space
[DIARY KRU KOTGA] DARLING IN THE FRANXX, ANIME PENDATANG BARU YANG PENUH KEJUTAN
-
Jumat, 02 Feb 2018

Menyambut tahun 2018, mungkin sebagian besar fans hanya menunggu season terbaru dari seri anime populer seperti Tokyo Ghoul, Attack on Titan, Sword Art Online, The Seven Deadly Sin, hingga One Punch Man. Sebagian studio memang tidak siap untuk bersaing, tapi ada juga yang memanfaatkan momentum ini untuk merilis proyek anime terbaru mereka. Seolah hadir sebagai kuda hitam ditengah persaingan dalam merebut antusiasme fans, Darling in the FranXX berhasil membuktikan kualitasnya yang penuh dengan kejutan.

Anime pendatang baru besutan studio A-1 dan Trigger ini baru saja memulai debutnya pada tanggal 13 Januari lalu, dan sudah menayangkan 3 dari 24 episode yang diproduksi. Bagi sebagian orang yang sudah menontonnya, mereka pasti akan membandingkan konsepnya yang sama dengan seri Evangelion. Tidak salah memang, tapi Kru KotGa justru mendapatkan atmosfer yang serupa dengan manga Jumbor Barutronica karya Hiroyuki Takei (kreator Shaman King).

Darling in the FranXX sendiri menceritakan kisah dari dua karakter utama Zero Two (pilot FranXX berdarah campuran Kyouryuu) dan Hiro (parasite yang tidak memiliki bakat untuk menjadi pilot FranXX). Mengambil latar dunia masa depan yang dilanda krisis, dimana umat manusia hanya hidup dalam sangkar Mistiltein. Semua penduduk di dalamnya tidak mengetahui seperti apa kehidupan sesungguhnya di dunia luar. Alasan utama dari terjadinya krisis ini adalah kehancuran yang dibawa oleh spesies monster bernama Kyouryuu.

Untuk Zero Two, dia memiliki bakat luar biasa dalam mengendalikan robot mecha yang dinamai FranXX. Tapi untuk bisa mengendalikannya, setiap pilot harus memiliki partner yang berlawanan jenis. Cara kerjanya sendiri adalah pria menjadi pengendali mecha, dan wanita harus memposisikan dirinya sebagai kemudi yang terhubung dengan pikiran pilot.

Baca ini juga :
» Makin GG Saat Lebaran, Inilah Strategi Pertarungan Jarak Dekat Terbaik di ROS
» 7 Anime Yang Cocok Ditonton Saat Lebaran!
» 7 Anime Terbaik Sepanjang Musim Semi 2018
» Street Fighter 30th Anniversary Collection
» 7 Anime Olahraga Yang Cocok Ditonton Untuk Ngabuburit!
» 5 Anime yang Paling Dinantikan Kebangkitannya
» Nasib Adaptasi Anime Terakhir Bleach yang Masih Dilupakan
» Dark Souls Remastered

Karena posisi yang mirip dengan hubungan seksual, banyak orang merasa kalau anime ini membawa unsur fan-service yang terlalu berlebihan. Kru Kotga sendiri memang tidak bisa menyangkalnya, tapi berdasarkan konsep hubungan yang sinkron antara unsur negatif dan positif yang sudah dijelaskan, konsep ini justru menjadi ide yang unik sebenarnya.

Kembali ke jalan cerita, karena Zero Two memiliki kekuatan yang terlalu tinggi, setiap pilot yang menjadi partnernya akan selalu menemui ajal. Dia juga memiliki tanduk dan pembawaan sifat aneh (pengaruh darah Kyouryuu), membuat banyak orang memandangnya sebagai monster daripada manusia. Kesendiriannya berakhir saat dia bertemu dengan Hiro, yang merupakan parasite gagal karena tidak mempunyai bakat menjadi seorang pilot Franxx.

Terpesona dengan kebaikan Hiro, Zero Two akhirnya meminta Hiro untuk menjadi Darling untuknya (kekasih). Karena kehidupan dalam dunia Mistilteinn tidak mengenal ikatan antara pria dan wanita, Hiro tentu saja menganggap kalau menjadi Darling artinya sama dengan menjadi partner FranXX. Disini kamu bisa melihat kalau Zero Two memandang dunia sebagai tempat yang dulunya damai dan penuh dengan kehidupan, dimana Hiro hanya berfokus pada tujuan hidupnya untuk menjadi pilot FranXX.

Jalan ceritanya memang tidak fantastis, tapi konsep dan atmosfer yang diperlihatkan dari tiga episode pertama sudah cukup untuk menunjukkan kalau anime ini memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, Kru KotGa tentunya sangat berharap kalau anime ini bisa menjadi pembuktian nyata dari terealisasikannya sebuah karya baru yang fantastis. Sesuatu yang tidak berhasil diraih oleh manga Jumbor Barutronica, walaupun kualitas dan potensinya benar-benar besar.

(KotakGame)

BACA JUGA BERITA INI