space
REVIEW MARATHON
PS5
Kamis, 02 Apr 2026

Loop yang Kuat, Tapi Tidak Selalu Memuaskan


Secara struktur, loop gameplay Marathon bekerja dengan baik. Masuk, loot, bertahan, keluar. Sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Bahkan bisa dibilang, dibanding beberapa game di genre yang sama, Marathon terasa lebih streamlined.

Tidak banyak micromanagement yang membebani. Tidak terlalu banyak sistem yang harus kamu pelajari di awal. Fokusnya jelas: gameplay.

Tapi di balik kesederhanaan itu, ada satu pertanyaan yang terus muncul seiring waktu:

Apakah loop ini cukup untuk membuatmu terus kembali?

Masalahnya bukan pada mekaniknya, tapi pada bagaimana game ini memberi rasa progres. Kehilangan loot adalah bagian dari desain, itu sudah jelas. Tapi ketika kehilangan itu terasa terlalu sering, tanpa kompensasi yang sepadan, muncul rasa bahwa usaha yang kamu lakukan tidak selalu berarti.

Ada momen di mana kamu keluar dari match dengan sukses, membawa loot berharga, dan merasa puas. Tapi ada juga momen di mana kamu bermain selama setengah jam, hanya untuk mati dalam beberapa detik terakhir—dan tidak mendapatkan apa-apa.

Baca ini juga :
» Tips Pemula Biar Jadi Pendekar Martial Arts Terhebat! Tips dan Trick Moonlight Blade M
» Farlight 84
» Tembak-Tembakkan Dulu Bos! Deretan Game FPS Yang Wajib Kalian Pantau Di Tahun 2022!
» Jago Main Tembak-Tembakan? Ini Dia 7 Game Shooter PC Terbaik di Indonesia 2021!
» Battlefield 2042
» Hindari 7 Kesalahan Ini Biar Kamu Makin Jago Main Game FPS dan TPS!
» One Shoot One Kill! 7 AWP Man Terbaik di Dunia Esports!
» Sausage Man

Ketidakkonsistenan rasa reward inilah yang menjadi pedang bermata dua.

Aksesibilitas yang Setengah Jalan


Menariknya, Marathon tampak mencoba untuk lebih accessible dibanding beberapa game sejenis. Sistemnya tidak terlalu rumit, UI relatif bersih, dan secara umum, onboarding terasa lebih ringan.

Tapi di saat yang sama, kompleksitas tetap muncul… hanya saja di tempat yang berbeda.

Buildcrafting, misalnya, tidak selalu intuitif. Beberapa sistem terasa seperti membutuhkan waktu ekstra untuk benar-benar dipahami. Bahkan ada kesan bahwa game ini menyederhanakan hal-hal yang seharusnya bisa jadi lebih dalam, tapi tetap mempertahankan kompleksitas di area yang justru tidak terlalu penting untuk pemain baru.

Hasilnya adalah pengalaman yang sedikit kontradiktif. Di satu sisi, game ini ingin lebih ramah. Di sisi lain, ia tetap mempertahankan banyak elemen yang bisa membingungkan.

BACA JUGA BERITA INI
close