space
ANANTA RESMI TANPA GACHA: INI ALASAN DI BALIK KEPUTUSAN BERANI NETEASE
PS5
11 jam yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Di tengah dominasi sistem gacha di industri game open-world anime, mulai dari Genshin Impact, Zenless Zone Zero, hingga Wuthering Waves, ANANTA, game open-world besutan NetEase dan studio Naked Rain, memilih jalan yang berbeda. Game yang sekilas punya semua ciri khas gacha RPG ini justru resmi mengonfirmasi bahwa tidak akan ada sistem gacha karakter sama sekali. Kabar ini semakin diperkuat lewat wawancara terbaru developer utama ANANTA, Tian, bersama media Jepang GAME Watch, yang membongkar alasan di balik keputusan tersebut sekaligus mengungkap detail terbaru menjelang peluncuran game.

Setelah hampir setahun tanpa kabar besar sejak penampilannya di Tokyo Game Show 2025, ANANTA akhirnya kembali mencuri perhatian di Gamescom 2026 lewat Opening Night Live. Di sana, developer mengumumkan trailer baru sekaligus tanggal rilis resmi, yaitu 15 Januari 2027, dan akan meluncur serentak secara global di PC, PS5, dan mobile. Menariknya, ANANTA langsung menuju rilis penuh tanpa melalui beta test global terlebih dahulu. Menurut Tian, ini adalah strategi yang disengaja, karena ANANTA adalah RPG open-world yang berpusat pada karakter dan cerita, sehingga terlalu banyak beta test berisiko menghabiskan rasa kejutan dan antisipasi yang dimiliki pemain. Sebagai gantinya, NetEase mengandalkan momen-momen promosi seperti pembagian tas ransel raksasa berkarakter Taffy di TGS 2025, yang menurut Tian mendapat respons luar biasa hingga menciptakan antrean panjang di venue.

Keputusan untuk tidak menggunakan sistem gacha karakter sebenarnya sudah dilaporkan sejak September 2025, ketika Famitsu pertama kali mengabarkan bahwa seluruh karakter di ANANTA bisa didapatkan gratis melalui progres cerita, sementara monetisasi akan berfokus pada kosmetik seperti outfit, kendaraan, dan dekorasi rumah. Dalam wawancara dengan GAME Watch, Tian akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusan ini secara lebih gamblang. Alasan pertama adalah soal aksesibilitas: sebagai game free-to-play yang dirilis lintas platform, tim developer ingin menjangkau sebanyak mungkin pemain, dan mereka sadar sistem gacha secara alami akan menciptakan kesenjangan antara pemain yang mampu membayar dan yang tidak.

Alasan kedua, dan mungkin yang paling mendasar, adalah soal cerita. Tian menegaskan bahwa setiap karakter dalam ANANTA memiliki peran penting terhadap dunia dan narasi game, sehingga jika karakter-karakter tersebut dikunci di balik sistem berbayar, cerita yang ingin disampaikan developer tidak akan pernah utuh dialami oleh sebagian besar pemain. Filosofi ini sejalan dengan pendekatan ANANTA sebagai RPG yang berpusat pada karakter, bukan sekadar koleksi unit combat yang bisa "digacha" berdasarkan rarity. Alasan ketiga menyangkut model bisnisnya: alih-alih menjual akses ke karakter, NetEase memilih monetisasi berbasis kosmetik seperti skin, pakaian, kendaraan, hingga dekorasi hunian pemain. Tian menggambarkannya dengan analogi sederhana, layaknya membeli baju baru saat merayakan momen bahagia di dunia nyata. Yang terpenting, developer menegaskan elemen kosmetik ini tidak akan memengaruhi progres atau keseimbangan permainan, sehingga pemain yang tidak mengeluarkan uang tetap bisa menikmati pengalaman penuh tanpa merasa tertinggal secara kompetitif.

Dari sisi karakter, protagonis pria bernama Captain menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan pemain Jepang di media sosial, berkat kepribadiannya yang digambarkan agak "downbeat" atau suram namun unik. Tian mengaku senang melihat antusiasme ini dan menyebut karakter tersebut akan menunjukkan berbagai sisi kepribadiannya lebih lanjut lewat video promosi mendatang. Sementara itu, protagonis wanita yang belum banyak ditampilkan dalam materi promosi dipastikan tetap akan tersedia sejak hari peluncuran, meski tim developer disebut masih dalam proses penyempurnaan karakter tersebut.

Baca ini juga :

» Update Infinity Nikki v2.9 "Bloom Beneath Bright Skies": Rilis 28 Agustus dengan 100 Gacha Gratis!
» Rockstar Pastikan GTA 6 Tidak Akan Ada Microtransaction dan Generative AI
» GTA 6 Cuma Berjalan 30 FPS di Konsol Saat Rilis? Ini Penjelasan Rockstar
» Trailer Gameplay GTA VI Bikin Fans Makin Menggila! Banyak Detail Dispill, Termasuk Durasi Cerita?
» Penantian 13 Tahun Selesai? Rockstar Akhirnya Rilis Trailer Gameplay GTA VI!
» Detail Baru GTA VI Terungkap, Lebih Reaktif dari Sebelumnya
» Rockstar Akhirnya Buka Suara soal Leak GTA 6, Akui Kebocoran Ini “Menyakitkan”
» Once Human Resmi Rilis di PS5 dan Xbox Series X|S: Nikmati Fitur DualSense & Update Samudra Masif!

Dari sisi teknis, grafis ANANTA di PC memerlukan spesifikasi yang cukup tinggi, memunculkan pertanyaan apakah versi mobile bisa memberikan pengalaman setara. Tian memastikan tim developer tengah melakukan optimasi intensif agar pengalaman bermain di perangkat mobile dapat semirip mungkin dengan versi PC tanpa mengorbankan kualitas visual maupun performa secara signifikan.

Dengan tanggal rilis 15 Januari 2027 yang kini resmi dikonfirmasi, ANANTA memposisikan dirinya sebagai salah satu game open-world free-to-play paling dinanti, bukan hanya karena dunia kotanya yang chaos dan penuh cerita, tapi juga karena keberaniannya melawan arus industri gacha yang selama ini mendominasi genre serupa. Dengan komitmen bahwa seluruh karakter bisa didapatkan gratis lewat progres cerita, dan monetisasi yang sepenuhnya bertumpu pada kosmetik non-kompetitif, ANANTA menawarkan pendekatan yang lebih inklusif bagi pemain kasual maupun pemain yang enggan terjebak dalam siklus pengeluaran gacha. Pertanyaannya sekarang, akankah model bebas-gacha ini menjadi standar baru bagi game open-world berbasis karakter di masa depan, atau tetap menjadi pengecualian di tengah dominasi industri gacha global.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close