Jika membicarakan game PlayStation memang track record mereka selalu positif di PlayStation tentunya. Game-game yang penuh warna, story, technical improvement yang beragam, hingga bagaimana game-game PlayStation yang selalu meninggalkan jejak positif. Termasuk The Last of Us 2 yang kali ini datang ke PC.
The Last of Us 2 saat perilisannya bisa dibilang langsung mengundang banyak kontroversi. Bukan karena performa atau gaming experiencenya, hal itu sebenarnya positif, tetapi disisi story dimana mereka yakni Naughty Dog memutuskan untuk mengakhiri cerita dari Joel di awal-awal game.
Tapi kesampingkan hal itu, kali ini kita akan membahas versi Remasternya yang hadir di PC. Seperti namanya, versi Remaster ini datang dengan performa (yang seharusnya) lebih baik dan juga support high refresh rate juga resolusi yang lebih tajam. Peningkatan graphics dan juga tambahan beberapa konten/fitur lainnya ini membawa experience yang berbeda juga.
[BACAJUGA]Tambahan-tambahan ini layak diberikan apresiasi karena memainkan The Last of Us 2 dengan FPS tinggi membuat game ini seperti game baru. Pertama kali memainkan game ini di PS4, lalu coba di PS5, dan terakhir di PC jujur membuat diri saya appreciate dengan Naughty Dog, tapi game ini tentunya tidak sempurna.
Crash, Call to Desktop, dan Frame Dip

Pertama kali install game ini dan coba memainkannya butuh perjuangan. Punya rencana mencoba test untuk beberapa jam di kantor berujung hanya tes beberapa menit. Alasannya? Crash dan tidak bisa dijalankan.
Ya, pertama kali install The Last of Us 2 entah kenapa game ini menolak berjalan dan selalu muncul black screen yang mana sangat mengganggu. Ada pop up yang mengatakan jika driver AMD PC yang saya gunakan perlu diupdate yang lucunya, di aplikasi Adrenaline driver ini sudah yang paling terakhir. Rupanya, saya harus download manual dari website AMD untuk driver terbarunya.
Hal ini memakan waktu cukup panjang untuk troubleshooting yang mana sangat mengganggu. Masalahnya, ketika memainkan Spider-Man 2 sebelumnya, walau ada pop up bahwa driver saya tidak up to date, tidak ada masalah menjalankan game ini pertama kalinya, tidak seperti di The Last of Us 2.
Setelah masalah crash dan blackscreen rampung, masih ada masalah lainnya yakni crash yang walau tidak sering terjadi, tetapi masih terjadi beberapa kali baik di PC kantor maupun PC pribadi saya.
Crash ini terjadi tanpa ada tanda-tanda jelas. Terkadang terjadi di cutscene, kadang terjadi di combat, tetapi paling sering terjadi ketika melakukan eksplorasi biasa yang mana membuat saya bingung mengapa hal ini terjadi. Melihat dari performance window, game ini berjalan aman dan tidak ada tanda-tanda performance issue dari GPU atau CPU jadi saya belum menemukan alasan jelasnya.
Lalu juga beberapa kali muncul frame dip yang mana dari saya sendiri bukan masalah besar karena hal ini terjadi di beberapa skenario. Umumnya ketika combat dan juga eksplorasi di beberapa chapter karena map yang luas jadi masih bisa dimaklumi. Tapi ya memang harus tetap saya sebut karena frame dip ini mungkin akan jadi pertimbangan banyak orang.
Memainkan Game Ini Ketiga Kalinya, Membuat Saya Mengerti Dan Lebih Apresiasi Naughty Dog

Oke jujur pertama kali memainkan game ini di PlayStation, saya memiliki mixed feelings. Pertama adalah keputusan Naughty Dog dan Neil Druckmann untuk mengakhiri nafas Joel yang mana salah satu karakter favorit saya di video games.
Selanjutnya adalah bagaimana mereka “memaksa” Ellie jadi karakter utama dan perjalanannya untuk membalas dendam kepada Abby yang mana jujur beberapa kali memicu pemikiran yang agak membuat saya bingung. Keputusan yang Ellie ambil beberapa kali membuat saya menggaruk kepala.
Terakhir adalah faktor pendorong Abby untuk balas dendam kepada Joel dan juga bagaimana siklus kebencian ini terus berputar yang mana kembali lagi kepada bagaimana hal ini punya hubungan dengan Joel dan Ellie.
[BACAJUGA]Tapi memainkannya lagi di PC memainkannya lagi ketika saya lebih dewasa, ini membuat saya lebih empati. Empati kepada semua karakter utama di The Last of Us 2, baik Joel, Ellie, dan juga Abby.
Dari perspektif Joel mulai dari The Last of Us pertama, konfliknya dengan Fireflies dan juga keputusannya untuk melindungi Ellie sangat realistis dan sangat mudah dimengerti terutama jika kita melihatnya dari kacamata seorang ayah.

