



Industri gaming tampaknya harus bersiap menghadapi hantaman keras di era konsol generasi baru. Berdasarkan bocoran terbaru dari leaker hardware ternama, KeplerL2, biaya produks untuk PlayStation 6 (PS6) dilaporkan telah membengkak hampir USD 200 (sekitar Rp3,2 juta) hanya dalam waktu tiga bulan terakhir.
Jika pada Maret lalu biaya komponen dasar PS6 diperkirakan masih berada di angka USD 760, kini angka tersebut telah melonjak drastis menyentuh USD 960 hingga hampir USD 1.000 (sekitar Rp15,7 juta) per unit. Perlu digaris bawahi, angka ini baru mencakup harga komponen mentah di pabrik. Biaya tersebut belum mengalkulasi proses perakitan akhir, logistik pengiriman global, strategi pemasaran, hingga pembagian margin keuntungan untuk pihak retailer.
fenomena ini adalah RAMageddon atau kelangkaan memori global dan lonjakan harga NAND (SSD) yang dipicu oleh masifnya pembangunan data center berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Perusahaan AI raksasa terus memborong pasokan memori dunia, memojokkan industri elektronika konsumen. Produsen storage seperti Western Digital bahkan melaporkan pasokan mereka sudah habis dipesan hingga akhir tahun ini, dengan antrean korporat AI yang mengular hingga tahun 2028. Para pakar memprediksi harga RAM dan SSD masih akan mengalami kenaikan berkala sebesar 30% hingga 50% di sisa tahun ini.
Kondisi eksternal yang suram ini diperparah oleh arah kebijakan finansial Sony sendiri. Dalam sesi Q&A investor terbarunya, raksasa Jepang tersebut menegaskan prinsip tegas: "Sebagai prinsip, kami tidak bermaksud menjual perangkat keras dengan kerugian yang signifikan." Era legendaris PlayStation 3, di mana Sony rela rugi ratusan dolar per konsol demi memenangkan pasar, dipastikan tidak akan terulang. Sony menegaskan bahwa konsumen harus memahami nilai produk yang sebanding dengan harga jualnya.
Baca ini juga :
» Game Asal Korea, Cinder City Rekomendasikan RAM 64GB. Jadi Game Paling Demanding?
» Tim Cook minta maaf karena karena apple naikin harga Macbook Neo ke 12 Jutaan, Gak jadi yang termurah lagi?
» Lenovo Kasih Solusi AI Enterprise End-to-End Buat Percepat Transformasi Bisnis di Indonesia
» Sambut Tahun Ajaran Baru, ASUS Indonesia Gelar Promo Spesial "ROG Kick Off Bundle"
» [VIDEO] Laptop Tipis Buat Healing ke Jepang Virtual di Forza Horizon 6 | Review ROG Zephyrus G14
» Laptop Tipis Buat Healing ke Jepang Virtual di Forza Horizon 6 | Review ROG Zephyrus G14
» ASUS ROG Zephyrus Duo (GX651) Resmi Rilis di Indonesia: Laptop Dual-Screen OLED Pertama untuk Era AI
» [VIDEO] Senjata Rahasia James Bond Buat Libas Game AAA | MSI Raider 16 Max HX
Menunda peluncuran PS6 yang dirumorkan bertarget rilis pada 2027/2028 juga dinilai analis sebagai langkah yang sia-sia. Spesifikasi arsitektur konsol seperti adopsi AMD Zen 6 dan RDNA 5 umumnya sudah dikunci jauh-jauh hari. Menundanya justru berisiko membuat performa teknologi konsol tersebut usang saat rilis, sementara harga komponen belum tentu turun mengingat pelaku industri seperti Lenovo memproyeksikan harga memori baru akan stabil paling cepat tahun 2030.
Tren inflasi konsol ini pun sudah mulai terlihat nyata pada kompetitor. Microsoft baru saja mengumumkan kenaikan harga Xbox Series X versi disk menjadi USD 799.99 (sekitar Rp13 juta). Sementara itu, konsol portabel berspesifikasi tinggi seperti Steam Machine baru saja mendarat di pasar dengan banderol harga fantastis mencapai USD 1.049 (sekitar Rp17,2 juta).
Melihat kalkulasi BoM yang menyentuh seribu dolar dan keengganan Sony untuk menyubsidi harga besar-besaran, harga ritel resmi PlayStation 6 diprediksi bisa dengan mudah menyentuh angka USD 1.100 hingga USD 1.200 (kisaran Rp18 juta - Rp19,6 juta). Konsol premium tampaknya bukan lagi barang hiburan arus utama, melainkan komoditas mewah generasi baru.
Melihat potensi harga PlayStation 6 yang melonjak drastis hingga mendekati angka dua puluh juta rupiah akibat imbas dari demam industri AI ini. Gimana tanggapan kalian, mending rakit pc kah?
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.