



RRQ Hoshi kembali harus menelan kenyataan pahit setelah gagal melaju ke babak playoff MPL Indonesia Season 17. Hasil ini menjadi pukulan besar bagi salah satu organisasi esports terbesar di Indonesia, mengingat mereka kini mencatatkan dua musim beruntun tanpa tiket ke fase playoff, sesuatu yang sebelumnya hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah tim.
Baca ini juga :» BERAS PREMIUM! RRQ CAPAI PEAK VIEWERS 2X DI MPL ID
» Wujudkan Mipim Pro Player Anak Muda, realme 828 Gaming Tournament Bertepuk Tema “Make Passion Real”
» RRQ Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Coach, Analyst, dan Team Manager, Komunitas Langsung Heboh!
» Ramdana Darmawan alias Papipul Hadir di Grand Finals MPL ID S17, Ada Sinyal Dominator Esports Masuk MLBB?
» RRQ PAUUU Buka Suara Usai Terima Ancaman Pembunuhan, Minta Fans Bedakan Kritik dan Serangan Personal
» Perjalanan Bigmo Bersama RRQ Resmi Berakhir, Hanya Bertahan Kurang dari Dua Bulan
» Pak AP Buka Suara, RRQ Hoshi Siap Evaluasi Besar-Besaran Usai Gagal ke Playoff MPL ID S17
» Janji “RRQ Gagal Playoff Gue Botak” Jadi Nyata, Rinz Kini Tampil Plontos
Melalui unggahan yang dibagikan CEO RRQ, Andrian Pauline atau yang akrab disapa Pak AP, pihak tim akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh Kingdom yang tetap setia memberikan dukungan sepanjang musim.
Dalam pesan tersebut, RRQ mengakui bahwa performa mereka di MPL ID Season 17 jauh dari identitas Hoshi yang selama ini dikenal para penggemar.
“S17 ini bukanlah Hoshi yang kalian kenal. Kami sadar itu dan sangat berat untuk mengakuinya.”
RRQ juga mengungkapkan rasa bersalah karena merasa belum mampu membalas kesetiaan para fans dengan hasil yang layak. Mereka menyebut dukungan yang terus diberikan Kingdom di tengah keterpurukan justru menjadi beban emosional yang lebih menyakitkan dibanding kekalahan itu sendiri.
“Kesetiaan seperti itu harusnya dibalas dengan kemenangan, bukan dibalas dengan permintaan maaf.”
Pesan tersebut menjadi salah satu pengakuan paling emosional yang pernah disampaikan RRQ dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih, Season 17 memang menjadi salah satu musim terburuk dalam sejarah RRQ Hoshi setelah mereka hanya mampu meraih sedikit kemenangan sepanjang Regular Season dan dipastikan tersingkir lebih awal dari perebutan tiket playoff.
Meski begitu, RRQ menegaskan bahwa perjalanan mereka belum berakhir. Rasa malu dan kekecewaan yang dirasakan saat ini disebut akan dibawa sebagai bahan evaluasi menuju musim berikutnya.
“Rasa malu ini tidak akan kami buang, akan kami bawa ke season selanjutnya sampai ia berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar penyesalan.”
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa perubahan besar kemungkinan akan dilakukan oleh RRQ setelah sebelumnya Pak AP juga sempat menyinggung adanya evaluasi menyeluruh terhadap tim, mulai dari pemain hingga staf pelatih.
Bagi Kingdom, kegagalan ini tentu sulit diterima mengingat RRQ selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tim paling konsisten di MPL Indonesia. Namun satu hal yang ingin ditegaskan RRQ adalah bahwa era Hoshi belum selesai.
“RRQ Hoshi belum selesai. Selama Kingdom masih ada, kami tidak punya hak untuk menyerah.”
Kini menarik untuk menantikan langkah RRQ pada musim mendatang. Akankah evaluasi besar-besaran menjadi jawaban atas performa buruk dua musim terakhir, atau justru diperlukan perubahan yang lebih fundamental untuk mengembalikan RRQ Hoshi ke level yang selama ini diharapkan Kingdom?