Kebijakan monetisasi dan manajemen toko digital yang diterapkan di game ini juga menjadi pil pahit yang sangat sulit untuk ditelan. Sebagai edisi yang menggunakan nama edisi pamungkas, ekspektasi wajar dari seorang pembeli adalah mendapatkan akses ke sebagian besar konten yang pernah dirilis. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik. Lemari pakaian karakter masih terkunci rapat di balik tembok berbayar. Sebagian besar kostum estetik, pakaian musiman yang menarik, hingga kostum kolaborasi terkenal masih menuntut pemain untuk mengeluarkan uang tambahan yang nilainya tidak sedikit.

Hal yang paling menyakitkan bagi saya sebagai pemain lama adalah perlakuan terhadap konten kolaborasi legendaris dari franchise lain. Karakter ikonik seperti Mai Shiranui dan Kula Diamond, yang sebelumnya sudah dibeli oleh banyak pemain di versi orisinal, tidak otomatis terbawa ke dalam versi baru ini. Pengembang memaksa kita untuk membeli ulang karakter-karakter tersebut dengan harga penuh jika ingin memainkannya di versi konsol terbaru ini. Kebijakan ini terasa sangat tidak adil dan tidak menghargai investasi waktu serta materi yang telah diberikan oleh komunitas selama bertahun-tahun untuk menjaga game ini tetap hidup.
Baca ini juga :» Review FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE
» Review Nioh 3
» The Last of Us Part II Remastered
» NARUTO X BORUTO Ultimate Ninja STORM CONNECTIONS
» 7 Karakter Terkenal Dynasty Warriors Terkuat yang Paling Legendaris!
» Dynasty Warriors: Overlords
» Rekomendasi Komponen Rakit PC Murah Tanpa VGA Versi AMD VS Intel
» Brutal dan Penuh Darah! 7 Karakter Mortal Kombat yang Akan Hadir di Movie Reboot!
Melihat semua keputusan aneh ini, saya tidak bisa menyalahkan munculnya teori liar di kalangan komunitas yang berspekulasi bahwa pengembang sengaja merilis game ini dalam kondisi buruk agar memiliki alasan untuk mematikan franchise ini secara total. Rasanya sangat sulit dipercaya bahwa sebuah studio besar bisa melakukan blunder komersial yang begitu nyata tanpa sengaja. Paket permainan ini terasa seperti sebuah jebakan komersial yang sengaja memanfaatkan rasa rindu fans yang sudah kelaparan akan konten baru, tanpa memberikan timbal balik kualitas yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan.

Kesimpulan akhir dari pengalaman panjang saya menjajal game ini membuahkan sebuah pandangan yang terbelah dua. Jika Anda adalah seorang pendatang baru yang sama sekali belum pernah menyentuh versi aslinya, dan hanya mencari sebuah game pertarungan tiga dimensi yang kasual untuk dimainkan bersama teman di rumah, versi ini mungkin akan memberikan hiburan visual yang memukau. Namun, bagi para veteran, pemain kompetitif, atau siapa pun yang mengharapkan sebuah lompatan kualitas yang menghormati sejarah franchise ini, game ini adalah sebuah kekecewaan besar. Versi ini gagal menjalankan tugasnya sebagai jembatan yang terhormat menuju masa depan franchise, dan untuk saat ini, saya sangat tidak menyarankan Anda untuk membelinya.
Kesimpulan Review
Dead or Alive 6: Last Round
- (+) KELEBIHAN
- Visual lebih baik
- Lighting improve jauh
- (-) KEKURANGAN
- Harusnya jadi patch saja
- Tidak ada balancing
- Banyak konten terkunci paywall
- Game yang sama dengan DOA 6


