space
KONTROVERSI PENGGUNAAN AI DI GAME CRAZY TAXI, KREATOR ASLI SAMPE KLARIFIKASI
PC
22 jam yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Setelah lebih dari dua puluh tahun tidak ada game seri Crazy Taxi yang baru, Sega akhirnya memperlihatkan game mainline terbaru mereka di showcasing musim panas Xbox lewat Crazy Taxi World Tour. Awalnya sih masyarakat senang banget, para fans lama tuh ribet seru bareng lagi sambil nyanyi yeah yeah yeah yeah yeah. Tapi suasana langsung berubah setelah ada kabar bahwa Sega pakai teknologi buatan kecerdasan dalam pengembangan game ini.

Kabar ini pertama kali muncul karena ada keterangan di halaman Steam game yang bilang bahwa Sega menggunakan teknologi AI sebagai alat bantu buat pembuat game. Mereka bilang tujuannya biar bisa kasih konten lebih baik ke pemain dan biar pembuat game bisa fokus lebih banyak di tugas kreatif. Teknologi buatan kecerdasan ini dipakai selama pengembangan Crazy Taxi World Tour, tapi tidak ada yang dipakai buat referensi penampil di game.

Sega juga kasih pernyataan lebih lanjut ke Game Informer dan bilang bahwa teknologi ini dipakai dalam pengembangan aset latar belakang. Mereka juga tambahin bahwa semua yang dihasilkan teknologi itu masih tetap perlu dicek oleh tim pembuat, jadi tidak langsung masuk game tanpa cek dulu.

Di event Summer Game Fest Play Days, Kenji Kanno yang jadi pencipta asli seri ini kasih penjelasan lebih detail tentang cara tim mereka pakai teknologi ini. Dia bilang mereka pakai teknologi itu sebagai referensi. Jadi para artist mereka bakal generate beberapa ide, lalu mereka lihat gambar yang dihasilkan teknologi itu, dan kemudian mereka buat gambar yang asli. Semua yang dari pemrograman sampai aset, semuanya dibuat oleh manusia nyata. Teknologi itu cuma dipakai sebagai referensi buat mereka lihat, lalu mereka bakal bikin gambar yang asli yang bakal masuk ke game.

Kenji Kanno juga jawab pertanyaan tentang bagaimana tim World Tour balance antara manfaat teknologi AI dengan reaksi negatif potensial dari masyarakat. Dia akui bahwa teknologi ini bakal tetap kontroversial, tapi dia sekali lagi menegaskan bahwa World Tour cuma bakal pakai aset yang dihasilkan teknologi AI sebagai referensi, bukan buat apapun yang muncul di game.

Dia bilang untuk mereka, seberapa jauh mereka pakai teknologi AI cuma seperti yang dia sudah bilang tadi. Cuma buat ide dan cuma sebagai referensi. Ke depannya di masa depan teknologi buatan kecerdasan mungkin bakal jadi topik hot, tapi dia rasa itu saja yang bisa dia bilang sekarang tentang bagaimana mereka pakai teknologi buatan kecerdasan untuk game ini.

Baca ini juga :

» Waktunya Menggila! Crazy Taxi Akhirnya Resmi Mendapat Game Baru Setelah 24 Tahun
» Update Gratis Sonic Racing: CrossWorlds, Arle Resmi Hadir!
» SEGA Summer Early-Bird Sale: Sikat Yakuza Kiwami 3 & Yakuza 0 Director's Cut Harga Murah!
» Rumor Persona 6 Kembali Muncul, Fans Udah Pada Gak Sabar?
» Doma Resmi Hadir di Demon Slayer: The Hinokami Chronicles 2, Jadi Karakter Baru dari Infinity Castle Pass
» International Management Hadir di Football Manager 26 Berlisensi Resmi FIFA World Cup 2026
» SEGA Umumkan Lisensi Baru dan Update Besar di Ver 2.0 untuk SEGA FOOTBALL CLUB CHAMPIONS 2026
» Akun Resmi Crazy Taxi Unggah Teaser Lampu TAXI, Tanda Game Baru atau Remake?

Meskipun ada penolakan dari masyarakat, beberapa perusahaan besar pembuat game masih pakai teknologi AI dalam pembuatan game. Praktik yang naik daun ini sudah bertemu dengan kritik luas karena teknologi ini harus dilatih pada karya yang sudah ada oleh para artist manusia, jadi semua aset yang dibuat dengan teknologi itu pada dasarnya plagiarisme tanpa kredit atau ganti rugi buat pencipta asli. Itu belum termasuk fakta bahwa teknologi ini, meski sering menghasilkan karya buruk yang tidak ada orang dengan selera sedikit sekali bakal bayar uang untuk itu, sering diposisikan sebagai ancaman untuk pekerjaan kreatif oleh para pejabat perusahaan yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja manusia di berbagai industri, termasuk film, buku, dan game video.

Di bulan-bulan terakhir, beberapa badan penghargaan sudah memutuskan bahwa karya yang dibuat dengan teknologi AI bakal tidak bisa ikut pertimbangan. Clair Obscur Expedition 33 kehilangan penghargaan Game of the Year di Indie Game Awards tahun lalu setelah pembuat Sandfall Interactive dituduh melarikan pada pengajuan penghargaan mereka setelah menggunakan aset placeholder AI. Sejak itu, Sandfall sudah bilang semua di game mereka bakal dibuat oleh manusia ke depannya.

Jadi jelas sih, kalau Sega memang ngaku tetap pakai teknologi AI, tapi dengan cara yang transparan dan benar, tentunya cuma sebagai referensi saja, bukan buat hasil akhir.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close