space
EFEK AI BOOM! SAMSUNG FOUNDRY MULAI PILIH-PILIH PELANGGAN, LINI 4NM & 8NM LUDES SAMPAI TAHUN DEPAN
1 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Jika kamu berpikir era kelangkaan komponen dan lonjakan harga hardware sudah sepenuhnya berakhir, bersiaplah untuk menghadapi kenyataan baru. Gelombang kecerdasan buatan (AI) kini benar-benar menjajah kapasitas pabrik chip dunia. Kabar terbaru datang dari Korea Selatan, di mana divisi pabrikan chip raksasa, Samsung Electronics Foundry, dilaporkan mulai kewalahan menerima pesanan hingga harus memberlakukan sistem seleksi ketat bagi para pelanggannya.

Berdasarkan laporan dari industri rantai pasok global, Samsung Foundry resmi memasuki mode 'Allocation' (alokasi). Artinya, alih-alih menerima semua orderan yang masuk seperti tahun-tahun sebelumnya, Samsung kini memilih strategi "fokus dan konsentrasi"—memprioritaskan kapasitas produksi untuk klien kakap yang sudah ada dan menyaring ketat proyek dari pelanggan baru.


Lini 4nm Habis Dipesan, Big Tech Mengantri

Biang kerok dari penuhnya kapasitas ini adalah peralihan tren industri. Jika dulu pabrik chip tercanggih sibuk memperebutkan pesanan Application Processor (AP) untuk smartphone, kini peta permainan berubah total. Raksasa teknologi (Big Tech) dunia tengah jor-joran memesan chip akselerator AI, ASIC, dan chip komputasi berperforma tinggi (HPC).

Tidak main-main, lini fabrikasi 4 nanometer (nm) milik Samsung dilaporkan sudah hampir habis dipesan (fully booked) bahkan hingga tahun depan. Sementara itu, lini produksi 8nm mereka juga dipastikan beroperasi dalam kapasitas penuh (full-capacity).

Saat ini, Samsung dipercaya untuk memproduksi chip otonom pintar milik Tesla, chip inferensi AI generasi terbaru dari startup Groq, serta memperluas kemitraan strategisnya dengan pemain besar seperti Google dan Nvidia. Bagi operasional pabrik (fab), memproduksi satu jenis chip dalam jumlah masif (low-mix high-volume) jauh lebih menguntungkan dan efisien secara biaya ketimbang membuat banyak jenis chip dalam jumlah kecil.

Baca ini juga :
» IBM Perkenalkan Chip 0.7nm Pertama di Dunia, Siap Lompatkan Performa AI dan Gaming hingga 6 Kali Lipat!
» Tim Cook minta maaf karena karena apple naikin harga Macbook Neo ke 12 Jutaan, Gak jadi yang termurah lagi?
» Kontroversi Penggunaan AI Di Game Crazy Taxi, Kreator Asli Sampe Klarifikasi
» Evolusi Komputasi AI Mobile: AMD Resmi Meluncurkan Prosesor Ryzen AI 400 Series untuk Copilot+ PC
» Bapak Seri Game Legendaris Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi Dihujat Netizen. Kenapa?
» Era Baru Produktivitas: Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke AI PC dan Agentic AI?
» ASUS Luncurkan Jajaran Copilot+ PC 2026 di Indonesia
» Grok “Ketipu” Kode Morse, AI Elon Musk Sempat Transfer Rp2,6 Miliar ke Wallet User Indonesia

Berkah dari "Penuhnya" TSMC dan Strategi Multi-Foundry

Menariknya, situasi ini juga dipicu oleh kondisi rival abadi mereka, TSMC. Pabrikan asal Taiwan tersebut saat ini dilaporkan mengalami kelangkaan pasokan (supply shortage) karena kapasitas mereka sudah benar-benar terkunci oleh perusahaan seperti Apple dan Nvidia.

Kondisi ini memaksa Big Tech untuk menerapkan strategi multi-foundry (diversifikasi rantai pasokan) agar tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Menariknya, beberapa klien yang dulu sempat "pindah ke lain hati" ke TSMC karena isu yield rate (tingkat keberhasilan produksi) Samsung di masa lalu, kini dilaporkan kembali mengetuk pintu Samsung. Langkah ini diambil demi mengamankan pasokan chip sekaligus meningkatkan daya tawar mereka saat bernegosiasi harga.


Harga Fabrikasi Naik, Apa Dampaknya buat Gamer dan Konsumen?

Dengan posisi tawar yang kini berbalik menguntungkan Samsung, beredar rumor kuat di industri bahwa Samsung siap menaikkan harga produksi chip mereka berkisar antara 15% hingga 20% untuk beberapa proses fabrikasi tertentu.

Bagi internal Samsung Electronics, ini adalah angin segar yang sudah lama dinanti. Setelah sempat terseok-seok dan mengalami kerugian panjang di divisi Foundry, para analis meyakini Samsung Foundry akan segera melakukan turnaround alias berbalik mencetak keuntungan (laba bersih) pada paruh kedua tahun ini atau paling lambat tahun depan.

Jangan kaget jika kartu grafis (GPU) generasi baru, prosesor desktop, chip konsol next-gen, hingga smartphone flagship di masa depan harganya akan tetap bertahan tinggi—atau bahkan berpotensi lebih mahal. Pasar chip dunia kini bukan lagi soal siapa yang punya uang, melainkan siapa yang lebih dulu mengamankan slot di pabrik fabrikasi.

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close