



Pertandingan ini diawali dengan dominasi dari Team RRQ yang bisa memenangkan map Summit dengan skor 13-4, permainan disiplin dan eksekusi site yang rapi membuat mereka bisa menang game pertama dengan mudah.
Baca ini juga :» Paper Rex Tersingkir dari EWC 2026 Usai Tumbang 1-2 dari Karmine Corp
» Jason Susanto Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di ENC 2026
» Predator Gaming Indonesia Kembali Jadi Mitra Resmi VCT Pacific 2026
» Riot Games Resmi Umumkan MIKS, Agent Baru VALORANT dengan Gaya Unik
» Nongshim RedForce Hancurkan Paper Rex, Juara VCT Masters Santiago 2026 Tanpa Ampun
» Paper Rex Tumbangkan G2 Esports 2-0 di VCT Masters Santiago
» TenZ dan Kyedae Resmi Berpisah setelah Enam Tahun Bersama
» Aurora Gaming Filipina Juara M7 World Championship, realme Beri Penghargaan FMVP Eksklusif
Tapi, Team FULL SENSE langsung bangkit dan membalikan keadaan di dua map berikutnya. Pertempuran sengit di map Sunset sangat sengit dengan skor 11-13, dan di map ketiga ia berhasil menutup game dengan skor 7-13. Performa gacor Papaphat "primmie" Sripraba yang berhasil mendapatkan 261 ACS menjadi faktor utama mengapa RRQ kalah di dua game terakhir.
">">
Hasil ini memastikan Team RRQ tersingkir dari VCT 2026: Pacific Stage 2 dan gagal mengamankan tiket menuju panggung VALORANT Champions 2026. Di pertandingan lain, Team Secret juga harus angkat kaki usai tumbang 0-2 dari ONSIDE GAMING. Turnamen franchise yang memperebutkan total hadiah $250.000 serta slot ke ajang tertinggi VALORANT ini masih akan terus berlanjut hingga September mendatang, namun tanpa wakil Indonesia tersisa.
Perjalanan Team RRQ di VCT 2026: Pacific Stage 2 memang sudah berakhir, tapi perjuang mereka belum selesai. Evaluasi mendalam dan konsistensi para pemain RRQ menjadi PR besar yang harus segera dibenahi agar bisa comeback stronger di pertandingan selanjutnya. Menurut kalian PR apa saja yang harus RRQ evaluasi? Tulis di kolom komentar ya!