space
RRQ PAUUU BUKA SUARA USAI TERIMA ANCAMAN PEMBUNUHAN, MINTA FANS BEDAKAN KRITIK DAN SERANGAN PERSONAL
OL
Selasa, 09 Jun 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kegagalan RRQ Hoshi di MPL ID Season 17 masih menyisakan berbagai reaksi dari komunitas Mobile Legends Indonesia. Namun di tengah evaluasi performa tim, muncul isu yang lebih serius setelah analis RRQ, PAUUU, mengaku menerima berbagai bentuk serangan personal dari sebagian oknum fans.

Baca ini juga :
» Full Mekanik! BTR Lanjutkan Tren Dominasi Atas ONIC Dengan Skor 2-1
» Langkah Terhenti di Posisi 7 TI, Whitemon & Iron Wing Tetap Amankan Rp2 Miliar!
» Tumbangkan Tim Filipina 2-0! Timnas Indonesia Lolos ke Main Stage GEG 2026
» Topson Balik ke Pro Scene Dota 2! Gak Mau Akhiri Karir di Posisi Ke-12
» Ryza Masuk Evos! Baru Week 2 Bursa Transfer Udah Panas Aja
» Bikin Pangling! Ini Penampilan Terbaru Gaben di Opening TI 2026
» Issue Konflik Timur Tengah! ENC Resmi Ditunda Sampai Tahun 2027
» Nggak Ada Tim Full Indo Lagi? Rekonix Memutuskan untuk Disband

Melalui Instagram Story pribadinya, PAUUU mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak komentar negatif sejak berakhirnya perjalanan RRQ Hoshi di MPL ID S17. Tidak hanya kritik terkait performa tim dan keputusan draft, ia juga mengaku mendapat hinaan hingga ancaman pembunuhan yang bahkan menyeret keluarganya.

Dalam unggahannya, PAUUU menegaskan bahwa dirinya masih bisa menerima kritik yang membahas aspek teknis permainan seperti strategi, draft pick, maupun performa tim. Namun menurutnya, serangan yang sudah mengarah ke ranah pribadi dan keluarga merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan.

Situasi ini terjadi setelah RRQ Hoshi menjalani musim yang jauh dari ekspektasi. Sebagai salah satu tim dengan basis penggemar terbesar di Indonesia, kegagalan RRQ menembus babak playoff MPL ID Season 17 tentu memunculkan kekecewaan besar dari Kingdom. Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan para pemain, tetapi juga staf pelatih dan analis yang berada di balik layar.

Meski menjadi salah satu pihak yang banyak disorot, PAUUU tetap menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung RRQ atas hasil yang diraih musim ini. Ia juga berjanji akan terus belajar dan berkembang agar bisa memberikan kontribusi yang lebih baik untuk tim di masa mendatang.

Kasus yang menimpa PAUUU kembali membuka diskusi mengenai batas antara kritik dan toxic behavior di dunia esports. Kritik terhadap performa tim, keputusan draft, atau strategi pertandingan memang merupakan bagian dari kompetisi. Namun ketika kritik berubah menjadi hinaan, intimidasi, hingga ancaman terhadap keselamatan seseorang maupun keluarganya, hal tersebut sudah melampaui batas yang seharusnya.

Dengan semakin besarnya industri esports Indonesia, kedewasaan komunitas juga menjadi faktor penting untuk menjaga ekosistem tetap sehat. Dukungan terhadap tim favorit memang wajar, tetapi rasa kecewa seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan serangan personal terhadap pemain maupun staf yang terlibat di dalamnya.




TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close