global juga sudah tembus 3,6 miliar pada 2025. Buat perusahaan seperti Take-Two, angka segede itu jelas bukan cuma statistik bagus, tapi sinyal kalau permintaan buat game berkualitas masih sangat besar.
Hal yang paling menyita perhatian tentu saja Grand Theft Auto VI. Rockstar Games memastikan game itu bakal meluncur pada 19 November 2026, dan informasi ini jadi salah satu sorotan terbesar dalam paparan mereka. Wajar kalau hype-nya tinggi, karena seri Grand Theft Auto sendiri sudah terjual lebih dari 470 juta unit, sementara GTA V tetap jadi salah satu game paling sukses sepanjang sejarah dengan penjualan hampir 230 juta unit. Dengan modal seperti itu, GTA VI hampir pasti bakal jadi mesin utama yang bisa ngedorong performa Take-Two ke level berikutnya.
Selain Rockstar, 2K juga masih jadi pilar penting. NBA 2K tetap disebut sebagai salah satu kontributor utama recurring consumer spending, dengan penjualan franchise yang hampir menyentuh 173 juta unit di seluruh dunia. Take-Two juga menyorot beberapa rilisan penting di lini 2K, seperti Mafia The Old Country, Borderlands 4, Civilization VII, WWE 2K26, dan PGA TOUR 2K25 yang semuanya dipakai buat nunjukin kalau pipeline mereka masih aktif dan cukup variatif. Ini penting karena Take-Two tidak cuma bergantung pada satu game besar, tapi mencoba menjaga ritme lewat banyak brand besar yang saling menopang.
Baca ini juga :
» Gamer Ini Bikin Perjanjian Buat Main GTA 6 Tanpa Diganggu Pasangannya
» Plot Twist ! Dikira bakal ada disc GTA VI Ternyata gak ada versi fisiknya
» Terdapat Riset Unik Untuk Menghitung Jam Kerja Buat Beli GTA VI, Indonesia Berapa, Ya?
» Resmi! Segini Harga GTA 6 di Indonesia Edisi Standar dan Ultimate
» Makin Dekat Waktu Pre-Order GTA VI, Modus Penipuan Early Access Mulai Bermunculan!
» Rumor Bocoran Harga GTA VI Ternyata Hoax? Sebut Base Game Dibanderol Rp1,7 Juta!
» Ramai Di Internet GTA VI Sudah Ada Pre-Ordernya?! Tapi Ternyata...
» Analis Game: GTA VI Dijual $80 Adalah Hal Baik!
Di sisi mobile, Zynga tetap punya peran besar setelah akuisisinya. Take-Two menekankan kalau portofolio mobile mereka sudah diunduh lebih dari 10 miliar kali, dengan jangkauan pemain di 175+ negara. Game seperti Toon Blast, Merge Dragons, Words With Friends, Zynga Poker, sampai Game of Thrones: Legends memperlihatkan bahwa mereka serius mempertahankan pasar mobile yang sangat kompetitif. Ini juga sejalan dengan strategi live services mereka, yang fokus pada akuisisi, retensi, monetisasi, dan konten baru supaya pemain tetap balik lagi.
Ada juga pesan penting soal arah bisnis Take-Two ke depan. Mereka bilang strategi utamanya adalah terus bikin pengalaman hiburan yang kuat di semua platform yang relevan, sambil memperbesar skala, meningkatkan profitabilitas, dan memperkuat hubungan dengan pemain. Mereka juga menyinggung pentingnya investasi di IP baru, pengembangan studio, efisiensi biaya, dan pemanfaatan teknologi termasuk AI untuk mendukung proses produksi. Artinya, perusahaan ini lagi nyiapin diri bukan cuma buat satu atau dua tahun ke depan, tapi untuk siklus pertumbuhan yang lebih panjang.
Kalau diringkas dengan bahasa santai, Take-Two lagi duduk di posisi yang cukup nyaman. Mereka punya game raksasa yang tinggal menunggu momentum rilis, punya portofolio sport dan mobile yang stabil, dan punya strategi yang kelihatan rapi buat jaga pertumbuhan. Tantangannya tetap ada, mulai dari risiko rilis game yang molor, biaya akuisisi pemain di mobile, sampai fluktuasi pasar global, tapi isi presentasi ini nunjukin kalau mereka merasa masih punya senjata yang sangat kuat buat beberapa tahun ke depan.