space
SCARLET NEXUS
xboxone
Selasa, 29 Jun 2021

Gameplay Sederhana dengan Pemanfaatan Fitur Bonding




Dengan mengusung genre action JRPG, gameplay Scarlet Nexus bisa dikatakan bervariasi. Menekankan pada mekanisme pertarungan yang unik dan fresh, game ini benar-benar melukiskan betapa cepatnya aksi dari setiap karakter secara terus-menerus. Meskipun sistem pertempuran patut diacungi jempol, kenyataannya gameplay Scarlet Nexus bukan seputar itu-itu saja. Ada beberapa hal yang menjadi fokus di sini seperti alur ceritanya yang tentu tidak mengecewakan, hingga pengembangan karakter.

Baca ini juga :
» Review TMNT: Shredder's Revenge
» Banyak Game Seru yang Layak Ditunggu! Inilah Daftar Game Keren dari Summer Game Fest 2022
» Banyak Game Baru dari Waralaba Populer! Inilah Jadwal Rilis Game di Juni 2022
» Laris Manis Tanjung Kimpul! Inilah 7 Game Indie yang Masih Populer sampai Sekarang
» Delay Telah Usai, Yelan Segera Hadir! Rangkuman Update Genshin Impact versi 2.7!
» Predator Helios 300
» Kapan Lagi Main Game Baru Gratis? 7 Game di PC Game Pass Mei 2022 yang Wajib Dimainkan!
» Gamer PC Dijamin Anti Buntung! Inilah 7 Fakta PC Game Pass yang Wajib Diketahui
Di awal permainan, pemain disuguhi pilihan karakter yang akan dikendalikan nantinya. Hanya ada dua karakter yang dapat dipilih seperti versi demonya, yaitu Yuito Sumeragi dan Kasane Randall. Yuito sendiri memiliki watak yang periang, sehat, percaya diri, dan bersemangat. Berbeda dengan Kasane, yang merupakan sosok perempuan dingin, pendiam, dan fokus. Tidak ada salahnya jika pemain ingin memainkan salah satu dari mereka, dan mencobanya memainkan dari sudut pandang pilihan karakter kedua. Bukan hanya cerita, pemain justru bisa mencoba mekanisme combat yang bervariasi juga.




Dari segi visual, Scarlet Nexus terlihat seperti game open-world JRPG layaknya serial Tales, Final Fantasy, atau Valkyria Chronicles. Meskipun kelihatannya seperti itu, lanskap yang ditampilkan memiliki lingkup terbatas. Tidak semua wilayah bisa dilewati secara bebas ata memungkinkan karakter untuk bereksplorasi. Seperti di bagian awal, dimana karakter tidak dapat melewati area jalan raya dan hanya bisa melalui jalan-jalan tertentu. Cukup disayangkan menurut kami terhadap keterbatasan wilayah, yang sebenarnya akan terlihat menarik dan membuat gameplay semakin kaya jika mengusung konsep open-world sesungguhnya. Meskipun demikian, Scarlet Nexus menghadirkan fitur Fast Travel, yang memungkinkan karakter untuk berpindah lokasi secara cepat dengan membuka world map.




Jika karakter berada di area yang tidak ada musuhnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan karakter. Pemain akan menemui beberapa NPC yang berkeliaran dan bisa diajak berbicara, memungut item-item yang ada, membeli maupun menjual item, hingga melakukan save. Jika ingin menjual, membeli item, save, dan mengklaim DLC, pemain bisa menemui salah satu NPC yang mengenakan baju berwarna kuning dengan kendaraan di sebelahnya. Dia adalah Satori the Archivist, yang biasanya ada di luar area pertempuran.




Tidak lupa, Scarlet Nexus juga menawarkan berbagai misi sampingan, yang berguna untuk menaikkan level. Beberapa NPC tidak jarang meminta bantuan melalui side-quest. Namun menurut kami, misi yang ditawarkan tergolong repetitif. Biasanya seputar membunuh musuh tertentu di suatu lokasi, atau mengawasi sebuah item. Seperti game-game RPG pada umumnya, pemain akan mendapatkan hadiah jika sukses menyelesaikan misi tersebut.




Adapun hal menarik lainnya yang bisa dilakukan pemain selama berada di luar area pertempuran, yaitu melakukan bonding dengan karakter lainnya. Kami akui Bandai Namco bekerja dengan baik dalam menyuguhkan fitur ini guna mengembangkan pertumbuhan antara karakter. Akan tetapi, pemain hanya bisa menjalin hubungan mendalam dengan anggota atau party yang dibawa ke dalam pertarungan. Sering-seringlah berbicara dengan mereka untuk mendapatkan momen-momen yang menyenangkan di luar menjalankan misi utama. Uniknya lagi, bukan hanya itu. Mendalami hubungan dengan karakter lain juga memungkinkan pemain untuk membuka skill baru yang lebih efektif, kuat, dan menghasilkan buff untuk party.

