space
LITTLE NIGHTMARES II: SEMAKIN GELAP DENGAN PETUALANGAN YANG LEBIH INTENS
xboxone
Kamis, 11 Feb 2021
Gameplay dan Teka-Teki Lebih Variatif

Dari segi gameplay, Little Nightmares II sebenarnya tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya. Pemain akan dihadapkan dengan berbagai macam teka-teki dan rintangan, yang siap menganggu Mono dan Six. Dalam game ini, sebagian besar teka-teki tidak menghadirkan petunjuk yang jelas. Sehingga, ada kalanya pemain untuk mencoba berinteraksi dengan setiap objek yang ada di sekitarnya. Mulai dari memanjat ke platform-platform seperti rak buku, tumpukan laci meja, atau menarik objek layaknya menarik sebuah tuas.




Salah satu mekanisme yang berbeda namun tergolong interaktif dan penuh intens adalah sistem pertarungan. Little Nightmares II menghadirkan mekanisme baru, di mana Mono dapat menyerang sekumpulan bocah berpenampilan aneh atau dikenal dengan The Bullies dengan objek yang ada di sekitarnya. Namun, untuk melawannya harus berhati-hati dan menunggu timing yang tepat.

Baca ini juga :
» Bentar Lagi Halloween! Ini Dia 7 Game Horror Yang Gak Boleh Kamu Mainin Sendirian!
» Marvel's Guardians Of The Galaxy!
» Banyak Game Keren Wajib Wishlist! Inilah Jadwal Rilis Game November 2021!
» AFK Pun Tamat! Ini Dia 7 Game Yang Bisa Ditamatin Tanpa Bertindak!
» Frustasi Hingga Bunuh Diri! 7 Drama Esports Terbesar di Dunia!
» Katanya Saingan Tapi Kok Bedanya Jauh Banget Gini! Perbandingan Efootball vs FIFA 22!
» Banyak Info Baru dan Game Seru, Inilah 7 Pengumuman Keren Selama TGS 2021!
» FIFA 22
Kami tidak jarang gagal dalam pertarungan melawan The Bullies, karena membutuhkan koordinasi yang tepat. Ketika kami harus menahan objek sambil menekan tombol lainnya sembari menunggu momen yang sesuai untuk melawannya, perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak bisa terlalu menggebu-gebu seperti bermain game aksi pada umumnya.




Selain itu, Little Nightmares II juga memungkinkan pemain akan kembali kejar-kejaran maupun menerapkan stealth ketika bertemu dengan beberapa antagonis. Misalnya The Teacher. Sosok guru perempuan tua ini memiliki leher panjang, yang siap mengganggu dan menjadi mimpi buruk Mono selama berpetualang di area sekolah. Kemunculannya benar-benar mengejutkan, ditambah lagi dengan efek suara yang sukses membuat jantung pemain berdebar-debar. Tidak jarang ia muncul tiba-tiba, kemudian mengejar Mono dan mampu melihatnya dari berbagai sudut dengan leher panjangnya.




Melihat sosok The Teacher, The Hunter, atau The Doctor yang mengerikan pastinya membuat pemain harus segera berlari, mengendap-endap, atau bersembunyi di tempat yang tepat. Namun, seperti The Teacher, pemain perlu berpikir secara logis dan cepat untuk mencari tempat bersembunyi yang sudah pasti tidak dapat dilihat olehnya. Ketika momennya tepat, barulah Mono bisa pergi ke tahap berikutnya. Sehingga bukan hanya ketangkasan, melainkan strategi untuk mengendap-endap dan logika juga digunakan untuk menghindari antagonis yang kerap kali muncul.




Bukan hanya senjata, mekanisme variatif lainnya yang dimiliki oleh Little Nightmares 2 adalah Mono mampu menggunakan senter dan remote. Ada beberapa momen, di mana Mono akan menjelajahi ruangan yang diselimuti dengan kegelapan nan penuh kengerian. Saat itulah, ia dapat menggunakan senter untuk memandunya dalam berjalan di ruangan gelap. Sementara, remote hanya dapat digunakan ketika Mono berhadapan dengan TV. Objek ini dipakai untuk menyalakan dan mematikan TV, karena dirinya dapat teleport ke berbagai tempat melalui TV.




Fitur menarik lainnya yang dimiliki dari game ini adalah Hats. Cukup unik, di mana pemain dapat menggantikan topi Mono dengan koleksi topi lainnya. Bukan sekadar sebagai aksesoris, topi ini juga bisa menjadi salah satu petunjuk jawaban untuk teka-teki. Misalnya ketika berada di sekolah di mana para Bullies sedang asik bermain. Agar bisa melaluinya, Mono harus menyamarnya dengan menggantikan kantong kertasnya dengan kepala Bullies. Unik, bukan?

Atmosfer Penuh Mencekam dan Lebih Ngeri

Jika lokasi Little Nightmares hanya berpusat di The Maw, kapal sekaligus resor di bawah laut, seri keduanya justru menampilkan tempat yang bervariasi dan mengerikan. Mulai dari hutan gelap penuh bangkai atau The Wilderness, sekolah, rumah sakit, tengah kota yang dikenal Pale City, hingga mencapai Signal Tower. Setiap lokasi memiliki penghuni dan teka-teki yang berbeda-beda. Jika The Wilderness dihuni oleh The Hunter, sekolah dihuni oleh The Teacher dan para Bullies, rumah sakit oleh The Doctor dan para Patients, kota oleh para Viewers, hingga menara oleh antagonis utama, yakni The Thin Man.




Tidak lupa setiap monster punya ciri khas masing-masing. Namun, kehadirannya selalu menjadi jump scare bagi pemain. Sebenarnya efek jump scare yang diterapkan bukan sekadar kedatangan antagonis yang tiba-tiba, melainkan efek suara yang ditonjolkan. Dengan efek suara penuh kejutan, membuat petualangan Mono dan Six menjadi lebih intens. Bukan hanya suara antagonis, melainkan ketika karakter menjatuhkan barang, membuka pintu, menyelesaikan teka-teki, selalu disertai dengan jump scare berupa suara.




Unsur kengerian dalam Little Nightmares II bukan hanya dari segi kejutan suara. Akan tetapi, atmosfer yang ditawarkan tampak mengerikan dan mencekam. Misalnya ketika Mono berada di The Wilderness. Pemain tentu melihat berbagai bangkai hewan di tengah jalan. Kemudian disusul dengan jebakan-jebakan menyesatkan, yang terkadang cukup sulit untuk dilihat. Atau di rumah sakit ketika tangan-tangan The Patients berusaha menerkam Mono, maupun di toilet sekolah yang gelap dan ngeri.




Berhubung game ini tidak menghadirkan dialog sama sekali, kesunyian Little Nightmares II terasa benar-benar mencekam. Tidak hanya itu, Tarsier Studios memperhatikan detail-detail pada game. Bukan sekadar kesunyian, mereka justru memberikan efek suara pada detail-detail tertentu. Mulai dari suara goresan pada papan tulis, suara TV, angin, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, Bandai Namco pernah menyarankan untuk memainkan Little Nightmares II dengan mengenakan headset, agar pemain dapat merasakan kengerian yang sangat mencekam di dalam game.

BACA JUGA BERITA INI
close