



Aturan baru mulai berlaku bagi para pengguna Steam yang berada di Australia, dan perubahan ini jelas bakal berdampak cukup signifikan buat mereka yang selama ini terbiasa membeli game dengan rating dewasa lewat platform tersebut. Mulai tanggal 9 September 2026, Valve resmi menerapkan sistem verifikasi usia khusus untuk game-game yang berating R18+, dan yang bikin kebijakan ini cukup mengejutkan adalah satu-satunya metode yang diterima saat ini hanyalah kartu kredit Australia yang valid.
Jadi buat kalian yang selama ini terbiasa menggunakan metode pembayaran lain seperti kartu debit atau PayPal, sayangnya kedua metode tersebut nggak bisa digunakan untuk proses verifikasi ini. Bahkan American Express pun ternyata tidak diterima dalam sistem verifikasi baru ini. Hanya kartu Visa dan Mastercard versi kredit saja yang bisa digunakan untuk melewati proses verifikasi usia tersebut, sebuah batasan yang jelas cukup ketat dibandingkan metode verifikasi pada umumnya.
Kebijakan ini sendiri muncul sebagai respons langsung atas regulasi baru bernama Age Restricted Material App Distribution Services Code, yang mulai berlaku di Australia. Regulasi ini mewajibkan setiap platform distribusi aplikasi untuk memastikan bahwa penggunanya benar-benar berusia di atas 18 tahun, sebelum mereka bisa mengakses ataupun membeli konten yang dikategorikan sebagai konten dewasa. Dengan adanya regulasi ini, platform seperti Steam pun terpaksa harus menyesuaikan sistem mereka demi mematuhi aturan yang berlaku.
Dampak dari kebijakan ini pun terbilang cukup signifikan. Tanpa melalui proses verifikasi, pengguna bahkan nggak akan bisa melihat halaman toko dari berbagai game populer yang masuk kategori R18+, seperti Cyberpunk 2077, Resident Evil Requiem, The Last of Us, Mortal Kombat 1, dan sederet judul R18+ lainnya. Yang bikin kebijakan ini terasa cukup memberatkan, batasan ini tetap berlaku meski pengguna tersebut sudah lama memiliki akun Steam, atau bahkan sudah pasti berusia dewasa sekalipun.
Kebijakan baru ini pun nggak lepas dari sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Salah satu hal yang jadi perhatian utama adalah metode verifikasi ini dinilai kurang inklusif, mengingat berdasarkan data yang beredar, sekitar setengah dari populasi Australia ternyata tidak memiliki kartu kredit. Dengan kata lain, kebijakan ini berpotensi menyulitkan cukup banyak pengguna yang sebenarnya sudah memenuhi syarat usia, namun terkendala karena tidak memiliki metode pembayaran yang sesuai dengan ketentuan verifikasi yang berlaku.
Situasi ini jadi terasa makin kontras kalau dibandingkan dengan platform kompetitor seperti Epic Games, yang sudah lebih dulu menyediakan opsi verifikasi alternatif, seperti estimasi usia lewat sistem Yoti dan Veriff. Begitu juga dengan PlayStation dan Xbox, yang sudah menawarkan beberapa metode alternatif lain di luar sekadar kepemilikan kartu kredit. Sementara itu, Steam untuk saat ini masih sepenuhnya mengandalkan kepemilikan kartu kredit sebagai satu-satunya bukti usia yang bisa diterima, tanpa adanya opsi alternatif lain yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna yang tidak memiliki kartu kredit.
Meski begitu, ada satu hal yang perlu digarisbawahi terkait kebijakan ini. Aturan verifikasi usia ini murni menyasar transaksi di toko serta pembelian baru saja. Jadi buat kalian yang sebelumnya sudah memiliki game-game dengan rating R18+ di library Steam masing-masing, game tersebut tetap bisa dimainkan seperti biasa tanpa perlu melalui proses verifikasi tambahan apapun.
Baca ini juga :
» Steam Rombak UI Lewat Big Art Mode, Resmi Adopsi Fitur Favorit Komunitas
» Lupa Memasukkan File? Ukuran Heroes Of Might And Magic 3 Cuma 23,49kb, Gamer Hujat Ubisoft
» Analis Sebut Steam Akan Sulit Dikejar Oleh Epic Games Store, Kok Bisa?
» Xbox Hapus Logo Nintendo, PlayStation dan Steam di End Card Trailer Game Minecraft Dungeons II
» Steam Kasih Diskon Game Kingdom Hearts, Buat Belajar dan Paham Lore
» Promo Game PC Terbesar: Square Enix Summer Sale Resmi Hadir di Steam!
» Biar Ga Nyesel Pilih? Gamer Lihat Dulu Steam Review Sebelum Beli Gamenya
» Bikin Gamer Happy! Steam Update Kebijakan Steam Gift Jadi Lebih Mudah!
Kebijakan semacam ini tentu jadi bukti nyata bagaimana regulasi pemerintah bisa berdampak langsung terhadap cara platform digital beroperasi, terutama yang berkaitan dengan konten dewasa. Meski tujuannya jelas baik, yaitu untuk melindungi pengguna di bawah umur, metode yang diterapkan kali ini masih menyisakan banyak pertanyaan soal inklusivitas, terutama bagi mereka yang sudah pasti memenuhi syarat usia namun terkendala metode pembayaran yang tersedia.
Menurut kalian, apakah kebijakan verifikasi usia lewat kartu kredit ini sudah tepat, atau justru Steam perlu segera menghadirkan opsi verifikasi alternatif seperti yang sudah lebih dulu diterapkan oleh platform kompetitor lainnya?