space
CEO SHIFT UP RESPON KRITIK GAMER TERKAIT VIDEO MUSIC MENGGUNAKAN GENERATIF AI
PC
Selasa, 04 Aug 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Shift Up, developer di balik Stellar Blade, baru saja kena hujatan keras setelah merilis video musik promosi untuk game sekuelnya, Stellar Blade: Blood Rain. Video berjudul “Wanna Be in Love” yang menampilkan karakter baru bernama Evie ini langsung dituduh menggunakan AI secara berlebihan, sampai-sampai banyak fans menyebutnya sebagai AI slop atau konten murahan hasil generatif AI.

Bos Shift Up, Hyung-Tae Kim, akhirnya angkat bicara menanggapi kemarahan para fans. Ia menegaskan bahwa karakter Evie sebenarnya dirancang dari awal hingga akhir oleh tim seniman dan modeler mereka selama lebih dari satu tahun penuh. Menurutnya, AI yang digunakan hanya bertugas untuk merender dan menampilkan gerakan karakter tersebut, bukan menciptakan Evie dari nol. Kim berharap publik bisa memahami konteks ini dan melihat karya tersebut dengan pemahaman yang benar.

Meski begitu, penjelasan itu tidak sepenuhnya meredam kekecewaan komunitas. Banyak yang merasa bahwa meski karakternya memang dibuat oleh seniman manusia, penggunaan AI untuk menggerakkan dan menampilkan Evie di video tetap terasa janggal. Wajah Evie yang terlihat kaku, ekspresi yang masuk ke wilayah uncanny valley, hingga beberapa ketidakakuratan visual jadi bukti bahwa AI generatif masih jauh dari kualitas hasil karya manusia. Ada juga yang menyoroti bahwa AI tersebut kemungkinan dilatih menggunakan jutaan data referensi tanpa kredit, yang memunculkan masalah etika tersendiri.

Kontroversi ini sebenarnya bukan pertama kalinya menimpa Shift Up. Trailer pengungkapan Blood Rain sebelumnya juga sudah dituduh penuh dengan aset generatif AI. Namun, reaksi kali ini jauh lebih besar karena video musiknya dirilis secara resmi dan dipromosikan langsung oleh studio. Beberapa fans bahkan menyebut mereka merasa sangat kecewa karena Shift Up dikenal sebagai studio yang didirikan dan dijalankan oleh seniman, sehingga diharapkan lebih menjaga kualitas artistik karyanya.

Baca ini juga :

» Ga Disangka, Shift Up Hadirkan Kolaborasi Nikke x Persona!
» Kok Begini??? Creator Paulius Bikin Ulang Game Pokemon pake AI
» Piala Dunia 2026 dan Revolusi AI Lenovo: Era Baru dalam Penyelenggaraan Olahraga Global
» Bikin Video Music Pake Generatif AI, Developer Stellar Blade Banyak Diprotes
» Main Black Myth Wukong Cuma Pakai Otak? Teknologi BCI Ini Buktikan Game Action Tanpa Stik Bisa Terwujud!
» ASUS Zenni Claw: AI Agent Praktis yang Mengubah Produktivitas dan Aktivitas Harian
» IBM Perkenalkan Chip 0.7nm Pertama di Dunia, Siap Lompatkan Performa AI dan Gaming hingga 6 Kali Lipat!
» Efek AI Boom! Samsung Foundry Mulai Pilih-Pilih Pelanggan, Lini 4nm & 8nm Ludes Sampai Tahun Depan

Di sisi lain, lagu “Wanna Be in Love” sendiri justru mendapat pujian. Melodinya disebut enak dan khas gaya musik pop yang biasa dihasilkan Shift Up. Visual dunia Blood Rain yang terinspirasi dari kota-kota seperti Chongqing dan Hong Kong juga dinilai menarik, dengan nuansa urban yang kuat. Namun, semua itu tertutupi oleh sorotan negatif terhadap penggunaan AI yang dianggap berlebihan dan mengurangi nilai seni dari promosi tersebut.

Komentar-komentar di media sosial pun ramai. Ada yang bilang kalau mereka mungkin akan melewatkan game sekuel ini jika memang terbukti menggunakan AI generatif dalam pengembangan atau promosinya. Sebagian lagi tetap optimis bahwa gameplay Blood Rain nanti bisa sekeren Stellar Blade pertama, tapi tetap berharap studio lebih berhati-hati dalam memilih cara promosi. Intinya, banyak fans ingin AI dipakai sebagai alat bantu, bukan jadi pengganti utama proses kreatif yang seharusnya dilakukan oleh seniman manusia.

Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close