



Sony mulai ngerasain dampak kenaikan harga konsol PlayStation 5. Pada tahun fiskal pertama 2026, yaitu sebanyak periode 1 April hingga 30 Juni 2026, perusahaan mencatat penjualan PS5 sebanyak 1,6 juta unit. Angka tersebut emang nggak sedikit bahkan lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 1,5 juta unit, tetapi kalau dibandingin dengan periode yang sama pada tahun 2025, penjualannya turun drastis hingga mencapai 36%.

Secara keseluruhan, penjualan PS5 kini telah mencapai 95,3 juta unit di seluruh dunia. Tapi, capaian tersebut masih berada di bawah performa PS4 yang pada tahap siklus yang sama sudah terjual sekitar 100,2 juta unit. Salah satu faktor penting yang membedakan keduanya adalah strategi harga. PS4 sebelumnya mendapatkan potongan harga secara berkala dan harga resminya terus menurun seiring waktu.
PS5 justru mengalami kenaikan harga karena pasokan RAM dan beberapa komponen penting lainnya masih terbatas. Kondisi ini menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada perangkat keras PlayStation. Sony juga melaporkan pendapatan dari penjualan hardware turun hampir 10%. Penjualan software meningkat tipis dari 65,9 juta menjadi 66,1 juta unit. Selain itu, porsi penjualan game digital juga naik dari 78% menjadi 82%, yang berarti semakin banyak pemain beralih ke pembelian game secara digital meskipun keputusan penghentian produksi disc PS5 sempat banyak kritiknya.
Baca ini juga :
» PlayStation Umumkan Kolaborasi dengan LISA, DualSense Wireless Controller Edisi Terbatas Segera Meluncur
» Shuhei Yoshida Recreate Meme Satir Playstation Setelah 13 Tahun
» Ikumi Nakamura Ungkap Alasan Kemuri Hanya Rilis di PS5 dan PC, Prioritaskan Kesejahteraan Tim Ketimbang Portin
» PlayStation Pelan-Pelan Kehilangan Identitas Eksklusifnya, Satu per Satu Game Besar Mulai Merambah Platform La
» Sony Dirumorkan Ingin Membuat Game Killzone Baru
» Emlutator PS5 Makin Bisa Jalankan Game Eksklusif! Bikin Sony Ketar-ketir?
» Terungkap Alasan Playstation Lepas Hideo Kojima dan Proyek Physint
» Rangkuman Lengkap State of Play September 2026: Deretan Pengumuman Besar yang Bikin Gamer Nggak Sabar Menanti
Secara keseluruhan, pendapatan dari divisi game dan layanan jaringan Sony masih berada pada level yang relatif stabil. Meskipun pertumbuhan penjualan tidak terlalu signifikan, perusahaan berhasil mencatat kenaikan laba sebesar 37%. Peningkatan keuntungan tersebut terutama didorong oleh pengembalian dana tarif impor dari Amerika Serikat serta keuntungan dari pergerakan nilai tukar mata uang yang menguntungkan.
Beberapa bulan mendatang akan menjadi periode penting bagi Sony. Peluncuran GTA VI berpotensi menjadi pendorong utama penjualan PS5 selama musim liburan akhir tahun. Jika momentum tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik, Sony memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan konsol demi memperkuatkan ekosistem PlayStation, dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri game global.
Kaget nggak lo? Jujur kaget. Oiya, gaskeun nonton video terbaru KotakGame