



Epic Games Store lagi menghadapi pertanyaan besar soal masa depannya sebagai pesaing Steam. Meski Epic sedang menyiapkan perombakan besar untuk launcher dan toko digitalnya, sejumlah pihak menilai langkah tersebut bisa jadi datang terlambat karena Steam sudah terlalu kuat di ekosistem game PC.
Epic Games Store is trying to improve its launcher, but a Newzoo analyst isn’t sure it can catch up with Steam.
— Pirat_Nation 🔴 (@Pirat_Nation) August 23, 2026
Newzoo analyst Emmanuel Rosier said: “I don’t really see how they can turn that around,” because Steam has become the default place for PC gamers.
"I don't really see… pic.twitter.com/fGMi0d64vH
Epic sebelumnya mengungkap rencana untuk membangun ulang launchernya agar lebih cepat dan nyaman dipakai. Versi baru ini diklaim bisa menyala sekitar lima sampai enam setengah kali lebih cepat dibanding versi sebelumnya. Selain peningkatan performa, Epic juga ingin menambahkan rekomendasi game yang lebih personal, kategori game dengan akses cepat, sampai catatan pembaruan langsung di halaman toko.
Di atas kertas, pembaruan ini terdengar menjanjikan. Masalahnya, fitur seperti rekomendasi yang matang, kategori yang rapi, komunitas, forum, ulasan pengguna, serta pengelolaan koleksi game sudah lama menjadi bagian dari pengalaman Steam. Karena itu, tantangan Epic bukan sekadar membuat launchernya lebih cepat, tapi juga meyakinkan pemain untuk menjadikan platformnya sebagai tempat utama membeli dan memainkan game.
Selama ini, senjata paling efektif Epic memang program game gratis mingguan. Banyak gamer rutin login hanya untuk mengklaim judul gratis, lalu membiarkannya menumpuk di library. Strategi ini jelas sukses mendatangkan traffic dan memperbesar jumlah akun, tetapi belum tentu membuat pemain aktif bertransaksi atau memindahkan koleksi game utama mereka dari Steam.
Fenomena library gratis yang penuh tapi jarang dimainkan juga bukan hal asing. Banyak orang mungkin punya puluhan hingga ratusan game dari Epic, tetapi tetap membeli game baru di Steam karena semua koleksi, achievement, teman, diskusi komunitas, dan kebiasaan mereka sudah berada di sana. Bahkan, ada kasus promo gratis di Epic justru bisa memperluas eksposur sebuah game dan membantu penjualannya di Steam, karena sebagian pemain memilih membeli ulang agar game tersebut ada di library utama mereka.
Seorang analis pasar game dari Newzoo menilai Epic terlalu banyak bertarung di berbagai arah dalam beberapa tahun terakhir. Epic bukan hanya mencoba bersaing dengan Steam di PC, tetapi juga terlibat konflik dengan Apple dan Google terkait aturan toko aplikasi serta pembagian pendapatan. Menurut pandangan tersebut, menghadapi banyak pertempuran sekaligus bisa membuat fokus perusahaan terpecah.
Baca ini juga :
» Xbox Hapus Logo Nintendo, PlayStation dan Steam di End Card Trailer Game Minecraft Dungeons II
» Steam Kasih Diskon Game Kingdom Hearts, Buat Belajar dan Paham Lore
» Promo Game PC Terbesar: Square Enix Summer Sale Resmi Hadir di Steam!
» Biar Ga Nyesel Pilih? Gamer Lihat Dulu Steam Review Sebelum Beli Gamenya
» Bikin Gamer Happy! Steam Update Kebijakan Steam Gift Jadi Lebih Mudah!
» Steam Machine Pelanggan Ini Hilang Saat Pengiriman, Valve Langsung Ganti!
» Gamer Di Reddit Bagikan Inovasi Cartridge Game Steam, Alternatif Kaset Fisik Di Masa Depan?
» Scammer Bikin Malware Game Di Steam, Diciduk Oleh FBI!
Namun, Epic memberikan bantahan terhadap penilaian pesimistis itu. Pihak Epic menyebut pemain menghabiskan rekor 2,78 miliar jam untuk memainkan game pihak ketiga lewat Epic Games Store selama 2025. Pengeluaran pemain untuk game PC pihak ketiga juga diklaim naik 57 persen hingga mencapai rekor 400 juta dolar AS. Mereka optimistis launcher baru bakal mempercepat momentum tersebut. Newzoo juga kemudian menegaskan bahwa komentar analis tadi bukan penilaian pasar resmi yang didukung data internal mereka.
Di sisi lain, kekuatan terbesar Epic saat ini kemungkinan memang bukan toko digitalnya, melainkan Fortnite. Game battle royale tersebut terus berkembang menjadi platform hiburan besar dengan kolaborasi lintas franchise. Karakter dan elemen dari Sonic the Hedgehog, Pac Man, Crash Bandicoot, Mega Man, Kingdom Hearts, hingga Persona 5 sudah ikut masuk ke ekosistem Fortnite.
Fortnite kini bukan cuma tempat untuk mencari Victory Royale, melainkan panggung promosi yang sangat besar bagi industri game. Kalau Epic bisa terus memperkuat Fortnite sambil benar-benar membenahi pengalaman Epic Games Store, peluang untuk berkembang tetap ada. Tapi untuk mengejar Steam sebagai rumah utama gamer PC, Epic harus menawarkan alasan yang lebih kuat daripada sekadar game gratis.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!