space
AI ITU ALIEN INTELEGENT? MENGAPA BILL GATES MENILAI PEMERINTAH GLOBAL GAGAL BERSIAP
Pop
1 Hari yang lalu

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Revolusi Kecerdasan Buatan (AI) bergerak jauh lebih cepat daripada birokrasi negara. Pendiri Microsoft, Bill Gates, baru-baru ini melontarkan peringatan keras bahwa pemerintah di seluruh dunia "sangat tertinggal" dalam mempersiapkan diri menghadapi dampak AI terhadap masyarakat dan dunia kerja.

Dalam sebuah wawancara, tokoh filantropis ini menggunakan metafora yang tidak biasa: ia menyamakan AI dengan kedatangan makhluk luar angkasa.

"Ada banyak film di mana alien datang, dan secara ajaib Amerika Serikat, Tiongkok, serta semua pihak bersatu untuk menyelesaikan masalah. AI itu seperti alien intelegent," ujar Gates. Ia menambahkan bahwa dunia sebaiknya bertindak seperti yang ditunjukkan dalam film-film tersebut.

Untuk mewujudkan kolaborasi tingkat tinggi itu, Gates mengaku telah berbicara dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, dan sedang berupaya untuk berdiskusi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Ancaman Ekonomi dan Konsep "Pekerjaan Khusus Manusia"

Meski ketakutan akan AI yang mengambil alih dunia sering menjadi tajuk utama, Gates menekankan bahwa ancaman yang lebih mendesak ada di depan mata: disrupsi tenaga kerja secara besar-besaran. Kekhawatiran ini sejalan dengan prediksi dari CEO Microsoft AI yang memperkirakan bahwa alat AI dapat menggantikan seluruh pekerjaan kerah putih (white-collar) hanya dalam waktu 18 bulan.

Menghadapi potensi pengangguran massal ini, Gates berargumen bahwa otoritas global harus memiliki rencana darurat, bahkan menyarankan agar beberapa jenis pekerjaan ditetapkan dengan status "Human Reserved" (khusus diisi oleh manusia).

Namun, lanskap politik AS saat ini menunjukkan respons yang sangat terpolarisasi. Di satu sisi, pemerintahan Presiden Trump menganggap kekhawatiran tentang AI ini sebagai hoaks. Di sisi ekstrem lainnya, Senator AS Bernie Sanders mengusulkan pembentukan dana kekayaan kedaulatan AI dan rancangan undang-undang yang menyamakan hukuman bagi pengembang AI berbahaya dengan pembuat senjata nuklir ilegal.


Komitmen Filantropi di Tengah Kekhawatiran

Meski membunyikan alarm tanda bahaya, Gates tetap melihat potensi positif AI. Gates Foundation berkomitmen menghabiskan setidaknya $1 miliar dalam dua tahun ke depan untuk mendemokratisasi akses AI bagi populasi miskin dunia. Dana ini akan difokuskan pada pemanfaatan AI di sektor pendidikan, perawatan kesehatan, pertanian, serta pengembangan model bahasa besar (LLM) agar dapat beroperasi dalam semua bahasa di bumi.


Baca ini juga :
» Rekomendasi Laptop & PC AI Lenovo Terbaru 2026: Intip Keunggulan IdeaPad Vibe & IdeaCentre AIO!
» Pabrik Robot Humanoid Pertama Dunia Beroperasi Cetak 1 Unit Tiap 10 Menit
» Ram 512GB Pertama di dunia, Buat Server AI ?
» Dikira Rongsokan, Server Bekas di Garasi Ini Ternyata Berisi RAM DDR4 Senilai Puluhan Juta
» Ekosistem AI Lenovo & Motorola Qira: Hadir di Lebih Banyak Perangkat, Wearable, dan Aplikasi Harian!
» Satu AI Personal untuk Semua Perangkat: Strategi Hybrid AI Lenovo Kian Nyata
» NVIDIA Akuisisi Hugging Face Senilai Rp 227 Triliun, Janjikan Ekosistem AI Tetap Terbuka
» Dorong Industri 4.0, Lenovo Operasionalkan Solusi Smart Manufacturing Berbasis AI Indonesia

Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

BACA JUGA BERITA INI
close