



Para pengguna dan penggemar produk Apple tampaknya harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Raksasa teknologi asal Amerika ini baru saja memberlakukan kenaikan harga yang cukup signifikan untuk jajaran produk Mac, iPad, hingga Apple TV per tanggal 25 Juni 2026.
Langkah drastis ini diambil hanya berselang seminggu setelah CEO Apple, Tim Cook, memberikan peringatan publik bahwa kenaikan harga perangkat Apple adalah sesuatu yang "tidak bisa dihindari". Lalu, apa yang sebenarnya membuat Apple terpaksa mengganti label harga mereka?
Trend AI Berujung Krisis Komponen
Sebab dari melonjaknya harga perangkat Apple adalah sesuatu yang saat ini sedang merajai dunia teknologi: Kecerdasan Buatan (AI).
Ledakan tren AI ini membuat perusahaan-perusahaan besar dunia berlomba-lomba membangun pusat data ( data center) raksasa. Efek sampingnya, permintaan akan memori (RAM) dan ruang penyimpanan (storage) meroket tajam secara global. Hal ini menciptakan krisis komponen dan melonjaknya harga chip memori dari pihak pemasok.
"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak kenaikan biaya yang dibebankan kepada kami dan selama ini berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga, tetapi situasinya sudah tidak lagi berkelanjutan," ungkap Tim Cook.
Baca ini juga :» Game Asal Korea, Cinder City Rekomendasikan RAM 64GB. Jadi Game Paling Demanding?
» Harga Komponennya Doang Udah 18 Jutaan, Kira-Kira Berapa Harga PS6 Pas Rilis Nanti?
» Kontroversi Penggunaan AI Di Game Crazy Taxi, Kreator Asli Sampe Klarifikasi
» Gantikan 30.000 Laptop Windows, Sekolah di Kansas City Migrasi Massal ke MacBook Neo
» Evolusi Komputasi AI Mobile: AMD Resmi Meluncurkan Prosesor Ryzen AI 400 Series untuk Copilot+ PC
» Bapak Seri Game Legendaris Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi Dihujat Netizen. Kenapa?
» Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke AI PC dan Agentic AI?
» ASUS Luncurkan Jajaran Copilot+ PC 2026 di Indonesia
Kenaikan harga ini bervariasi, namun dampaknya cukup terasa karena ada yang melonjak hingga 67%. Berikut adalah gambaran produk yang harganya resmi naik:

Bagaimana Nasib iPhone?
Untuk saat ini, lini iPhone, Apple Watch, dan AirPods masih aman dari gelombang pertama kenaikan harga. Namun, para pengamat mewanti-wanti konsumen untuk tidak senang dulu.
Pakar teknologi dan analis senior dari Creative Strategies, Tim Bajarin, mengingatkan bahwa krisis RAM ini tidak akan selesai dalam waktu dekat. Produsen komponen memori saat ini sudah kewalahan, dan pabrik-pabrik baru butuh waktu tahunan untuk beroperasi. "Kita belum berada di titik terendah. Saya memprediksi krisis memori ini setidaknya akan berlangsung selama dua tahun ke depan," ujar Bajarin.
Selain itu, dalam rilis resminya, Apple menggunakan kalimat "need to begin raising prices" (kami harus mulai menaikkan harga). Kata "mulai" ini menjadi sinyal kuat bagi para analis bahwa kebijakan ini hanyalah permulaan.
Banyak pakar teknologi yang kini yakin bahwa peluncuran iPhone 18 pada bulan September mendatang hampir dipastikan akan diwarnai dengan harga yang jauh lebih mahal, terutama untuk model standar yang sangat bergantung pada komponen memori dengan harga terjangkau. Era di mana teknologi perlahan menjadi semakin murah tampaknya sedang mengalami masa "jeda". Ambisi global untuk membangun AI nyatanya berdampak langsung pada dompet konsumen gadget sehari-hari.
Jadi gimana terkait kenaikan harga ini, apa kalian akan tetap beli MacBook dan iPad?
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.