Lalu konflik Abby yang ingin balas dendam kepada Joel juga siklus yang terulang dari Ellie lagi kepada Abby membuat tematik The Last of Us 2 berjalan dengan manis. Hal ini sangat realistis dan saya sebagai pemain kedua game jadi mengerti apa yang dirasakan Abby dan Ellie, bagaimana mereka mengambil keputusan yang mungkin awalnya “tidak masuk akal,” tapi balas dendam yang jadi kunci utama tema ini memang membuat pemikiran para karakter jadi berantakan dan hal ini dilakukan dengan sempurna oleh Naughty Dog.
Jadi ya, walau awalnya saya agak bingung dan kesal dengan rilisnya Part 2 dan cerita awalnya, tapi ketika dimainkan lagi sekarang saya jadi mengerti dan paham. Apakah ini masterpiece dari dunia video games, mungkin tidak, tapi apakah ini masterpieces untuk Naughty Dog dan portfolio game mereka, tentu saja!
Game Yang Tepat Untuk Mengenalkan Gimik DualSense

Nah mungkin bisa dibilang juga The Last of Us 2 di PC adalah salah satu game yang tepat untuk kalian yang pengen cicip-cicip gimik DualSense yang ada. Tapi ya pertama memang kalian harus punya DualSense untuk digunakan, atau mungkin coba pinjam punya teman.
[BACAJUGA]Untuk review ini memang bisa dibilang 85% saya bermain menggunakan mouse dan keyboard karena ya memang ini di PC. Tapi beberapa jam saya coba menggunakan DualSense saya, mirip dengan yang di PlayStation 5. Semua gimik seperti adaptive trigger, haptic feedback, dan fitur-fitur lainnya hadir disini yang mana bisa kalian langsung rasakan, bagaikan membuat PC kalian menjadi PlayStation 5 kalian sendiri!
Tapi memang entah kenapa memainkan game shooter/stealth lebih nyaman untuk saya di PC menggunakan mouse dan keyboard. Bagaimana aim yang snappy, shooting yang lebih halus, movement yang lebih akurat, dan jangkauan jari yang lebih enak untuk shortcut button, saya pikir The Last of Us memang sangat cocok untuk kontrol mouse dan keyboard.
Worth It Beli Lagi, Atau Worth It Terjun Dari Awal?

Jujur jika ditanya hal ini, agak membingungkan. The Last of Us 2 adalah game yang mungkin saya sarankan untuk semua gamers coba dan nikmati, mulai dari game yang pertama. Tapi mayoritas gamers yang punya PlayStation 4 atau 5 pasti sudah memainkan The Last of Us dan rasanya tidak perlu untuk membeli lagi yang versi PC. Tapi jika kalian gamers PC yang tidak memiliki PlayStation, mungkin coba cicipi The Last of Us, game ini wajib kalian jajal.
Tapi ya memang peningkatan dari versi PlayStation ke PC tidak ada perubahan masif yang bisa dikatakan layak untuk membuat kalian membuang 700 ribu begitu saja untuk game yang bisa kalian beli dengan diskon 24/7 di PlayStation. Sementara bagi gamers PC ya, nilai sendiri dengan keuangan kalian masing-masing ya.
[BACAJUGA]The Last of Us 2 adalah game yang sangat kuat dan fokus ke narasi, tetapi masih memiliki gameplay yang sangat solid, terutama dari sisi stealthnya. Tapi menariknya saya bermain di difficulty Survivor dan saya tidak menemukan kesulitan yang berlebihan, jadi game ini cocok untuk kalian yang ingin santai-santai main game stealth action.
Kesimpulan
Jadi ya, The Last of Us 2 untuk rilisan versi PC ada beberapa “cegukan” di performa karena selain resources hogging, game ini juga kerap beberapa kali ada frame dip dan crash.
Tetapi di luar itu game ini cukup baik dan berjalan seperti yang diharapkan. Permasalahannya, tidak ada improvement besar dibandingkan versi PlayStation-nya yang mana membuat para gamers PlayStation tidak ada alasan lain untuk membeli game ini, tetapi gamers PC perlu pikir dua kali karena game ini sangat ganas minimum requirement spec-nya dan kalian harus sabar jika terkena masalah performa.
Overall, jika kalian sangat into dengan The Last of Us atau penasaran dengan kelanjutan dari game pertamanya, coba mainkan The Last of Us 2 karena game ini menawarkan gaming experience terutama dari aspek narasi yang sangat bagus.
Kesimpulan Review The Last of Us Part II Remastered
The Last of Us Part II Remastered
- (+) KELEBIHAN
- Lebih nikmat dimainkan di mouse dan keyboard
- Peningkatan grafis dan refresh rate tinggi
- Support DualSense
- (-) KEKURANGAN
- Performa naik turun
- Butuh system requirement yang tinggi
- Sempat ada masalah booting

