space
SATYRESS THREEHALVES ROBOT CENTAUR TELEOPERASI YANG MENGUTAMAKAN KESELAMATAN, NAMUN MEMICU REAKSI NGERI DI IN
Sabtu, 01 Aug 2026

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Perusahaan robotika asal Amerika Serikat, Satyress, memperkenalkan produk terbaru mereka bernama “Threehalves”. Alih-alih mengejar tren robot humanoid berbasis Kecerdasan Buatan (AI) otonom, Threehalves menggunakan desain menyerupai centaur—memiliki empat kaki dengan torso manusia—dan dikendalikan penuh secara jarak jauh (teleoperasi). Meski ditujukan murni untuk membantu manusia di lingkungan ekstrem, wujud visualnya justru memicu perdebatan dan ketakutan di platform media sosial.


Fokus pada Keselamatan Pekerja dan Efisiensi Daya


Satyress secara tegas memposisikan Threehalves bukan sebagai pengganti tenaga kerja manusia, melainkan sebagai alat yang memberikan “kekuatan super” bagi teknisi ahli. Robot ini dirancang khusus untuk masuk ke lingkungan yang mengancam nyawa, seperti area kebakaran hutan, zona beracun, ruang sempit, atau misi pencarian di reruntuhan.

Keputusan menggunakan sasis empat kaki (quadruped) diambil untuk memastikan stabilitas tingkat tinggi. Salah satu keunggulan teknis utamanya adalah penggunaan persendian dengan sistem rem gesekan (friction-braked joints). Sistem ini membuat robot tidak mengonsumsi daya (nol konsumsi laten) saat tidak bergerak, serta memiliki keamanan ganda (failsafe) yang jauh melampaui robot dua kaki (bipedal) jika terjadi kehilangan kendali motorik.

Pada bagian torso, robot ini tidak memiliki tangan standar. Sebagai gantinya, pergelangan lengannya dilengkapi antarmuka quick disconnect (lepas-cepat) yang memungkinkan robot untuk langsung dipasangi alat pertukangan asli buatan manusia, seperti gergaji mesin atau impact gun. Modul ini dapat langsung menyalurkan tenaga listrik 12V, 18V, 48V, serta tekanan udara langsung dari robot ke perkakas tersebut.


Reaksi Publik: Inovasi yang Terjebak di Uncanny Valley


Kendati spesifikasi teknisnya sangat pragmatis, kemunculan perdana Threehalves di publik mendapatkan sambutan yang kurang diharapkan dari segi visual. Diskusi viral di platform X (sebelumnya Twitter), yang didorong oleh akun pemantau teknologi seperti @Drone_Wars_, menyoroti estetika robot yang dinilai mengganggu.

Baca ini juga :
» Kini AI Mulai Belajar Untuk Berbohong dan Juga Menipu. Kemajuan Teknologi Atau Ancaman Teknologi?
» Perkenalkan AI Sejak Dini, Anak-Anak SD di China Diajari Tentang Kecerdasan Buatan!
» User Twitter Ungkapkan Bahwa Ia Sedang Kembangkan Robot Maid Cafe
» Perkenalkan 'Ameca' Robot Humanoid Dengan Ekspresi Wajah Yang Sangat Mirip Dengan Manusia
» Tidak Hanya Roket, Tesla Juga Sedang Kembangkan Robot AI Humanoid Dengan Nama Tesla Bot
» Entah Harus Kagum Atau Takut, Robot Boston Dynamics Kini Bisa Atraksi Parkour
» Makin Kompetitif, Game NetEease Astracraft Tawarkan Mode 5v5!
» Ternyata di Jepang ada Kafe Robot yang Dikendalikan Orang Lumpuh

Alih-alih memuji kemampuannya, para pengamat teknologi, investor, hingga tokoh seperti Elon Musk menyebut desainnya “menyeramkan”. Warganet menilai bahwa proporsi tubuh Threehalves dan wajah tanpa ekspresinya masuk ke dalam ranah uncanny valley, dengan beberapa menyamakannya dengan makhluk fantasi kegelapan atau entitas “Baphomet”.

Bagi Satyress, tantangan ke depan tampaknya bukan sekadar pada pembuktian mekanis, melainkan bagaimana meyakinkan publik dan industri bahwa desain utilitarian ini adalah alat penyelamat nyawa, bukan representasi distopia.


Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close