



SanDisk baru aja ngenalin lini SSD resmi buat PS5 dan PS5 Pro, tapi yang bikin gamer langsung geleng-geleng kepala adalah harganya yang ngawur banget sampai tembus hampir 3000 dolar atau sekitar 53 jutaan rupiah buat varian tertinggi. Ini cuma SSD, bukan konsol next gen baru, tapi banderolnya udah setara bahkan bisa lebih mahal dari satu set PC atau setup gaming lengkap kelas menengah.
SanDisk has revealed the pricing for its new line of ‘officially-licensed’ PlayStation 5 SSDs, with the top-of-the-range model costing nearly $3,000.https://t.co/e0tg2QPh3Z pic.twitter.com/3RTQFhxMbY
— VGC (@VGC_News) June 17, 2026
SanDisk merilis seri Optimus GX PRO, SSD NVMe yang diklaim udah dioptimalkan buat jadi storage resmi PS5 dan PS5 Pro dengan kapasitas sampai 8TB. Buat gamer yang suka install banyak game AAA sekaligus dan males banget hapus-hapusin library, ini secara konsep adalah solusi ultimate supaya nggak lagi diganggu notif storage penuh setiap ada game baru. Masalahnya, kantong mayoritas gamer jelas belum siap buat upgrade sebrutal ini.
Hal yang jadi sorotan utama tentu harga. Model 8TB-nya dibanderol sekitar 2960 dolar atau kurang lebih 52 sampai 53 juta rupiah, dan itu disebut-sebut sudah harga diskon dari sekitar 3700 dolar yang kalau dikonversi kasar bisa menyentuh angka 65 jutaan. Versi 2TB aja dijual lebih mahal dari satu konsol PS5 standar terbaru, jadi kalau dibandingin secara logika simpel, rasanya masih lebih masuk akal beli satu konsol PS5 lagi ketimbang upgrade storage pakai SSD ini. Ada juga opsi 1TB di kisaran 380 dolar atau sekitar 6,7 jutaan, 2TB sekitar 760 dolar atau kira-kira 13,5 jutaan, dan 4TB sekitar 1500 dolar alias sekitar 26 sampai 27 jutaan, yang semuanya tetap berasa di luar jangkauan gamer rumahan kebanyakan.
Kalau dilihat dari kacamata industri, harga segila ini sebenarnya masih nyambung sama tren naiknya biaya komponen global, terutama karena demand brutal dari data center dan proyek AI. Perusahaan elektronik konsumen, termasuk pabrikan konsol, sekarang harus bersaing langsung sama pemain raksasa di sektor AI buat rebutan chip dan storage, yang ujung-ujungnya bikin banyak produk yang dulu terasa lumayan terjangkau sekarang jadi bikin kening berkerut. SSD high end, RAM, dan komponen storage lain jadi barang rebutan lintas sektor, bukan lagi mainan khusus gamer dan kreator konten.
Ada juga catatan menarik dari listing sebelumnya yang nunjukkin kalau SSD 8TB serupa dari SanDisk kurang dari setahun lalu masih di kisaran 640 dolar, artinya lonjakan harga sekarang tembus sekitar 370 persen. Dalam waktu sesingkat itu, naiknya bukan main, dan bikin banyak orang makin ragu apakah upgrade storage sekarang masih masuk akal atau mending nunggu beberapa tahun sampai harga balik ke level yang lebih manusiawi. Buat gamer PC yang sering mantau harga komponen, perubahan seganas ini pasti kerasa banget.
Di sisi lain, harga konsolnya sendiri juga pelan-pelan naik, bikin situasi makin absurd. Sony sebelumnya udah naikin semua model PS5 minimal 100 dolar, yang kalau dikonversi ke rupiah berarti sekitar 1,7 juta lebih, dengan alasan landscape ekonomi global lagi nggak bersahabat. Versi Digital Edition yang dulunya jadi opsi paling murah sekarang disebut sudah naik sekitar 50 persen dari harga awal rilis, bikin strategi nunggu harga turun di akhir generasi jadi nggak terlalu relevan lagi.
Baca ini juga :
» PlayStation Mulai Terapkan Verifikasi Umur untuk Game R18+ di Australia
» Dave Bautista Resmi Jadi Kratos di Series God of War
» Mantan CEO Playstation, Shuhei Yoshida Santai dengan Masa Depan Game Tanpa Disc
» Dapat Feedback Negatif, PlayStation Pertimbangkan Reboot Horizon Hunters Gathering
» CEO Sony PlayStation Sebut Rencana Rilis PS6 Belum Bisa Ditentukan Karena Krisis Komponen
» Nggak Jelas Kenapa, Sony Putus Kerja Sama dengan Developer STONKS-9800
» Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Playstation Store
» Cantik Trus Vibenya PS2 Banget, Game Duskfade Rilis Bikin Nostalgia Lagi
Microsoft juga nggak mau ketinggalan, karena harga Xbox Series X sekarang di angka sekitar 649,99 dolar atau kira-kira 11,5 jutaan, dan Series S di sekitar 399,99 dolar atau sekitar 7 jutaan, masing-masing naik sekitar 150 dan 100 dolar dari harga launch. Kalau dulu di era PS4, di titik siklus hidup kayak gini konsol sudah bisa turun ke kisaran 200 dolar atau sekitar 3 jutaan, sekarang tren kebalik, konsol makin tua justru makin mahal gara-gara tekanan biaya produksi dan komponen.
Dari kubu Xbox, CEO Asha Sharma sampai nyebut situasi ini sebagai krisis karena biaya storage buat konsol yang mereka bayar sudah lebih dari dua kali lipat dibanding musim gugur tahun lalu dan sekarang katanya sudah naik dua kali lagi. Mereka bahkan memprediksi bahwa menjelang musim liburan 2027, biaya itu bisa tembus lebih dari lima kali lipat dibanding dua tahun lalu. Komponen memory dan storage lain juga dibilang ngikut pola serupa, bikin lini hardware mereka susah diproduksi dalam jumlah yang sesuai permintaan pemain.
Sharma juga bilang kalau seluruh industri lagi kena krisis komponen, tapi menurut mereka dampaknya ke perusahaan sekarang lebih parah karena beberapa keputusan yang diambil lima tahun terakhir. Makanya, mereka lagi mikirin ulang model bisnis dan butuh partner baru buat hardware kalau masih mau lanjut di proyek Helix. Dari sudut pandang gamer biasa, semua drama ini intinya balik ke satu hal simpel, harga perangkat dan aksesoris makin bikin pusing.
Balik ke SSD SanDisk tadi, reaksi komunitas jelas condong ke komedi ketimbang serius. Banyak komentar yang ngeledek kalau dengan uang hampir 53 juta rupiah mending beli tiga PS5 Pro, tambahin HDD atau SSD SATA 2TB murah khusus game PS4, dan sisanya buat backlog game ketimbang masang satu SSD 8TB super mahal. Di era ketika banyak gamer masih mikir berulang kali buat beli game full price di 1 jutaan, kehadiran SSD seharga motor baru ini kayaknya bakal lebih sering jadi bahan meme di timeline ketimbang beneran nangkring manis di slot storage PS5 kamu