



Tengah ramai perihal visualisasi harga dan jam kerja buat beli GTA VI yang dimuat pada akun Instagram Maven.Maping, pada gambar tersebut ditunjukan jika ternyata ada harga dan jam kerja yang beda jauh antarnegara, dan Indonesia ada di posisi yang cukup nyentak. Berdasarkan visual yang lagi dibahas, gamer Indonesia perlu sekitar 123,6 jam kerja untuk bisa membeli GTA VI, jadi angkanya bukan cuma soal mahal, tapi soal seberapa lama waktu hidup yang harus ditukar demi satu game.
Number of work hours needed to buy GTA VI across Asia. pic.twitter.com/8rbjbQRBs5
— Xavi Ruiz (@xruiztru) June 27, 2026
Kalau dibawa ke konteks lokal, ini langsung terasa lebih dekat. GTA VI di Indonesia memang sudah kena regional pricing, dengan harga sekitar Rp1.190.000 untuk Standard Edition dan Rp1.490.000 untuk Ultimate Edition, tapi buat banyak orang angka itu tetap bukan belanja receh. Karena itu, wajar kalau banyak gamer Indonesia langsung mikir dua kali, apalagi kalau harus dibandingkan dengan kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Yang bikin topik ini ramai bukan semata karena GTA VI adalah game besar, tapi karena visual itu berhasil menerjemahkan harga ke bahasa yang paling mudah dipahami, yaitu jam kerja. Di negara dengan daya beli lebih tinggi, game yang sama bisa ditebus jauh lebih cepat. Sementara di Indonesia, 123,6 jam kerja terasa seperti pengingat keras bahwa harga hiburan premium masih belum benar benar ramah untuk semua lapisan gamer.
Baca ini juga :
» Pre-Order GTA VI Melebihi Ekspektasi, Bos Take-Two Targetin Penjualan Rp 142 Triliun!
» Jadwal Rilis Onimusha: Way Of The Sword Dimajukan Lebih Awal, Kabur Dari Hype GTA VI?
» Gamer Ini Bikin Perjanjian Buat Main GTA 6 Tanpa Diganggu Pasangannya
» Menjadi Game Termahal?! Ini Dia Modal Seri GTA 3D Universe Dari Masa Ke Masa
» Resmi! Segini Harga GTA 6 di Indonesia Edisi Standar dan Ultimate
» Makin Dekat Waktu Pre-Order GTA VI, Modus Penipuan Early Access Mulai Bermunculan!
» Rumor Bocoran Harga GTA VI Ternyata Hoax? Sebut Base Game Dibanderol Rp1,7 Juta!
» Perusahaan Otomotif Rencakan Berhenti Beroperasi Sementara Ketika GTA VI Rilis
Buat gamer Indonesia, situasi ini juga bukan hal baru. Banyak orang sudah terbiasa menunggu diskon, beli edisi paling murah, atau menunda pembelian game sampai kondisi keuangan lebih longgar. Jadi saat GTA VI masuk dengan angka setebal itu, pembahasannya bukan lagi soal hype semata, melainkan soal prioritas dan kemampuan beli yang sangat nyata.
Di sisi lain, adanya harga regional sebenarnya tetap jadi kabar baik. Artinya, publisher memang mulai melihat pasar Asia, termasuk Indonesia, sebagai wilayah yang butuh pendekatan harga berbeda. Tapi sekalipun sudah disesuaikan, angka 123,6 jam kerja tetap menunjukkan bahwa gap daya beli belum hilang. Game boleh makin mahal produksinya, tapi realitas ekonomi lokal juga tetap jalan terus.
Pada akhirnya, berita ini pas banget buat konteks Indonesia karena menyentuh dua hal sekaligus, antusiasme besar terhadap GTA VI dan realita dompet gamer lokal. Buat sebagian orang, ini cuma soal beli game. Buat yang lain, ini soal berapa lama kerja yang harus dikorbankan demi satu judul hiburan premium.