



Electronic Arts resmi ngenalin EA Advertising, sebuah divisi baru yang intinya bakal bawa iklan langsung masuk ke dalam gameplay game-game mereka. Buat brand sih ini surga, tapi buat gamer jadinya banyak yang langsung waswas kebayang layar penuh iklan di tengah match.
"Electronic Arts Introduces EA Advertising, Launching Brands Directly Into Gameplay and Live Experiences"https://t.co/5BrIVZ4Nlz
— Wario64 (@Wario64) June 15, 2026
Website: https://t.co/LHjrmHCdPM pic.twitter.com/HPPjsmhT5u
Secara konsep, EA Advertising ini dirancang sebagai platform iklan yang nempel di dalam ekosistem game EA, terutama judul judul sports kayak Madden, EA Sports FC, sampai College Football. Brand bisa beli slot iklan dinamis yang bisa berubah real time, mirip cara iklan di stadion atau siaran olahraga TV, tapi semua terjadi di dalam game. Jadi bayangin lagi main bola, papan LED pinggir lapangan yang biasanya cuma logo fiktif, sekarang bisa jadi diisi brand beneran yang kita kenal di dunia nyata.
EA ngaku kalau tujuan mereka adalah bikin iklan yang katanya bisa meningkatkan bukan mengganggu pengalaman main. Caranya lewat placement kayaks tadium signage, scoreboard digital, overlay ala siaran TV, sampe konten khusus yang disesuaikan sama tiap game. Selain itu, brand juga bisa bikin integrasi custom kayak tantangan in game, misi berhadiah, vanity item bertema brand, dan konten berlabel sponsor yang muncul natural selama gameplay.
Hal yang bikin ini makin serius, EA nyiapin teknologi backend khusus buat ngurus semua iklan ini. Mereka punya ad server proprietary dan SDK sendiri yang nyatu langsung dengan engine dan infrastruktur game EA, jadi iklan bisa diatur, dirotasi, dan diupdate secara dinamis sesuai kampanye brand. Buat advertiser, ini berarti mereka bisa targetin audiens lebih spesifik dan dapat insight lebih dalam soal performa kampanye, semua dengan klaim tetap menjaga privasi pemain.
EA juga pamer angka, bilang kalau game game mereka nyentuh lebih dari 120 juta pemain aktif bulanan, jadi ini pasar masif buat brand yang mau masuk dunia gaming. Beberapa partner awal yang sudah diajak kerjasama kabarnya termasuk brand besar minuman, layanan digital, dan sponsor mainstream lain yang memang sudah sering nongol di dunia olahraga dan hiburan.
Baca ini juga :
» Udah Main Battlefield 6 Selama 470 Jam, Gamer Ini Tetep Dapet Refund Dari Steam! Kok Bisa?
» Electrtonic Arts Resmi Diakuisisi Oleh Saudi Arabia Lewat Rp.998 Triliun!
» Pre-Order Dibuka, Harga EA Sports FC27 Di PS5 Lebih Mahal Dari GTA VI?!
» Setelah Diskon Di Epic Games, EA Sports FC 26 Juga Diskon Di Steam
» EA Terlihat Persiapkan Mode Open World Untuk FC27
» Game Shooter dari EA, Anthem Resmi Tutup Permanen Servernya Mulai 12 Januari 2026
» EA Umumkan Akan Tutup The Sims Mobile pada Januari 2026
» Profil Steam Diduga Pangeran Saudi Viral Usai Bercanda “I Bought EA” Setelah Akuisisi Rp 850 Triliun
Dari sisi bentuk iklan, yang paling kelihatan jelas memang di game sports. Di situ EA bakal jual unit iklan native berupa papan iklan digital di pinggir lapangan, tampilan di scoreboard, sampai overlay grafis yang muncul kayak grafis sponsor di siaran olahraga TV. Di luar itu, ada juga opsi event in game berhadiah, tantangan berlabel brand, dan item kosmetik yang desainnya ngikutin identitas brand tertentu.
EA berulang kali tekan kalau semuanya didesain supaya terasa natural, seolah olah kita lagi nonton atau datang ke event olahraga beneran, di mana brand memang selalu hadir di sekitar pengalaman itu. Buat mereka, ini cara buat memperluas ekosistem bisnis tanpa harus sekadar mengandalkan penjualan game atau microtransaction tradisional.
Tapi buat gamer, langkah ini jelas bakal jadi bahan perdebatan. Selama bertahun tahun, iklan di game selalu jadi topik sensitif, apalagi kalau terasa maksa atau ganggu fokus main. Sekarang EA datang dengan platform khusus yang memang tujuannya monetisasi iklan skala besar langsung di dalam gameplay, wajar kalau banyak yang khawatir ini bisa jadi pintu ke hal hal lebih agresif lagi di masa depan.
Di satu sisi, kalau implementasinya bener bener halus dan cuma ganti logo fiktif jadi brand nyata di papan stadion, mungkin banyak pemain bakal cuek atau malah ngerasa makin realistis. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran kalau konsep ini pelan pelan merembet ke genre lain, muncul di mode kompetitif, atau bahkan jadi syarat buat event dan reward tertentu.
Intinya, EA Advertising nunjukin kalau industri game makin serius jadi panggung besar berikutnya buat dunia periklanan. Buat publisher dan brand, ini peluang emas. Buat gamer, ini saatnya lebih kritis ngeliat gimana iklan masuk ke game yang kita mainkan, dan apakah benar benar masih terasa sebagai bagian dari atmosfer, atau pelan pelan berubah jadi gangguan di tengah seru serunya main.