Notice: Undefined variable: key in /var/www/m/detailreview.php on line 53 Review: Review FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE | KotakGame
space
REVIEW FATAL FRAME II: CRIMSON BUTTERFLY REMAKE
Jumat, 13 Mar 2026

Combat yang Tidak Selalu Nyaman

 

Walaupun Camera Obscura adalah mekanik yang sangat ikonik, implementasinya dalam remake ini terkadang terasa sedikit lambat. Pertarungan dengan roh sering kali berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, terutama ketika pemain menghadapi musuh yang memiliki daya tahan tinggi.

Situasi menjadi lebih rumit ketika lebih dari satu roh muncul dalam satu area. Pemain harus terus memutar kamera untuk melacak posisi musuh yang bergerak dari berbagai arah. Dalam ruangan sempit, kondisi ini bisa terasa cukup kacau karena pemain harus mengatur posisi sekaligus menjaga jarak dari serangan roh.

Masalah ini tidak selalu merusak pengalaman bermain, tetapi dalam beberapa situasi bisa membuat ketegangan berubah menjadi frustrasi. Ada momen ketika pemain merasa bahwa pertarungan berlangsung terlalu lama sehingga atmosfer horor yang sebelumnya terasa kuat mulai memudar.

Selain itu, kontrol kamera dan pergerakan karakter terkadang terasa sedikit kaku jika dibandingkan dengan standar game modern. Hal ini bukan masalah besar bagi pemain yang sudah terbiasa dengan survival horror klasik, tetapi bagi pemain baru mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Eksplorasi yang Lambat Tapi Menegangkan

 

Sebagian besar gameplay Crimson Butterfly sebenarnya bukan tentang pertarungan, melainkan eksplorasi. Pemain akan menghabiskan banyak waktu berjalan melalui rumah kosong, membuka pintu yang terkunci, mencari item penting, dan memecahkan puzzle sederhana.

Ritme permainan seperti ini memang terasa lambat, tetapi justru di situlah kekuatan game ini berada. Ketika pemain berjalan sendirian di lorong gelap tanpa mengetahui kapan roh berikutnya akan muncul, rasa tegang perlahan mulai muncul.

Puzzle yang ada dalam game ini juga cukup sederhana, tetapi tetap membantu memberikan variasi dalam gameplay. Pemain sering kali harus mencari kunci tersembunyi atau menggabungkan item tertentu untuk membuka area baru.

Struktur eksplorasi seperti ini menciptakan ritme permainan yang sangat khas survival horror klasik.

Visual Remake yang Memperkuat Atmosfer

 

Sebagai remake modern, Crimson Butterfly menghadirkan peningkatan visual yang cukup signifikan dibandingkan versi aslinya. Model karakter kini terlihat lebih detail, sementara lingkungan desa memiliki tekstur yang lebih tajam dan realistis.

Baca ini juga :
» Review Nioh 3

Pencahayaan menjadi salah satu peningkatan paling mencolok. Cahaya lentera yang memantul di dinding kayu, bayangan yang bergerak perlahan di dalam ruangan gelap, serta kabut tipis yang menyelimuti area luar ruangan membantu menciptakan atmosfer yang jauh lebih kuat dibandingkan versi lama.

Walaupun grafisnya tidak mencoba menjadi spektakuler seperti game AAA modern, pendekatan visual ini sangat efektif dalam mendukung nuansa horor yang ingin dibangun.

Horor Klasik yang Masih Hidup

 

Setelah menyelesaikan perjalanan di desa Minakami, satu hal yang menjadi sangat jelas adalah bahwa Crimson Butterfly Remake tetap mempertahankan identitasnya sebagai survival horror klasik.

Game ini tidak mencoba mengubah formula menjadi lebih modern dengan aksi cepat atau sistem gameplay yang agresif. Sebaliknya, remake ini tetap setia pada ritme lambat, eksplorasi yang penuh misteri, dan horor psikologis yang menjadi ciri khas seri Fatal Frame.

Pendekatan ini mungkin membuat beberapa aspek gameplay terasa sedikit ketinggalan zaman, tetapi pada saat yang sama juga menjadi alasan mengapa game ini terasa sangat berbeda dari kebanyakan game horor modern.

Crimson Butterfly bukan game yang mencoba menakuti pemain dengan cara instan. Game ini perlahan membangun rasa tidak nyaman sampai akhirnya pemain benar-benar merasa terjebak di dalam dunia yang penuh roh dan tragedi.

Bahkan setelah lebih dari dua puluh tahun, pengalaman itu masih mampu membuat bulu kuduk berdiri.

Kesimpulan

Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake adalah game horror klasik yang sebenarnya game originalnya sudah aged like a fine wine dan remake ini memoles kembali game tersebut. Walau memang masih ada terasa clunky dari sisi combat dan movement, tapi overall pengalaman yang dibawakan masih mengerikan dengan folk horror-nya.

Ciri khas Fatal Frame juga masih lekat di versi remake dan dirasa versi remake kali ini membuat Fatal Frame II: Crimson Butterfly jadi salah satu game horror yang wajib semua orang cobai.

Kesimpulan Review

FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE

80 KOTAKGAME RATING
  • (+) KELEBIHAN
  • Atmosfer Fatal Frame yang ikonik masih melekat
  • Mekanik Camera Obscura yang asik
  • Penyajian story yang tidak “disuapi” berlebihan
  • Tempo penyajian cerita punya pace yang baik
  • Peningkatan grafis yang sangat tinggi
  • (-) KEKURANGAN
  • Sebagai remake malah terasa seperti remaster dari sisi konten
  • Clunky dari sisi combat dan movement
  • Bagi beberapa moment, gamenya lebih condong ke “ngeselin” dibandingkan menyeramkan

 

BACA JUGA BERITA INI
close