



Ada detail menarik di game Pragmata yang lagi dibahas, yaitu ada seorang peneliti di markas bulan yang diam diam punya ruangan rahasia penuh media fisik kayak disc, kaset, mungkin buku dan semacamnya. Karakter ini digambarkan sebagai orang yang paham banget pentingnya media fisik di dunia yang sudah dikuasai AI dan serba digital, karena semua koleksi itu disimpan offline dan tidak terhubung ke jaringan sehingga tidak bisa disentuh atau dimanipulasi oleh para penguasa AI.
In Pragmata there is a researcher on the Moon base who has a hidden room full of physical media.
— Genki✨ (@Genki_JPN) July 6, 2026
They understand the importance of physical media, in this case for being something AI overlords can’t interfere with and something they are able to access offline. pic.twitter.com/AnlrXNqw3b
Konsep ini langsung nyenggol kekhawatiran gamer di dunia nyata soal bagaimana konten digital bisa dihapus, diubah, atau ditarik kapan saja kalau semua serba online dan bergantung server. Di Pragmata, ruangan rahasia itu seperti simbol rasa aman yang cuma bisa didapat dari media fisik yang benar benar ada di tangan kita, bukan sekadar lisensi di akun yang sewaktu waktu bisa hilang. Di situ juga tersirat kritik halus terhadap masyarakat modern yang makin mengandalkan cloud, streaming, dan layanan digital, padahal semua itu bisa dimatikan tombolnya oleh pihak yang punya kuasa.
Hal yang bikin diskusi makin rame, beberapa orang langsung nyeletuk kalau ini kelihatan banget seperti sindiran ke kondisi industri game sekarang, di mana banyak game rilis dalam bentuk kode saja atau butuh koneksi online terus menerus. Ada yang bilang developer yang bikin momen ini jelas sadar dengan isu media fisik, tapi di saat yang sama muncul komentar yang menyebut ironi kalau Pragmata sendiri justru punya versi yang berupa kode dan banyak game dari publisher yang sama juga mengandalkan model distribusi digital. Kontras antara pesan dalam game dan praktik di dunia nyata ini yang bikin netizen merasa geli sekaligus agak sinis.
Di kolom balasan, ada yang menggarisbawahi kalau ancaman AI dan dunia digital sebenarnya sudah lama ada, cuma dulu orang suka menganggapnya lebay dan kayak film fiksi ilmiah. Sekarang ketika AI mulai dipakai di mana mana, mulai dari rekomendasi konten sampai keamanan, kekhawatiran soal kontrol data dan akses konten jadi terasa lebih dekat. Ada juga komentar yang menjelaskan bahwa dalam sistem yang benar benar kritikal seperti pesawat, reaktor nuklir, atau sistem ruang angkasa, bagian paling penting sengaja dibuat tidak terhubung ke internet supaya tidak bisa diretas. Ide yang sama dipakai di ruangan media fisik di Pragmata, seakan bilang kalau sesuatu yang tidak online jauh lebih aman dari campur tangan pihak luar.
Baca ini juga :
» Kojima Sedih PlayStation Hapus Media Fisik, Takut Atas Masalah Kepemilikan
» Jadi Gorengan! Statement PS Stop Produksi Game Fisik Jadi Bahan Parodi Brand Lain
» Shuhei Yoshida Bagikan "Review" Experiencenya Mencoba Steam Machine
» Jadwal Rilis Onimusha: Way Of The Sword Dimajukan Lebih Awal, Kabur Dari Hype GTA VI?
» Hideo Kojima Peramal Sejak Dulu, Sudah Prediksi Masalah Game Fisik PlayStation
» Setelah 20 Tahun, PlayStation Mengumumkan Penutupan PlayStation Store Untuk PS3 & PSVita
» Xbox Uji Coba Langkah Sony Buat Beralih Dari Game Fisik Ke Digital
» Sony Mengumumkan Produksi Game Fisik Mereka Akan Berakhir Di Tahun 2028
Beberapa orang juga mengingatkan kalau media fisik bukan solusi ajaib seratus persen, karena menyimpan, merawat, dan mendistribusikan media fisik juga punya tantangan sendiri. Kalau penyimpanan berantakan, perangkat bacanya hilang, atau tidak ada backup, koleksi fisik itu tetap bisa lenyap. Tapi meski begitu, rasa aman yang datang dari punya barang nyata di tangan sendiri terasa beda, apalagi ketika dunia makin mendorong orang untuk menerima lisensi digital yang bisa berubah aturan kapan saja. Ada juga yang menyebut lokasi ruangan rahasia itu ada di balik salah satu tembok di sektor tambang ketiga, yang bikin pemain jadi kepo dan pengen ngecek langsung di dalam game.
Detail kecil ini akhirnya dipandang banyak orang sebagai pesan yang lebih luas dari sekadar soal video game. Ada yang bilang momen tersebut punya makna yang menyentuh isu teknologi, kontrol, dan kedaulatan data secara umum, bukan cuma tentang nostalgia kaset dan disc. Bahkan ada yang menyebut Pragmata sebagai game favorit tahun ini sejauh ini, menunjukkan bahwa pesan dan tema seperti ini cukup ngena bagi sebagian pemain. Pada akhirnya, keberadaan ruangan penuh media fisik di markas bulan dalam Pragmata jadi simbol tentang bagaimana manusia masih mencari cara menjaga sesuatu tetap murni, aman, dan bebas dari campur tangan mesin, bahkan di masa depan yang super canggih sekalipun.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!