Otak Adalah Sumber Utama dalam Pertarungan




Kami boleh mengatakan bahwa mekanisme pertarungan di dalam Scarlet Nexus tergolong seru dan menyenangkan. Baik Yuito maupun Kasane memiliki semacam kekuatan layaknya Jedi dari Star Wars atau Jesse dari Control, yang memungkinkan mereka untuk melemparkan objek dari jauh dengan kontrol tangannya ke sekelompok musuh. Semua balik ke selera masing-masing pemain. Yuito Sumeragi dibekali dengan senjata pedang panjangnya dan kemampuan menyerangnya yang justru cenderung lebih cepat. Sementara Kasane Randall menggunakan senjata berupa pisau kecil, yang dapat dilempar ke musuh untuk menghasilkan serangan. Kasane tergolong memiliki pergerakan yang agak lambat, namun dapat diandalkan untuk menyerang dari jarak jauh.




Tidak selamanya pemain bergantung pada kemampuan psikokinesis karakter. Jika ingin bertarung dengan baik, padukan kemampuan tersebut dengan serangan melee. Perlu pemain tahu, psikokinesis memiliki keterbatasan. Sehingga, pemain harus melakukan serangan melee berturut-turut untuk mengisi bar psychic sampai penuh. Dodge juga berperan penting untuk menghindari serangan musuh. Meskipun ini adalah game action JRPG, pemain juga perlu merancang strategi, kapan harus melancarkan psikokinesisnya, menyerang dengan senjata, atau menghindar. Selain itu, jika ingin memulihkan kondisi seperti HP, bisa memanfaatkan shortcut item yang ada di pojok kiri bawah. Pemain bisa mengatur item mana yang akan dijadikan shortcut.




Scarlet Nexus mengutamakan konsep otak sebagai sistem pertarungannya. Ada beberapa istilah Brain yang akan pemain temukan di sepanjang permainan. Di antaranya adalah Brain Crush, Brain Drive, Brain Field, dan Brain Map. Brain Map menjadi poin terpenting untuk membuka beberapa kemampuan spesial baru, agar bisa menghasilkan serangan yang lebih besar. Intinya semacam menampilkan kemampuan-kemampuan secara bercabang. Sebelum membuka skill di Brain Map, pemain dianjurkan untuk mengumpulkan Brain Points atau BP terlebih dahulu.

.



Jika BP terkumpul, barulah kita membahas apa itu Brain Field, Brain Crush, hingga Brain Drive. Brain Drive memungkinkan karakter untuk mengenakan semacam helm yang menutup wajahnya dengan kilauan warna kuning. Bukan sekadar berubah, mengaktifkan Brain Drive membuat stat karakter semakin lebih baik. Mulai dari meningkatkan kecepatan menyerang, menghemat gauge bar psikokinesis, hingga memperlambat waktu mengangkat objek. Kemampuan ini juga bersifat terbatas dan perlahan-lahan akan hilang dengan sendirinya.




Berikutnya adalah Brain Crush, yang bisa dikatakan menjadi serangan akhir untuk menghasilkan daya serang lebih besar. Apabila bar energi habis, pemain baru bisa mengaktifkan Brain Crush untuk mengakhiri pertarungan. Selain itu ada juga Brain Field yang dapat diaktifkan dalam beberapa waktu tertentu. Selama mengaktifkan kemampuan ini, karakter tidak dapat menggunakan senjata mereka dalam menyerang musuh, melainkan melepaskan kekuatan psikokinesis sepenuhnya. Namun perlu diingat, menggunakan Brain Field terlalu lama justru berbahaya, karena dapat membahayakan diri sendiri.




Menariknya lagi, baik Yuito maupun Kasane dapat meminjam kekuatan dari para anggota yang berada dalam satu party. Hal yang membuat kami takjub adalah kemampuan masing-masing karakter atau anggota OSF. Ada yang bisa mengeluarkan api, melihat musuh yang tidak bisa dipandang secara kasat mata, duplikasi, dan masih banyak lagi. Di sinilah, saatnya untuk melatih kreativitas bertarung para pemain. Misalnya, ketika menggunakan Yuito dan memiliki Hanabi di dalam party. Yuito bisa memanfaatkan psikokinesis untuk melemparkan tong minyak ke musuh. Setelah itu, pemain dapat membuat Hanabi melancarkan kekuatan pyrokinesis alias mengeluarkan api guna melancarkan serangan yang lebih dahsyat.




Adalah Struggle Arms System yang merupakan salah satu keunikan mekanisme pertarungan menarik. Melalui SAS, pemain bisa meminjam kekuatan party lain demi meningkatkan pertempuran. Akan tetapi, untuk meningkatkan kemampuan SAS diperlukan komunikasi yang baik dengans sesama karakter lainnya. Mekanisme ini terbilang seperti gameplay Persona, dimana protagonis harus sering berkomunikasi dengan karakter lain guna meningkatkan Social Link. Sementara di Scarlet Nexus, membangun relasi mendalam yang berguna untuk menaikkan level kombinasi kemampuan antar karakter.

BACA JUGA BERITA INI
close