



Nama Hideo Kojima kembali menjadi perbincangan setelah sebuah cuitannya dari tahun 2021 kembali viral di media sosial. Banyak penggemar bahkan bercanda menyebut kreator Metal Gear dan Death Stranding tersebut sebagai "time traveler" karena dianggap telah memprediksi arah industri game menuju era digital jauh sebelum pengumuman terbaru dari Sony.
Perbincangan ini mencuat setelah Sony mengumumkan bahwa mulai Januari 2028, seluruh game baru PlayStation akan dirilis secara digital-only. Artinya, tidak akan ada lagi versi fisik dalam bentuk cakram (disc) untuk judul-judul baru. Seluruh pembelian akan dilakukan melalui PlayStation Store maupun retailer digital yang bekerja sama.
Baca ini juga :» Jadi Gorengan! Statement PS Stop Produksi Game Fisik Jadi Bahan Parodi Brand Lain
» Shuhei Yoshida Bagikan "Review" Experiencenya Mencoba Steam Machine
» Setelah 20 Tahun, PlayStation Mengumumkan Penutupan PlayStation Store Untuk PS3 & PSVita
» Xbox Uji Coba Langkah Sony Buat Beralih Dari Game Fisik Ke Digital
» Sony Mengumumkan Produksi Game Fisik Mereka Akan Berakhir Di Tahun 2028
» Sony PlayStation Masih Percaya Dengan Potensi Game Live Service!
» Bocoran Dari Jason Schreier Ungkap Alasan PlayStation Hentikan Port Game Ke PC
» SanDisk Rilis SSD Baru, Harganya Setara Buat Beli 5 PlayStation 5?!
Sony menyebut langkah tersebut sebagai evolusi alami industri, mengingat semakin banyak pemain yang kini memilih membeli game secara digital dibandingkan versi fisik. Namun keputusan ini juga memicu kekhawatiran, terutama di kalangan kolektor dan pemain yang masih mengandalkan media fisik.
Menariknya, empat tahun sebelum pengumuman tersebut, Hideo Kojima pernah mengungkapkan keresahannya mengenai masa depan media digital melalui akun X (dulu Twitter). Dalam cuitannya pada Agustus 2021, ia menulis bahwa suatu hari nanti kepemilikan konten digital tidak lagi sepenuhnya berada di tangan pengguna.
1/2
— HIDEO_KOJIMA (@HIDEO_KOJIMA_EN) August 5, 2021
Eventually, even digital data will no longer be owned by individuals on their own initiative. Whenever there is a major change or accident in the world, in a country, in a government, in an idea, in a trend, access to it may suddenly be cut off.
Menurut Kojima, akses terhadap film, buku, musik, maupun konten digital lainnya bisa saja sewaktu-waktu hilang akibat perubahan kebijakan perusahaan, pemerintah, hingga situasi global. Ia juga menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut bukan berasal dari rasa serakah, melainkan rasa takut karena pengguna tidak lagi benar-benar memiliki apa yang telah mereka beli.
Setelah Sony mengumumkan transisi menuju distribusi digital, banyak pemain langsung mengaitkan keputusan tersebut dengan pernyataan Kojima beberapa tahun lalu. Reaksi semakin ramai karena belum lama ini PlayStation juga dikabarkan menghapus ratusan film digital dari perpustakaan pengguna akibat berakhirnya lisensi, meski sebagian pengguna telah membelinya. Kasus tersebut dianggap memperkuat kekhawatiran Kojima mengenai akses terhadap konten digital.
Di media sosial, banyak penggemar menyebut Kojima sebagai sosok yang "melihat masa depan". Berbagai meme pun bermunculan, membandingkannya dengan karakter seperti Eren Yeager dari Attack on Titan hingga Paul Atreides dari Dune, yang dikenal memiliki kemampuan melihat kejadian di masa depan.
Meski tentu saja Kojima bukan benar-benar peramal, cuitannya kini kembali relevan di tengah perubahan besar yang sedang terjadi di industri game. Perdebatan mengenai masa depan kepemilikan game digital versus media fisik pun kembali memanas, terutama setelah langkah Sony yang dinilai menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah ekosistem PlayStation.