space
MAIN BLACK MYTH WUKONG CUMA PAKAI OTAK? TEKNOLOGI BCI INI BUKTIKAN GAME ACTION TANPA STIK BISA TERWUJUD!
PC
2 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Pernah membayangkan main game action berkecepatan tinggi seperti Black Myth: Wukong tanpa perlu memegang stik controller, mouse, atau keyboard sama sekali? Di ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, hal tersebut bukan lagi sekadar adegan film sains fiksi, melainkan teknologi nyata yang bisa dicoba langsung oleh para pengunjung.


Mengontrol Game Menggunakan Gelombang Otak


Melalui cuplikan video yang dibagikan oleh pengamat AI, Huang Lu, beberapa pengunjung pameran terlihat mengendalikan karakter Wukong hanya dengan mengandalkan sinyal pikiran.

Sistem ini memanfaatkan teknologi Brain-Computer Interface (BCI) tipe non-invasive (tanpa operasi/bedah) berbentuk ikat kepala atau headset pemindai sinyal Elektroensefalogram (EEG). Menurut staf pameran di lokasi, proses kalibrasi alat ini sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk setiap pemain.


Bagaimana Cara Kerjanya?


Berbeda dengan beberapa eksperimen BCI terdahulu yang mengharuskan pemain membayangkan gerakan tertentu secara spesifik (seperti membayangkan jangkrik melompat untuk tombol dodge), sistem di WAIC 2026 ini menggunakan pendekatan bernama Steady-State Visual Evoked Potentials (SSVEP):

Baca ini juga :
» ASUS Zenni Claw: AI Agent Praktis yang Mengubah Produktivitas dan Aktivitas Harian
» IBM Perkenalkan Chip 0.7nm Pertama di Dunia, Siap Lompatkan Performa AI dan Gaming hingga 6 Kali Lipat!
» Efek AI Boom! Samsung Foundry Mulai Pilih-Pilih Pelanggan, Lini 4nm & 8nm Ludes Sampai Tahun Depan
» Tim Cook minta maaf karena karena apple naikin harga Macbook Neo ke 12 Jutaan, Gak jadi yang termurah lagi?
» Kontroversi Penggunaan AI Di Game Crazy Taxi, Kreator Asli Sampe Klarifikasi
» Evolusi Komputasi AI Mobile: AMD Resmi Meluncurkan Prosesor Ryzen AI 400 Series untuk Copilot+ PC
» Bapak Seri Game Legendaris Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi Dihujat Netizen. Kenapa?
» Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke AI PC dan Agentic AI?
  • Target Visual di Layar: Di atas tampilan gameplay, terdapat beberapa target visual berkedip dengan frekuensi gelombang yang berbeda-beda.
  • Respons Otak: Ketika mata pemain berfokus pada salah satu target visual tersebut, otak secara alami akan menghasilkan sinyal gelombang unik.
  • Penerjemahan Perintah: Headset EEG menangkap sinyal unik itu, lalu algoritma AI langsung menerjemahkannya menjadi perintah tombol aksi di dalam game.

Harapan Besar untuk Aksesibilitas Gamers


Potensi terbesar dari perkembangan teknologi BCI ini terletak pada aksesibilitas gaming. Bagi para gamers yang memiliki keterbatasan fisik, penyandang disabilitas, atau mengalami gangguan kendali motorik pada tangan dan jari, BCI memberikan ruang baru agar mereka tetap bisa menikmati permainan game-game modern.


Kelemahan & Realita Teknis Saat Ini


Meski terlihat sangat futuristik, sebagai penikmat teknologi kita perlu membedakan antara fakta prototipe dan kesiapan pasar. BCI saat ini masih menghadapi dua tantangan utama:

  • Masalah Latensi (Delay): Karakteristik game soulslike atau action RPG sangat bergantung pada ketepatan waktu (timing). Adanya jeda waktu (latensi) dalam pemrosesan sinyal otak ke eksekusi layar masih menjadi kendala terbesar untuk permainan tingkat kompetitif.
  • Risiko Epilepsi Fotosensitif: Penggunaan elemen visual yang berkedip-kedip di layar (metode SSVEP) berpotensi memicu kejang bagi pemain yang memiliki kondisi photosensitive epilepsy.

Tak Hanya Game, Robot Juga Mulai Dikendalikan Pikiran


Ajang WAIC 2026 juga memperlihatkan bahwa BCI tak cuma diproyeksikan untuk hiburan. Perusahaan BrainCo memamerkan headset EEG serupa yang memungkinkan pengguna mengendalikan lengan robotik hingga robot humanoid secara jarak jauh. Algoritma AI mereka mampu mengodekan niat gerak tubuh menjadi perintah robotik dalam waktu kurang dari 200 milidetik.


Meski belum siap menggantikan kecepatan dan keakuratan stik controller atau mouse-keyboard untuk penggunaan di rumah dalam waktu dekat, pengujian Black Myth: Wukong berbasis sinyal otak ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan gaming yang lebih inklusif dan hands-free sudah semakin dekat.

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close