



Micron Technology kembali memanaskan perlombaan infrastruktur pusat data dengan memperkenalkan modul memori RDIMM DDR5-9200 berkapasitas raksasa, yakni 512GB. Dirancang untuk menjawab "kelaparan" memori dari beban kerja kecerdasan buatan (AI) agentik, LLM, dan basis data in-memory, modul ini memungkinkan rakitan server untuk menampung memori berkecepatan tinggi hingga 12TB.
Namun, di balik spesifikasinya yang beringas, produk ini akan menghadapi ujian berat dari sisi harga dan relevansi pasar saat dirilis nanti.
Untuk menyematkan kapasitas setengah terabita ke dalam satu keping RAM, Micron menggunakan teknik pengemasan tingkat lanjut. Mereka menumpuk beberapa cip DRAM secara vertikal dan menghubungkannya melalui teknologi through-silicon vias (TSV). Pencapaian utama Micron di sini bukan sekadar besaran kapasitas, melainkan efisiensi dayanya.
Meski Micron berhasil menjadi yang pertama mensertifikasi modul 512GB DDR5 di kecepatan 9200 MT/s pada tegangan 1,1V, gelar pembuat RAM DDR5 512GB pertama di industri sebenarnya dipegang oleh Samsung sejak 2021. Menariknya, produk buatan Samsung tersebut gagal diadopsi secara luas di pasaran.
Tantangan terbesar yang menanti Micron adalah harga. Sebagai gambaran, satu keping RAM RDIMM 256GB DDR5-6400 saat ini masih beredar di kisaran harga $19.000 (sekitar Rp 290 juta). Mengingat modul 512GB Micron menggunakan teknik pengemasan TSV yang kompleks, harganya dipastikan akan berlipat ganda dan masuk ke ranah premium ekstrem.
Saat ini, modul 512GB DDR5-9200 ini sedang dalam tahap validasi silang oleh AMD dan Intel untuk platform server masa depan mereka. Micron merencanakan produksi massal (volume production) baru akan dimulai pada paruh kedua tahun 2027, disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
Bagi perusahaan kelas kakap, efisiensi yang ditawarkan mungkin sepadan dengan harganya. Namun bagi mayoritas ekosistem pusat data, modul ini tampaknya akan tetap menjadi barang pameran atau ultra-niche setidaknya hingga biaya produksi pengemasan memori canggih ini mulai turun.
» Mengapa Apple Membutuhkan NVIDIA untuk 'Comeback' ke Pasar Server AI
» Rekomendasi Laptop & PC AI Lenovo Terbaru 2026: Intip Keunggulan IdeaPad Vibe & IdeaCentre AIO!
» Pabrik Robot Humanoid Pertama Dunia Beroperasi Cetak 1 Unit Tiap 10 Menit
» AI itu Alien Intelegent? Mengapa Bill Gates Menilai Pemerintah Global Gagal Bersiap
» Dikira Rongsokan, Server Bekas di Garasi Ini Ternyata Berisi RAM DDR4 Senilai Puluhan Juta
» Ekosistem AI Lenovo & Motorola Qira: Hadir di Lebih Banyak Perangkat, Wearable, dan Aplikasi Harian!
» Satu AI Personal untuk Semua Perangkat: Strategi Hybrid AI Lenovo Kian Nyata
» NVIDIA Akuisisi Hugging Face Senilai Rp 227 Triliun, Janjikan Ekosistem AI Tetap Terbuka
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.